Jumat, 07 Juni 2013

Pendidikan dan Kemakmuran

David karp seorang anak remaja yang baru berumur 26 tahun sudah menjadi milioner,  karena dia membuat suatu aplikasi Tumblr yang  sudah berhasil menghimpun 105 juta blog diseluruh dunia. Aplikasi tersebut dibeli oleh Yahoo secara tunai sebesar 1,1 miliar dolar AS. Hal tersebut kalau di dunia TI menjadi hal yang wajar, tetapi yang luar biasa adalah David Karp pada masa sekolah di SMA Bronx High School of Science telah di drop out atau dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh dan tidak mampu mengikuti pelajaran. Akhirnya sang Ibu yang percaya bahwa anaknya adalah genius maka disekolahkan di rumah (Home Schooling) selama tiga tahun, berkat kegigihan sang ibu dan memang kecerdasan sang anak, David dapat membuat aplikasi Tumblr yang sangat populer yang akhirnya dibeli oleh Yahoo.
Pertanyaan yang menarik dari kasus diatas adalah bagaimana seorang anak yang drop out dari sekolah karena dianggap bodoh dan tidak mampu dapat menciptakan suatu software yang akhirnya membawa David menjadi seorang milioner di usia yang sangat muda.

One size fits all
Sistem pendidikan sekarang yang sudah cukup lama dijalankan merupakan pendidikan masal, dimana setiap anak didik diberi pelajaran yang sama dan kecepatan yang sama. Padahal kita tahu bahwa setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mungkin ada anak yang kurang dibidang matematika tetapi dia sangat berbakat dibidang seni, sehingga bila dikembangkan bidang seninya maka anak tersebut akan berprestasi.
Kecepatan belajar anak juga tidak sama, mungking ada anak yang memerlukan waktu lama untuk memahami sesuatu hal karena dia mau mencerna dengan baik apa yang dia terima, tetapi setelah dia mengerti dasarnya maka dia akan mengerti dengan cepat. Jadi pada awalnya lambat untuk mengerti tetapi kalau dia sudah menguasai dasarnya maka dia dapat dengan cepat mempelajari banyak hal, anak seperti ini juga sering dikatakan lambat sehingga dia tidak dapat menggali potensi dirinya, karena sudah terlanjur di cap lambat.
Kesehatan atau keadaan anak tidak selalu fit, kadang anak dapat tidak masuk sekolah karena sakit atau karena ada alasan lain yang cukup kuat sehingga dia tidak dapat berangkat ke sekolah. Pada saat tidak hadir di kelas, maka untuk pertemuan berikutnya anak tersebut tidak mungkin mendapatkan pelajaran ulangan, kalau tertinggal pelajaran sekali dan kebetulan diberikan pelajaran dasar yang baru, maka anak tersebut akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kelas yang berikutnya, maka anak tersebut juga di cap tidak mampu.
Kalau memang tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi anak yang ada tentunya kita harus mengubah cara anak belajar, setiap anak harus diberi kesempatan yang sama dalam hal mengembangkan potensinya masing-masing. Perkembangan home schooling yang pesat sekarang ini karena sekolah sudah tidak dapat mengakomodir kemudian masing masing anak didik yang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda antara satu anak dengan anak yang lainnya.
Pada saat saya berdiskusi dengan teman saya tentang pendidikan, Mas Savic mengatakan “Mengapa sekarang banyak anak yang di cap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), cirinya adalah anak tidak dapat menyimak”. Mungkin anak tersebut tidak mengidap ADHD katanya, tetapi karena anak tersebut tidak tertarik dengan pelajaran yang diberikan, anak tersebut merasa bosan kemudian tidak memperhatikan apa yang dikatakan gurunya, coba kalau seandainya anak tersebut diberikan sesuatu yang menarik minatnya, maka anak tersebut akan memberikan perhatian yang lebih.
Perbincangan yang sangat menarik, mungkin akan terjadi pro dan kontra dalam membahas masalah ini, tetapi sekarang ini sedang terjadi perubahan dalam dunia pendidikan. Banyak sekali cara-cara pendidikan baru muncul.

Model Pembelajaran yang berbeda
Salman Khan seorang Hedge Fund analis pada awalnya dia diminta sepupunya untuk mengajarkan matematika sederhana. Salman Khan mengajarkan sepupunya yang ada di Louisiana, untuk mengajarkan jarak jauh menggunakan video yang akhirnya di posting ke youtube. Pertama dari lingkungan keluarga dia menyukai cara belajar dengan menggunakan video yang upload oleh Salman Khan. Akhirnya banyak orang yang menyukai cara belajar demikian, sampai anak Bill Gate pun menyukai cara belajar seperti ini.
Sekarang Salman Khan mendirikan Khan Academy, semua orang dapat kesempatan belajar di Khan Academy secara online dan free.
Kelebihan cara belajar seperti ini adalah siswa dapat memilih subjek sesuka siswa sendiri, dan bila tidak mengerti dapat dilakukan berulang-ulang sehingga tidak ada kata tertinggal.
Sugata Mitra orang India mengadakan eksperimen pembelajaran dengan menggunakan komputer yang diberi nama hole in the wall. Di pedalaman India sulit menemukan guru untuk mengajar anak-anak, maka Mitra membuat komputer yang diletakan di belakang pintu kemudian pintu tersebut diberi lubang untuk menaruh monitor, dan disamping lubang diberi lubang juga untuk menaruh pad yang dapat menggerakan cursor di layar. Anak yang sama sekali belum mengenal komputer diminta untuk mencoba peralatan tersebut, ternyata dengan cepat anak tersebut dapat menggunakan komputer dan mulai belajar menggunakan komputer, pada saat satu anak dapat melakukan anak tersebut mengundang teman lainnya, dan teman lainnya juga mencoba.
Pelajaran yang diberikan lewat internet dan komputer ini akan memberikan pelajaran yang disukai oleh anak, dan kecepatan belajar dapat disesuaikan terhadap masing masing anak. Sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal. Model pendidikan seperti ini sekarang sedang dikembangkan ke beberapa tempat, dan hasilnya cukup menggemberikan.

Teknologi, teknologi dan teknologi
Teknologi merupakan infrastruktur dalam segala bidang, dengan menggunakan teknologi banyak hal yang tidak dapat dilakukan sebelumnya, sekarang dapat dilakukan dengan mudah, dengan menggunakan teknologi. Peranan teknologi sudah memasuki dibanyak bidang dalam kehidupan manusia, dan sekarang ini masih terus berkembang. Kita belum tahu ujung dari perkembangan teknologi yang sekarang, yang pasti sekarang teknologi banyak membantu meringankan pekerjaan manusia dengan menggunakan automation.
Pendidikan yang digagas oleh Salman Khan dan Sugata Mitra keduanya memanfaatkan teknologi untuk memberikan pendidikan yang gratis tetapi sangat efektif.

Tidak ada komentar: