Kamis, 20 Desember 2012

Riding The Wave



Banyak perusahaan-perusahaan yang baru berdiri kemudian dengan cepat menjadi besar pada era tahun 70an, pada saat itu di Indonesia ada perubahan yang sangat besar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat pesat memberikan peluang yang sangat besar pada perusahaan-perusahaan yang didirikan pada era sebelum tahun 70. Perubahan perekonomian dapat membuat perusahaan besar menjadi kecil dan perusahaan kecil menjadi besar. Perusahaan besar menjadi kecil atau hilang karena terjadi perubahan pasar, perubahan kebutuhan, dan perusahaan besar biasanya masih menikmati kebesarannya, dan tidak melihat sesuatu yang sedang berubah dan bertumbuh. Clayton Christensen banyak membahas hal ini yang disebut sebagai marginal didalam bukunya yang berjudul How Will you measure your life.
Sekarang ini juga terjadi hal yang sama, menurut MC Kinsey perusahaan research yang cukup ternama dari Amerika, jumlah pengguna social technology mencapai 1.5 Billion di seluruh dunia, dari jumlah itu, potensi bisnisnya dapat mencapai 900 Milyar US$ hingga 1.300 Trillion US$. Sedangkan data dari Gartner mengatakan bahwa di tahun 2015 50% dari online sales terjadi karena social technology. Gelombang Social technology sekarang ini sedang naik, dan siapa yang dapat menunggangi gelombang naik ini akan mencapai puncaknya.

Dari custom ke industry
Untuk mendapatkan kueh yang besar di gelombang social technology, rasanya kita tidak bisa lagi bermain di software custom. Permainannya sudah berubah, kita akan mendapatkan revenue lebih besar kalau mendapatkan 1000 customer dijual dengan harga Rp. 1,- dibandingkan dengan menjual ke 1 customer dengan harga Rp. 1,000.-. penghasilannya sama saja RP. 1,000.- tetapi dalam jangka panjang yang menjual ke banyak pelanggan akan lebih besar hasilnya.
Google, Facebook, LinkedIn, angry bird, skype menjadi besar sekali karena jumlah pelanggannya besar walaupun semuanya itu mempunyai bisnis model yang berbeda, tetapi dengan mempunyai jumlah pelanggan atau pengguna yang besar akan mendapatkan revenue yang besar, karena faktor perkaliannya yang besar.
Sudah lebih dari delapan tahun Andal Software persisten dengan membuat paket software, walaupun harus meninggalkan cutomer karena requirementnya tidak sesuai dengan aplikasi yang kami buat. Awalnya memang sulit bagi kami untuk tidak menjual produk kami ke kastemer yang sudah kami bina cukup lama, tetapi kami lebih memilih long term profit, dari pada short term profit. Bila kita menerima software kastem, berarti kami harus memelihara banyak versi, dan resources kami akan banyak sekali terkuras untuk membuat software kastem yang akhirnya akan mengganggu pengembangan produk, yang secara jangka panjang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menjual satuan.

