Rabu, 20 Juli 2011

Jumping the S Curve

Bulan lalu saya telah menghabiskan 3 buah buku yang sangat menarik pertama saya membaca Business model Generation, berikutnya saya baca Onward yang ditulis oleh Howard Schultz dan yang terakhir buku Jumping the S curve. Kebetulan sekali ketiga buku yang saya baca sangat berkaitan erat sekali, intinya adalah bagaimana kita dapat melompat ke tempat yang lebih tinggi.
Howard Schultz dalam bukunya menceritakan bagaimana dia membalikan Starbuck yang sudah dalam posisi stagnant untuk naik lagi, dan terbukti dalam waktu kurang dari tiga tahun Howard sudah berhasil mengubah Starbuck untuk menanjak naik lagi salah satu kunci yang dilakukan adalah re-training dan reorganisasi dengan menempatkan beberpa orang baru diposisi kunci.
Pada buku Business Model Generation diperlihatkan bagaiman business model sangat berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dan untuk mengembangkan perusahaan yang lebih jauh lagi. Dan terakhir ditutup dengan membaca buku Jumping the S curve, dibuku itu tertulis dengan jelas, bila ukuran kita adalah financial dapat menyesatkan kita, ada pertanda lainnya yang perlu dilihat yang disebut sebagai tiga kurva tersembunyi. Kurva tersebut adalah Talent, Capabilities dan Competition.
Saya sangat setuju dengan buku Jumping the S Curve, dalam kita mengembangkan perusahaan ke tingkatan yang lebih tinggi kita harus fokus pada talent artinya kita harus mempunyai team yang bagus.
Pertumbuhan dan perkembangan Andal Software dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini sangat fantastis, apa yang dapat menyebabkan perubahan seperti itu ?

Sistem
Membangun sistem menjadi prioritas utama untuk Andal Software yang telah dimulai dua tahun lalu, kami mulai dengan menyederhanakan bisnis proses disetiap bagian dan dipecah menjadi task task yang kecil.
Setelah sistem ini dibuat, kemudian di implementasikan dan kita lakukan penyesuaian setelah dilakukan pengetesan dilapangan. Pada awalnya tujuan dibuatnya sistem ini adalah untuk menyederhanakan proses sehingga orang yang baru masuk dapat mempelajari dan mengikuti dengan cepat. Akibat dari sistem yang di dokumentasi dengan baik ini, orang baru hanya memerlukan waktu satu sampai dua bulan untuk dapat mulai produktif, dibanding beberapa tahun yang lalu memerlukan waktu sekitar 4 – 6 bulan.
Efek samping yang tidak terpikirkan sebelumnya adalah ukuran produktifitas setiap anggota team dapat terlihat dengan jelas bahkan anggota team yang lainnya juga dapat melihat kemampuan rekannya. Seleksi alam anggota team dapat terjadi dengan baik dan akan terlihat pula anggota team mana yang mau mengembangkan diri dan anggota team yang enggan untuk bertumbuh dan berkembang.

Talent
Talent merupakan hal yang utama dalam buku jumping the S curve untuk perusahaan dapat melompat lebih jauh lagi. Dengan membangun sistem yang baik, maka talent pools yang ada di Andal Software akan menjadi baik, karena bagi anggota team yang ingin bertumbuh dan berkembang akan belajar dengan cepat. Dan yang tidak mau bertumbuh dan berkembang akan terseleksi dengan sendirinya, karena merasa lingkungannya tidak cocok. Para leader di jajaran manager juga sangat berpengaruh dalam  membuat lingkungan yang dapat memberikan anggota team untuk tumbuh dan berkembang. Dilain waktu saya akan menuliskan beberapa ciri orang yang tidak mau tumbuh dan berkembang, ciri ini mudah dikenali, dan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk mengembangkan anggota team selanjutnya. Pada suatu saat nanti saya akan menulis topik ini.

Capability
Sejalan dengan kemampuan team yang meningkat, maka kemampuan perusahaan pun akan bertumbuh dan berkembang, sekarang ini banyak sekali inovasi yang dapat diimplementasikan untuk pengembangan produk baru maupun untuk perbaikan sistem internal.
Apa yang ingin kami capai dengan kemampuan yang lebih baik, adalah membuat produk yang mudah digunakan, dan implementasi sistemnya juga dapat dengan mudah dilakukan.