Fokus pada Proses
Setiap perusahaan pasti menginginkan kenaikan penjualan setiap tahunnya, cara yang paling mudah adalah dengan memberikan target pada orang sales, dan orang sales yang paling hebat akan menjual paling banyak. Sales seperti ini akan diberi penghargaan dan bonus yang cukup besar.
Pada saat meeting saya selalu mengatakan bahwa saya tidak akan bangga bila seseorang dapat mencapai suatu target tetapi saya tidak mengetahui prosesnya secara detail, bagaimana caranya mereka itu dapat mencapai sales yang tinggi.
Didalam bukunya yang berjudul seeing what’s next, Clayton Christensen menekankan tentang Resource, Process dan Value. Kalau kita akan membangun suatu perusahaan yang bertahan lama, dan menjadi besar, maka kita perlu men-define suatu proses yang baik, karena peningkatan hasil dapat dilakukan dengan perbaikan suatu proses. Peningkatkan hasil dapat juga berupa produk yang lebih baik, lebih baik dan menjadi lebih baik lagi, atau dibidang sales akan meningkat, meningkat dan meningkat lagi. Tanpa kita mengetahui proses akan sulit untuk meningkatkannya.
Pada awalnya di Andal Software sales dilakukan oleh satu orang, yang mengerjakan semua pekerjaan dari awal sampai closing. Kemudian kita mulai pecah-pecah pekerjaannya dan setiap divisi menjadi fokus pada proses penjualan, dan antar satu divisi dengan divisi lainnya saling berkaitan. Awalnya memang susah, tetapi sekarang ini pada saat akan menaikan jumlah sales dengan mudahnya kita men-set angkat penjualan tahun berikutnya, dan hampir dipastikan dapat dicapai dengan mudah. Tetapi sales juga bukan segalanya, pengalaman kami pada penghujung tahun 2002, pada saat Andal Software jatuh, bukan karena kami tidak dapat menjual produk, melainkan karena di proses produksinya yang terhambat dan produknya yang belum matang pada saat itu. Pelajaran yang didapat disini adalah, pada saat kita akan menaikan angka penjualan, apakah di bagian lainnya sudah siap untuk dapat menerima beban yang lebih besar ? jika belum, perlu di perbaiki terlebih dahulu, tanpa disadari sebetulnya yang di lakukan di Andal Software adalah membangun infrastruktur, dan kami yakin kalau infrastrukturnya sudah terbangun dengan baik, peningkatan penjualan seberapapun dapat kami layani, sekarang ini kami masih merasakan adanya bottle neck di beberapa proses, sehingga perlu kami perbaiki terlebih dahulu sebelum meningkatkan penjualan yang lebih tinggi lagi.
Saya belajar dari bambu Cina, pada saat awal menanam bambu Cina, tidak terlihat adanya pertumbuhannya, tunas yang keluar juga tidak besar, dan lama sekali. Apa yang terjadi ? sebenarnya bambu tersebut bertumbuh kedalam, akarnya membesar dan menjalar kemana-mana, begitu telah siap maka dalam waktu sebentar saja bambu tersebut sudah menjulang tinggi.
Sebaliknya pada saat perusahaan mentargetkan angka penjualan, maka semua akan fokus pada angka yang ditargetkan, mereka tidak akan punya waktu untuk memikirkan prosesnya. Mungkin penjualan dapat di capai bahkan lebih dari yang ditargetkan, tetapi untuk mengulang kesuksesan penjualan tersebut belum tentu dapat dilakukan karena tidak tahu persis bagaimana mendapatkan penjualan sebanyak itu. Kalau ditanya pasti cari kastemer yang banyak.

Peluang emas yang perlu di raih
Menurut Mc Kinsey report yang berjudul unleashing Indonesia’s Potential yang diterbitkan bulan September 2012, mengatakan bahwa sekarang ini ekonomi Indonesia ada diurutan ke 16, dengan jumlah consumer mencapai 45 Juta. 53% populasi menghasilkan 74% dari GDP, dan 55 juta pekerja yang mempunyai skill, dan peluang untuk bidang jasa konsumen, pertanian dan perikanan, sumber daya dan pendidikan mencapai 0.5 Trillion US$. Pada tahun 2030 Indonesia akan menduduki peringkat ke 7 ekonomi dunia, dan mempunyai 135 juta konsumen. Pekerja yang mempunyai skill mencapai 113 Juta dan peluang pasar untuk bidang jasa konsumen, pertanian dan perikanan, sumber daya dan pendidikan mencapai 1.8 Trilliun US$.
Angka-angka yang diberikan oleh Mc Kinsey ini sangat menggiurkan, pertanyaannya adalah apakah kita akan menyaksikan pertumbuhan yang begitu pesat atau kita akan ikut ambil bagian dalam menikmati pertumbuhan yang besar tersebut. Untuk ikut serta menikmati pertumbuhan tersebut kita perlu terus memperbaiki cara kita, berarti kita harus fokus pada proses, perbaikan proses menjadi sangat penting dalam kita mengejar ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Akhir tahun 2012 adalah waktu yang sangat tepat untuk kita melakukan refleksi, dan membuat resolusi untuk tahun 2013. Saya sudah tidak sabar lagi memasuki tahun 2013, dengan segudang rencana yang akan dijalankan, dan bersama dengan team di Andal Software banyak yang akan kami kerjakan.
Saya atas nama seluruh team Andal Software menugcapkan selamat tahun baru 2013, semoga tahun 2013 adalah tahun berkah untuk kita semua.