Competition
Pengertian persaingan yang saya pahami juga berubah, Andal menganggap bahwa persaingan sebetulnya adalah bagaimana Andal Software dapat di bawa ke tingkatan yang lebih tinggi lagi dengan melakukan invoasi dan mempersulit pesaing masuk kedalam bidang tersebut. Walaupun banyak orang melihat bahwa produk Andal Software yakni Payroll banyak yang membuat, tetapi kami bedakan bahwa kami membuat produk, bukan semi custom atau custom, hal ini akan membuat perbedaan yang cukup significant.
Pada saat yang lainnya sudah mulai membuat produk kami akan bergeser lagi ke arah services yang akan kami lakukan dua tahun mendatang.

Team inti Andal Software sepatkat untuk meningkatkan terusah sehingga Andal Software tetap akan menjadi leader didalam software industri di Indonesia, hal ini bisa dicapai bila Andal Software adalah organisasi pembelajar (learning Organization), saya sudah pernah menulis learning organization di blog ini.
Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat pada Team Andal Software yang telah mempersiapkan untuk launching produk baru pada tanggal 9 November yang akan datang. Selama ini belum pernah kami alami disetiap launching, biasanya produk jadi beberapa minggu sebelum launching, kali ini produk untuk launching sudah selesai, berikut design box dan kemasan, dengan demikian diharapkan pada saat launching produk sudah cukup stabil karena waktu pengetesan lebih dari cukup.

Jumat, 08 Juli 2011

Satu Lagi Dari Andal Software

Setelah sekian lama tidak menulis di blog karena kesibukanku untuk perisapan peluncuran produk versi baru Andal PayMaster 2012 yang akan diluncurkan pada tanggal 9 November 2011 ini, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Sekarang ini produk sudah selesai dan siap untuk dilakukan pengetesan selama beberapa bulan kedepan hingga saat peluncuran.

Tulisan ini saya beri judul Satu lagi dari Andal Software bak iklan sebuah perusahaan biskuit yang sangat infatif dan sering meluncurkan produk barunya beberapa tahun yang lalu. Andal Software meluncurkan produk versi terbarunya selama dua tahun berturut turut. Sedangkan kebiasaan kami, peluncuran versi baru biasanya dilakukan dua tahun sekali, yang selalu mengambil tahun ganjil seperti versi 2009, 2011 tetapi kali ini kami mempunyai versi 2012.

Percepatan launching ini didasari atas perubahan bisnis model yang akan dilakukan oleh Andal Software dalam dua tahun kedepan. Sehingga kami harus mempersiapkan platform aplikasi yaitu Andal PayMaster 2012. Team Andal Software sangat antusias sekali dalam menghadapi perubahan bisnis model ini, karena kami semua dalam keluarga Andal Software telah melihat sesuatu yang jauh lebih besar lagi potensi yang dapat digali, dibandingkan sekarang ini dimana revenue didapatkan dari penjualan software dan subscription.

Kami sudah membahas perubahan bisnis model yang akan kami lakukan dua tahun kedepan sudah kami rancang sejak dua tahun lalu. Sejak dua tahun lalu hampir setiap hari kami berdiskusi dengan team inti di Andal Software, bagaimana kami dapat merealisasikan model bisnis yang baru ini dan diatas kertas jauh lebih menarik dibandingkan dengan bisnis model yang telah digeluti oleh Andal Software selama beberapa tahun kebelakang. Sebetulnya pada peluncuran Andal PayMaster 2011 yang lalu kami sudah mulai memasukan Proof of Concept dari bisnis model yang baru ini dan sudah digunakan oleh sebagian user Andal PayMaster 2011. Dan kami mendapatkan sambutan yang luar biasa baiknya, dari sisi kemudahan menggunakan aplikasi.

Tentunya didalam setiap perubahan akan terjadi tantangan tantangan, selama dua tahun ini kami mulai melihat apa saja tantangan yang akan kami hadapi dan bagaimana caranya untuk mengantisipasi tantangan tersebut.

  • Infrastruktur, kami harus mempersiapkan infrastruktur yang lebih baik. Sekarang ini kami mempunyai tools yang bernama AIM (Andal Information Management) tools ini digunakan untuk mengetahui response time dan resolution time dari team support kami, didalam AIM juga kami mempunyai catatan permasalahan yang ditanyakan oleh customer,  pertanyaan untuk support ini dapat dilihat di Dashboard Customer sehingga customer dapat memantau pertanyaan apa saja yang sudah ditanyakan dan apakah sudah diberikan solusinya
  • Pada Customer dashboard, customer juga dapat mengetahui kapan subscriptionnya habis waktunya, dan bila ada kontrak maintenance berapa sisa maintenance yang belum digunakan.
Ternyata kami harus meredesign AIM menjadi terintegrasi dengan marketing, Sistem Integrator, Support dan juga untuk registration. Sekarang ini Product registration menggunakan software tersendiri.

Kerja keras selama beberapa bulan ini telah terlihat hasilnya AIM versi 2 sudah mulai terlihat, dengan landasan yang baik, maka bisnis proses di dalam Andal Software akan mudah dilihat disetiap tahapan. Persiapan yang baik ini dapat dijadikan tumpuan untuk dapat terbang lebih tinggi lagi.

Kerja sama team di Andal Software yang sangat baik, membuat semangat dan antusiasme yang tinggi untuk mencapai apa yang telah kita rancang, tetapi semuanya kita tidak boleh lupa bahwa tangan Tuhan juga akan berperan dalam kita mengejar sesuatu sehingga akan terjadi pertumbuhan dalam diri kita semua.


Kamis, 02 Desember 2010

Customer Driven Product

Indonesia mempunyai potensi  yang sangat besar untuk mengembangkan produk software, dengan jumlah penduduknya 200 juta jiwa, dan jumlah populasi PC  dan sekarang smartphone yang pertumbuhannya cukup pesat akhir akhir ini, maka membuat aplikasi menjadi salah satu usaha yang sangat menarik.

Tidak dapat disangkal lagi orang teknik sangat menguasai teknik pembuatan program, dan yang terjadi biasanya apa yang dipikirkan oleh orang teknik itu baik, tidak sama dengan yang dilihat oleh konsumen. Karena memang konsumen tidak memerlukan kecanggihan tetapi ke praktisan yang diperlukan. Perbedaan persepsi ini yang sering mengakibatkan seorang teknisi dapat membuat aplikasi tetapi tidak dapat dijual dipasar, karena orang teknisi tersebut tidak dapat mengangkap kebutuhan di pasar.

Dalam membuat produk kami selalu mengacu pada kebutuhan pelanggan, ada tiga cara yang kami lakukan dalam menangkap kebutuhan pelanggan, dan database ini kami simpan secara sistematis, agar selalu mudah untuk membacanya.

1.       Customer support data
Setiap ada telepon dari customer yang menanyakan permasalahan yang terjadi pada saat menggunakan produk kita, akan direkam nama pelanggan, nama support kami. Data tersebut kami sort berdasarkan fungsi yang ada diprogram, fungsi yang paling banyak ditanya dan jumlah jam untuk menjawabnya paling besar akan di review untuk di perbaiki.

2.       System Consultant
Pada saat sistem konsultan melakukan implementasi di pelanggan, konsultan akan memberikan training cara pemakaian program, pada saat mereka mengajarkan pemakaian program, hal yang dianggap sulit untuk digunakan akan dicatat secara spesifik, seperti misalnya labelnya tidak jelas, sehingga pengertiannya salah. Maka sistem konsultan akan menggali lagi, label seperti apa yang jelas. Masukan masukan seperti ini juga kami kumpulkan untuk nantinya dilakukan untuk me-review produk

3.       Quality assurance
Tugas quality assurance adalah melakukan pengetesan program, dan pada saat melakukan pengetesan QA akan melakukan produk tersebut ber ulang ulang dengan panduan test case yang sudah ditentukan. Pada saat melakukan pengetesan tersebut bisa saja QA merasa ada cara yang lebih baik untuk menjalankan software ini. Sehingga QA melakukan usulan pada developer.