Kamis, 13 Desember 2012

Industri Software Outlook 2013



Pertumbuhan pengeluaran TI di Indonesia sangat menggembirakan menurut research dari Business Monitor International, kenaikan yang terbesar di dominasi oleh software yang mencapai 16% dari 687 Juta USD di tahun 2012 menjadi 800 juta USD ditahun 2013, sedangkan TI services menduduki peringkat kedua, kenaikannya mencapai 14% dari 989 juta USD ditahun 2012 menjadi 1.1 Milyar USD di tahun 2013, sedangkan hardware mencapai 11 % dari 4.2 Milyar menjadi 4.7 Milyar di tahun 2013. Peningkatan belanja hardware yang hanya mencapai 11% ini sejalan dengan penetrasi PC yang angkanya hanya di bawah 10 %.
Pertumbuhan TI yang cukup baik ini di dorong oleh pemerintah dengan menggalakan penggunaan TI, disamping itu persaingan bisnis yang sangat ketat, banyak perusahaan terpaksa harus menggunakan TI karena dengan menggunakan TI akan membuat biaya lebih efisien.  Hal yang menggembirakan bagi pelaku TI adalah data jumlah perusahaan yang belum menggunakan TI masih cukup besar, jumlahnya dapat mencapai 30 – 35 juta perusahaan.
Kebutuhan akan TI yang masih besar ini terlihat juga dari kenaikan sales Andal Software dari tahun ke tahun yang pertumbuhannya diatas 50 % selama empat tahun berturut-turut. Tahun 2012 ini kenaikan penjualan Andal Software mencapai 85% lebih besar dibandingkan dengan tahun 2011, angka yang cukup besar untuk pertumbuhan software. Bila dilihat dari analisa potensi pasar Team Andal Software sangat yakin di tahun 2013 ini, penjualannya akan meningkat lebih besar lagi, diperkirakan bisa lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2012. Keyakinan ini di tunjang dengan data-data yang dimiliki oleh Andal Software, yang sudah kami kumpulkan selama tiga tahun ini. Kami mempunyai data jumlah perusahaan di Indonesia, berikut dengan jumlah karyawan, dan software payroll yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Pertanyaan yang selalu saya tanyakan pada diri saya sendiri adalah, bila kesempatan pasar yang ada diluar itu sangat besar sekali, bagaimana caranya kita dapat mengantisipasi pasar yang besar sehingga kita juga dapat mengambil porsi yang besar. Dari pertanyaan itulah saya banyak mendapatkan jawaban melalui banyak buku yang saya baca. Saya akan sharing apa yang saya temui pada saat mencari jawaban dari pertanyaan tersebut diatas, yang merupakan strategi yang akan kami lakukan pada tahun depan.

Pasar Software Payroll
Dari total penjualan selama tahun 2012, sebesar 80% perusahaan menggantikan software payroll yang telah mereka gunakan sebelumnya, kebanyakan dari software payroll mereka gunakan didapat dari vendor software atau buatan sendiri oleh team internal perusahaan tersebut. Sedangkan sisanya yang 20 persen menggunakan excel.
Yang menarik adalah mengapa angka replacement lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih menggunakan excel?, Hasil survey yang kami lakukan pada pelanggan yang memutuskan untuk mengganti aplikasi mereke ke aplikasi Andal Software adalah karena ketidak pusasan terhadap Service yang diberikan oleh software vendor sebelumnya. Pada saat kami temukan bahwa ketidak puasan terhadap service yang dilakukan, hampir semua vendor tersebut membuat software payrollnya semi custom atau custom. Membuat software semi custom atau custom, berarti software payroll yang mereka buat untuk customer yang satu dan lainnya berbeda, sehingga untuk men-support pelanggannya diperlukan pengetahuan yang berbeda antara support pelanggan yang satu dan lainnya. Hal ini tidak menjadi masalah saat jumlah pelanggannya belum banyak, begitu jumlah customernya meningkat, mereka tidak dapat lagi mempertahankan tingkat kepuasan layanan pelanggan.