Kami melakukan dengan cara tersebut dapat diterima pasar dengan baik, hal ini terbukti dari kenaikan penjualan dari tahun ke tahun yang naik cukup significan, peningkatan penjualan ini dapat dilihat dari tulisan saya yang berjudul  tiga produk sekaligus seperti pada tulisan tersebut dibawah ini.
Pada tanggal 24 November yang lalu kami telah meluncurkan Andal Time Tracker 2011, Andal PayMaster 2011, dan Andal Kharisma 2011. Dan kami mencanangkan kenaikan jumlah produk minimal dua kali dari tahun 2010 

Selasa, 23 November 2010

Launching tiga produk sekaligus

Dua tahun yang lalu kami meluncurkan produk baru dengan konsep desain menggunakan object, dan mengubah cara mengelola payroll. Banyak hal yang sebelumnya sulit di lakukan oleh user dapat dilakukan dengan mudah dengan aplikasi Andal PayMaster 2009. Setelah dua tahun di pasar, kami mendapatkan banyak sekali masukan dari para pemakai, dari hasil masukan tersebut kami melakukan banyak perubahan dan perbaikan bugs, dan mucullah Andal PayMaster 2011, Andal Kharisma 2011 dan yang paling baru adalah Andal Time Tracker 2011.

Setiap peluncuran produk baru saya terutama banyak disibukan oleh persiapan peluncuran produk, sebetulnya yang banyak menguras pikiran tenaga, bukan event launchingnya tetapi banyak hal yang perlu direncanakan masak masak, kami harus dapat membuat strategi GO TO Market yang handal. Sudah dua tahun terakhir ini penjualan Andal Software naik secara signifikan, ini disebabkan oleh team work yang luar biasa baiknya, dan dengan temwork yang baik, kami dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik pula.

Pencapaian penjualan kami mencapai 112 % bila dibandingkan antara tahun 2008 dengan tahun 2009, ini menunjukkan sambutan pasar yang luar biasa besarnya untuk produk Andal PayMaster 2009. Dan pada tahun 2010 yang belum selesai ini pencapaian pemasaran kami sudah mencapai 82 % dibandingkan dengan tahun lalu, dan kami optimis sampai akhir tahun ini kami akan mencapai di kisaran 100 %. Menurut kami ini suatu pencapaian penjualan yang luar biasa besar, bila dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2008 penjualan kami hanya naik sekitar 60%.

Tema peluncuran tahun ini adalah “seamless integration” walaupun pada saat launching kami memfokuskan aplikasi Andal PayMaster 2011, sebenarnya kami meluncurkan tiga produk sekaligus yakni Andal Kharisma 2011, Andal PayMaster 2011 dan Andal TimeTracker 2011 yang lahir paling terakhir. Andal Time Tracker, Andal PayMaster, dan Andal Kharisma dapat dihubungkan dengan mesin pencatat kehadiran dari Rentris yang seolah oleh menjadi satu kesatuan dengan aplikasi kami, produk Andal Software versi 2011 ini juga dapat dihubungkan dengan mesin mesin pencatat kehadiran lainnya. Selain dengan mesin kehadiran aplikasi Andal Kharisma 2011 dan Andal PayMaster 2011 dapat juga menghasilkan file yang dapat langsung dikirim ke Bank untuk transfer gaji, ke pajak dengan menggunakan eSPT, dan juga file yang dapat di transfer ke software accounting.

Perbedaan Andal PayMaster 2009 dan 2011
1.    Quick Access Toolbar, menu yang sering digunakan dapat diletakan diatas, sehingga dapat dengan mudah diakses tanpat harus mencari menunya
2.    Tampilan untuk menentukan karyawan pada Overtime Group, Base Rate Group, leave, claim, dan account journal dapat dilihat dalam satu layar.
3.     Reminder tidak hanya menampilkan karyawan Probation dan kontrak, tetapi hampir semua yang mempunyai tanggal kadaluarsa dapat ditampilkan
4.     Data hasil filtering and grouping dapat diexport ke excel
5.     Resource center yang memuat berita terkini dan terhubung dengan website khusus yang didesain untuk Aplikasi Andal PayMaster
6.     Dapat memilih database yang sudah ada dengan mudah, bahkan dapat membuat database baru
7.     Dapat membaca berbagai format mesin pencatat kehadiran sekaligus, memungkinkan untuk satu lokasi perusahaan mempunyai lebih dari satu macam mesin pencatat kehadiran
8.     Algoritma cara penarikan data mesin pencatat kehadiran lebih akurat
9.     Karyawan cabang dapat di hubungkan dengan karyawan kantor pusat, sehingga karyawan cabang dapat meminta approval ke kantor pusat
10.   Transaksi Rehire, karyawan yang telah keluar dapat masuk kembali dengan nomor NIK yang berbeda, dan History karyawan masih tersimpan.
11.   Pivot table dapat menampilkan data kode kehadiran, dan dapat juga menjumlahkan data kehadiran dalam periode tertentu
12.   Data yang bersifat keuangan di encrypt, sehingga tidak mudah untuk di lihat oleh orang yang tidak berkepentingan
13.  Dapat melakukan backup data dari aplikasi dengan mudah