Kekuatan sekaligus kelemahan
Didalam kekuatan pasti ada kelemahan, Andal Software telah memilih untuk menjadi industri software, artinya kita membuat paket software Payroll yang tidak dapat di ubah-ubah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Sehingga pada saat menjual software, semua pelanggan akan mendapatkan software yang sama, demikian juga bila kami mengeluarkan versi yang baru, maka semua pelanggan akan mendapatkan software upgrade yang sama. Walaupun softwarenya sama, tetapi kami masih dapat memenuhi banyak kebutuhan pelanggan kami, hal ini terbukti dari jumlah penjualan yang pertumbuhannya sangat baik dari tahun ke tahun, dan juga jumlah pelanggan yang cukup banyak.
Kekuatan dari paket software:

  • Menjual software dalam jumlah besar
  • Mudah untuk memberikan support ke pelanggan
  • Bila ada perubahan peraturan pajak, dapat melakukan penyesuaian dengan cepat, karena hanya mempunyai satu versi saja
  • Waktu delivery yang singkat
  • Harga relatif lebih murah dibandingkan dengan custom yang memiliki fungsi yang sebanding

Kekurangan dari paket software

  • Tidak semua perusahaan dapat menggunakan aplikasi paket
  • Kurang fleksible terhadap permintaan perubahan
Kalau memang mempunyai kekurangan dan tidak dapat melayani semua pelanggan mengapa mengambil keputusan untuk membuat paket software ? keputusan yang tidak mudah, tetapi dengan membuat paket, walaupun tidak dapat melayani semua perusahaan, tetapi kami dapat menjual jauh lebih banyak software dibandingkan dengan yang custom dan semi custom.

Pergeseran Kebutuhan Software Payroll
Pada awalnya perusahaan ingin menggunakan software hanya sekedar membantu melakukan perhitungan gaji di perusahaannya, kebutuhan software awal adalah software yang dapat menghitung gaji dan pajak PPh 21 dengan tepat. Sejalan dengan penggunaan software yang cukup lama, user menuntut lebih lagi, sekarang ini yang mereka butuhkan bukan lagi sekedar software yang dapat membantu untuk melakukan perhitungan dengan tepat, tetapi yang mereka butuhkan adalah software automation. Pergeseran kebutuhan ini sesuai dengan teorinya Clayton Christensen yang terlihat pada grafik dibawah ini ;
Disruptive Innovation Theory
Garis putus menunjukkan kebutuhan customer yang selalu meningkat sejalan dengan waktu, dan sebenarnya garis tersebut banyak dan paralel, karena kebutuhan setiap pelanggan tentang performance berbeda. Hal ini ditunjukan oleh gambar kurva yang ada disebelah kanan.
Garis lurus menunjukkan dari industri yang peningkatan performancenya biasanya lebih cepat dibandingkan dengan performance yang dibutuhkan oleh customer. Garis lurus yang diatas menunjukkan produk yang telah ada (incumbent), sedangkan yang dibawahnya adalah pendatang baru.
Pada saat garis lurus memotong garis putus, disitu customer merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, bila vendor meningkatkan lagi performancenya, maka peningkatan performance tersebut tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh si pengguna.
Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan akan performance sesuatu tekhnologi atau barang akan naik. Contohnya mobil, dulu power steering merupakan barang mewah, sekarang ini semua mobil mempunyai power steering.
Kalau dilihat dari kurva disruptive innovation diatas, perusahaan harus selalu melakukan innovasi (sustaining innovation), untuk dapat melakukan sustaining innovation harus mempunyai mekanisme untuk menangkap kebutuhan di pasar, Clayton Christensen mengatakan bahwa kita harus mengetahui What’s job to be done dari pasar. Team Andal Software banyak sekali mengumpulkan jawaban-jawaban What’s job to be done dari pasar, dan jawaban ini merupkan masukan yang sangat bagus untuk melakukan sustaining innovation.