Cloud Computing
Kami melihat banyak sekali perusahaan dengan jumlah karyawan dibawah 150 orang yang memerlukan aplikasi perhitungan gaji yang terintegrasi dengan pajak dan kehadiran, rata rata software yang ada harganya cukup mahal, sehingga investasi per karyawan menjadi sangat tinggi.

Dengan solusi cloud computing ini biaya perkaryawan kurang lebih sekitar 15 – 20 ribu, tergantung dari jumlah karyawan. Kisaran biaya 15 – 20 ribu sangat murah dibandingkan bila melakukan perhitungannya dengan software yang tidak terintegrasi, terutama modul pajaknya. Biaya tersebut juga jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya untuk menghitungkan pajak PPh 21, dimana Andal PayMaster sudah dapat menghitung pajak, hingga ke pelaporan 1721nya, tanpa melakukan proses atau input tambahan, karena modul pajak sudah terintegrasi dengan perhitungan penggajiannya.

Team Work Makes the Dream Work

Persiapan launching kali ini tidak seperti biasanya, karena kami meluncurkan sekaligus tiga produk yakni Andal Kharisma 2011, Andal PayMaster 2011 dan Andal Time Tracker 2011. Disamping launching ketiga produk tersebut kami juga memperkenalkan satu delivery channel yang baru yaitu Cloud computing, kali ini kami harus bekerja sama baik antar team di dalam Andal Software maupun dengan mitra mitra Andal Software seperti Rentris, persewaan mesin pencatat kehadiran, Green View penyedia layanan hosting dan Cloud computing, Bhinneka.com toko online IT nomor satu di Indonesia, dan tidak kalah pentingnya Microsoft yang menyediakan Operating System dan perangkat pengembang aplikasi lainnya.
Saya sangat bangga sekali dengan team yang ada di Andal Software, pekerjaan untuk membuat aplikasi ini sudah di canangkan dari tahun lalu, dan kami sudah set tanggalnya dari tahun lalu juga, dan ternyata kami dapat melakukannya on schedule, walaupun di tengah tengah perjalanan banyak terjadi hal-hal  yang tak terduga. Kejadian kejadian tersebut merupakan pengalaman yang tak dapat dibayar dengan uang, pengalaman yang dapat digunakan untuk team kami membuat produk yang lebih baik lagi.
Banyak sekali diskusi, problem solving, dan tantangan baik dari team internal maupun datang dari para pelanggan kami, hasil dari kerja keras team selama dua tahun ini kami mempelajari banyak hal diantaranya :
·    Learning Organization, kami dapat menjadi organisasi pembelajar dengan sarana dan kebiasaan yang diawali dari banyaknya tantangan yang datang baik dari team internal maupun dari pelanggan
·    Relationship, hubungan antar team yang baik, saling bekerja sama dan kami selalu bekerja untuk mencari solusi.
·    Clear Vision, kami semua mengetahui apa yang harus kami kejar, dan kami juga dapat merencanakan perubahan bisnis model seperti apa yang akan dilakukan Andal Software dalam lima tahun mendatang
·    Leadership, kami bangga dengan pertumbuhan leadership didalam organisasi, sebagai leader para leader memberikan contoh, membantu menyelesaikan masalah, dan komunikasi yang transparan
Dari keempat point diatas membuat lingkungan kerja yang nyaman bagi mereka yang senang akan pertumbuhan pribadi, karena memang kami di pacu untuk selalu berkembang dan bertumbuh. Sekarang ini kami masih dalam proses untuk menjadi organisasi yang lebih baik lagi, dan kami akan meningkatkan keempat point diatas.
Karena kami semua percaya bahwa pertumbuhan perusahaan harus dimulai dari pertumbuhan individu yang ada didalam perusahaan, sangatlah sulit untuk mengharapkan pertumbuhan perusahaan yang baik tanpa dibarengi dengan pertumbuhan individu didalam perusahaan.

Senin, 09 Agustus 2010

Seminar BizTalk di UBM

Pada hari Sabtu tanggl 7 Agustus 2010 diadakan seminar Biztalk di UBM, dari Pukul 9 pagi hingga  pukul 12 siang. Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta yang mayoritas adalah mahasiswa S2, Para pengajar TI dari SMU di Jakarta, dan Para Praktisi. Pembicara dalam acara Biztalk tersebut adalah Bapak Once yang merupakan Wakil Rektor bidang Akademik dari UBM, dan Bapak Teguh S. Pambudi sebagai penulis Buku Strategi Andal Menaklukan Industri Software, Pak Dr. Eko Indrajit, sayangnya Pak Eko tidak dapat hadir, dan saya sendiri.

Mas Teguh banyak menceritakan tentang latar belakang penulisan buku dan memberikan beberapa tips untuk membangun industri Software di Indonesia, sedangkan saya berbicara mengenai sejarah berdirinya andal software, dan juga perubahan model bisnis yang di drive oleh perkembangan teknologi.

Rupanya antusiasme peserta untuk menjadi technopreneur cukup besar, di lihat dari jumlah pertanyaan yang diajukan cukup banyak juga.  Saya akan mengambil satu pertanyaan yang menarik untuk di bahas. Pertanyaannya adalah “untuk membangun industri software agar tidak ketinggalan, bahasa pemrograman apa yang sebaiknya digunakan ?”

Pertanyaan ini sangat menarik karena ini biasanya pertanyaan yang diajukan oleh seseorang yang berlatar belakang sebagai programer. Dalam membangun suatu industri software hal yang nomor satu dan paling penting menurut pengalaman saya adalah produk semacam apa yang akan banyak diperlukan oleh masyarakat luas. Jadi pertanyaannya adalah produk terlebih dahulu, baru kemudian dipikirkan masalah teknologinya. Ini dapat dianalogikan kita akan pergi kesuatu tempat, tetapi yang kita bahas adalah kendaraannya terlebih dahulu. sepertinya hal ini terbalik, kalau kita mengatakan kita harus menggunakan mobil yang paling baru dengan CC yang besar agar dapat cepat sampai ketujuan, padahal setelah kita tentukan tujuannya adalah ke pulau seribu, maka mobil yang bagus dengan cc yang besar tadi tidak dapat digunakan sebagai alat untuk mengantar kita ke tujuan.

Selamat mencoba untuk menjadi Technopreneur.

Rabu, 28 Juli 2010

Mengapa Kami Bersedia Membuka Diri

Hari ini tanggal 28 Juli 2010, buku yang ditulis oleh Mas Teguh S. Pambudi diluncurkan oleh Elex Media Komputindo di Kembang Goela Restoran. Peserta yang hadir adalah banyak rekan rekan dari media masa, serta Partner Andal Software dan Client Andal Software, yang telah memberikan kontribusi pada penulisan buku ini. Berikut ini adalah kisah dibalik penulisan buku tersebut

Prolog

Awal perkenalan saya dengan Sdr. Teguh S. Pambudi, terjadi kurang lebih 8 tahun lalu saat beliau mulai meliput Andal Software. Setelah beberapa kali pertemuan, kami jadi sering berdiskusi tentang keadaan industri peranti lunak di Indonesia. Dan pokok bahasannya, biasanya akan mengerucut pada satu hal: bagaimana caranya mengembangkan industri software di Indonesia?

Pada suatu siang di sekitar bulan April 2008, atau beberapa bulan sebelum Andal Kharisma 2009 diluncurkan, Pak Teguh menelepon saya mengajak bertemu. Dalam pertemuan itu, beliau mengungkapkan keinginannya menulis buku dengan tema sentral: bagaimana menjadi seorang technopreneur di bidang software. Yang mengejutkan, ternyata beliau memohon agar Andal Software dapat dijadikan case study-nya.

Saya tidak dapat langsung menjawab permohonannya saat itu. Mengapa? Karena saya tahu bila dijadikan case study berarti Andal Software harus membuka semua yang ada di lingkungan internal termasuk strategi, policy, dan rencana ke depan. Seperti membuka rahasia dapur.