Selasa, 04 Desember 2012

Bersyukur


Saya merasa mendapatkan banyak hal pada saat melakukan refleksi diri, khususnya di tahun 2012 yang sudah hampir berakhir, refleksi diri disetiap akhir tahun sudah menjadi kebiasaan saya selama beberapa tahun belakangan ini.
Di akhir tahun lalu saya mulai melihat lebih dalam kata bersyukur, dan saya mulai mencoba untuk mengucapkan syukur pada keadaan apapun yang saya alami. Memang tidak mudah untuk bersyukur dalam keadaan yang kita rasakan kurang enak, sangat sulit bersyukur pada saat kita mendapatkan sesuatu tidak seperti apa yang kita harapkan.
Pada saat saya ingin belajar mengucapkan syukur pada apa saja yang saya terima, saya merasa tantangan demi tantangan yang saya dapatkan. Saya berusaha keras untuk melihat semua sisi positif apa yang saya terima, saya selalu melihat hal apa yang dapat saya pelajari dari tantangan yang saya dapatkan. Saya teringat akan kalimat yang mengatakan “Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan”. Memang benar sekali pada saat saya mulai dapat melihat sisi positif banyak hal yang saya dapatkan. Saya dapat melihat tantangan yang ada menjadi lebih jernih lagi.

Mengubah Sudut pandang
Selama tahun 2012 saya banyak menceritakan peristiwa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu antara tahun  2002-2003 dimana, saya mengalami kejatuhan di Andal Software, dan saya selalu mengatakan bahwa “Seandainya pada tahun 2003 saya tidak mengalami kejatuhan, mungkin Andal Software tidak seperti sekarang keadaannya”. Setiap kali saya mengatakan kalimat tersebut, akan mengingatkan saya bahwa jatuhnya Andal Software di tahun 2003, memberikan pelajaran yang sangat berharga, yang membawa Andal Software seperti sekarang ini, memang belum sebesar apa yang dapat saya bayangkan, tetapi jalannya sudah terlihat sangat jelas sekali.
Dengan mengungkapkan hal tersebut saya mengakui bahwa tantangan yang saya dapatkan sebetulnya memberikan pelajaran untuk saya, agar saya dapat lebih baik lagi, dan tentunya saya meng-amini pendapat bahwa “Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan”
Diperlukan perubahan sudut pandang agar kita dapat menerima tantangan menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga.  Banyak terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh team Andal Software, tetapi kalau saya ingat kembali, justru dari kesalahan yang dilakukan oleh team di Andal Software yang membuat Andal Software memperbaiki sistemnya maupun produknya. Dari pengalaman ini saya pernah menuliskan di blog ini yang berjudul Kesalahan yang membawa berkah”, seandainya tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh team Andal, mungkin kita tidak memikirkan bagaimana caranya agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi, akibatnya kita banyak belajar untuk mengembangkan produk maupun cara kita bekerja. Disinilah sebenarnya terjadi “Learning Organization*)”, setiap anggota team selalu di pacu untuk terus belajar meningkatkan skill dan knowledge, untuk dapat membantu orang lain agar dapat bertumbuh juga, sesuai dengan mission Andal Software, “Helping Others Grow”.

Didalam kemalangan pasti ada kebaikan
Orang Cina mempunyai gambar Yin dan Yang seperti pada gambar disamping ini, gambar ini menunjukkan keseimbangan hampir disetiap kehidupan kita mengalaminya, ada siang dan malam, panas dan dingin, kesulitan dan kemudahan. Yang dapat saya petik dari pengalaman hidup selama ini disetiap kemalangan pasti ada kebaikan. Dan disetiap kemalangan kita dapat belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Saya belajar bahwa penggunaan kata yang kita ucapkan juga akan mempengaruhi perilaku kita, seperti kemalangan atau hambatan saya akan mengatakannya sebagai tantangan yang harus saya hadapi bukan harus dihindari, dengan menghadapi tantangan maka kita akan bertumbuh menjadi lebih baik lagi.