Sungguh ini permintaan yang tidak mudah. Sebagai informasi, kami (Andal Software) sudah mempunyai roadmap sampai tiga tahun ke depan, model bisnis seperti apa yang akan dijalankan, dan strategi apa yang akan digelar untuk mengeksekusinya. Semua itu sudah ada hingga jumlah karyawan serta susunan organisasinya yang mendukung seluruh strategi yang ada.

Permintaan Pak Teguh saya diskusikan dengan tim internal di Andal Software. Pro-kontra pun bermunculan merespons permintaan tersebut. Namun akhirnya, melalui diskusi yang cukup panjang, kami semua di Andal menyetujui untuk membuka semua informasi yang diperlukan Pak Teguh. Pertanyaannya: mengapa kami bersedia membuka diri?

1. Alasan filosofis. Bila banyak yang membaca buku ini, dan kemudian mendorong banyak pelaku industri peranti lunak tumbuh, maka pasar software di Indonesia pun akan menjadi besar. Jelas, buat kami, lebih enak bermain di pasar yang besar dibandingkan bermain di pasar yang belum tumbuh. Apalagi, mission statement kami sebagai perusahaan adalah “Helping Others Grow”. Untuk memenuhi misi tersebut, pastinya kami mengharapkan dapat membantu pertumbuhan industri peranti lunak di Indonesia. Dalam konteks ini, menerima permintaan menjadikan Andal Software sebagai case study adalah sejalan dengan mission statement kami.
2. Alasan strategi bisnis. Bila strategi dan rencana Andal Software ditiru perusahaan software lain, mereka akan memerlukan waktu untuk mengejar, dan pada saat itu kami mungkin sudah melaju jauh ke depan. Jadi, meniru sebuah iklan: kenapa takut?

Alhasil, kami pun bersedia untuk “dibedah”. Permintaan saya dan teman-teman di Andal Software cuma satu: buku ini dapat dipersembahkan untuk para pelaku industri TI, khususnya industri peranti lunak, sehingga industri ini pun akan berkembang dan bertumbuh di Indonesia.

Perbincangan yang Panjang

Maka, akhirnya terjadilah proses diskusi yang intens. Proses diskusi dengan penulis yang nota bene merupakan wartawan bisnis dan telah menulis buku studi kasus entrepreneurship di industri hospital equipment dan advertising, sangat menarik. Kekhawatiran saya pribadi tentang membuka rahasia dapur tak terbukti. Kami saling share, dan saya merasa bahwa wawasan saya justru bertambah luas lewat proses saling berbagi.

Dalam diskusi yang panjang itu, saya mengungkap banyak hal tentang Andal Software, mulai dari berdiri, fase-fase jatuh bangun, dan terpenting: kunci untuk menunggangi gelombang industri peranti lunak yang dinamikanya luar biasa pesat.

Industri peranti lunak memang seperti gelombang. What works today, become obsolete tomorrow! Peranti lunak yang hari ini hebat, akan segera tenggelam esok lusa dengan datangnya pesaing baru.

Yang menarik, dari menjadi “obyek” yang “dibedah”, saya akhirnya justru merasa menjadi “subjek” karena proses diskusi yang intens itu melahirkan kesadaran bahwa “Siapa tak bisa menunggangi gelombang dinamika yang demikian pesat, dia akan tenggelam, seperti tenggelamnya produk yang dihasilkannya”. Diskusi yang intens juga melahirkan kesadaran bahwa: the real competitor, sometimes is our mindset and the old way of doing business. Sebagai technopreneur, mindset dan cara mengelola bisnis harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan konteks industri yang terus datang bergelombang melahirkan beragam game changer yang baru.

Epilog

Karena kental dengan dinamika yang bergelombang itulah, buku ini akhirnya diberi judul “Riding the Wave: Strategi Andal Menaklukkan Industri Software”. Laiknya buku case study, pembahasannya kental dengan analisis makro dan mikro-manajemen, yang mengupas detail tentang bagaimana industri peranti lunak, dan bagaimana sebuah perusahaan software dikelola, mulai dari mendesain produk hingga aspek model bisnisnya.

Akhirnya, sebagai pihak yang telah “dibedah”, saya dan tim Andal Software berharap apa yang telah kami berikan untuk ditulis, benar-benar bisa bermanfaat bagi para pelaku industri TI, khususnya industri peranti lunak.