 *) saya akan menulis dalam satu artikel sendiri mengenai learning organization, yang diterapkan di Andal Software

Kamis, 29 November 2012

Menggali Potensi Diri


Disetiap akhir tahun saya sering flashback untuk memikirkan apa yang ingin saya capai dalam tahun berikutnya. Bulan ini adalah akhir bulan dari tahun 2012, bulan depan sudah memasuki tahun 2013, apa yang akan saya capai pada tahun 2013. Agar dapat mengikuti tulisan ini saya cerita tempat kelahiran saya. Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kampung di Slawi, Jawa Tengah yang pada saat saya SMA baru ada di peta, pada saat itu hanya ada empat jalan besar yang namanya sesuai dengan arah mata angin, Jalan Raya Timur, Jalan Raya Barat, Jalan Raya Utara dan Jalan Raya Selatan. Jalan Raya Utara dan Selatan adalah jalan yang paling ramai, karena merupakan jalan tembus antara Tegal dan Purwokerto.  Saya sempat mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Slawi, sekolahnya dibuat dari bilik, dan kalau kesekolah tidak memakai alas kaki.
Setelah empat puluh tahun berlalu saya melihat kehidupan teman-temanku ada yang berhasil menjadi tentara, politisi, dan juga ada yang menjadi buruh pabrik, supir dan Ibu rumah tangga. Rata-rata dari mereka tergolong dengan kategori pandai di kelas. Pada saat saya melakukan perenungan tentang arti hidup, dan saya flashback kebelakang ternyata banyak teman-teman ku yang mempunyai cita-cita luar biasa tingginya pada saat itu, sehingga saya kagum, setelah empat puluh tahun lebih berubah total, cita-citanya yang setinggi langit itu kandas dan hilang ditelan bumi. Hal ini yang memberikan banyak pertanyaan dalam diri saya, dan pikiran saya mulai me-layang-layang  dan ber-andai-andai. Apakah temanku yang menjadi buruh di pabrik yang sekarang sudah mulai pensiun dianggap berhasil ? karena dia sudah dapat menyekolahkan anaknya sampai ketingkat perguruan tinggi ? Apakah seandainya temanku itu mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih tinggi lagi akan berbeda hidupnya ? Bila teman-temanku ada dilingkungan yang berbeda apakah mereka akan mempunyai kehidupan yang berbeda pula ?

Ukuran keberhasilan
Setiap orang mempunyai cita cita yang berbeda, apakah keberhasilan diukur kalau seseorang dapat mencapai cita-citanya ?  Dari beberapa teman yang beberapa tahun yang lalu mempunyai cita-cita tertentu dan sekarang telah mendapatkannya, maka mereka merasa bahwa itu adalah keberhasilan.
Sekarang ini sudah menjadi ukuran umum, bahwa keberhasilan selalu diukur dengan berapa barang yang dimiliki, berapa besar rumah yang dimiliki, dan mobil apa yang digunakan ?. Setiap orang ingin sekali dianggap sukses didalam hidupnya, dan kalau lingkungan menilai bahwa kebendaan diatas sebagai ukuran kesuksesan maka sekarang banyak sekali orang yang berlomba-lomba mengejar simbol kesuksesan diatas dengan segala cara.

Tidak ada jalan pintas 
Peter F. Drucker didalam salah satu bukunya mengatakan bahwa uang adalah merupakan reward/imbalan terhadap apa yang kita lakukan. Sehingga pada saat kita melakukannya dengan baik dan benar maka kita akan mendapatkan rewardnya. Saya teringat akan suatu cerita kepompong, pada suatu ketika ada seorang anak yang sedang melihat kepompong yang akan menjadi kupu-kupu, dia melihat kepompong tersebut bergelut untuk dapat keluar dari kepompongnya yang lubangnya sangat kecil, sehingga terlihat sangat sulit untuk dapat keluar dari kepompong tersebut. Kemudian anak tersebut mempunyai suatu ide, untuk membantu kepompong agar dapat dengan mudah keluar dari kepompongnya, maka diambilnyalah gunting, dan kepompongnya di gunting, sehingga sang kepompong dapat keluar dengan mudah.
Apa yang terjadi pada saat kepompong tersebut keluar ? ternyata perutnya besar, dan bulu untuk terbang tidak terbentuk, sehingga tidak lama kemudian kepompong tersebut mati.  Setelah diselidiki, bahwa pada saat kepompong tersebut bersusah payah untuk keluar dari kepompongnya. Lubang yang kecil akan menekan perutnya yang banyak cairan, dan cairan tersebut akan mengalir ke sayap dan bagian tubuh yang lain, sehingga menjadi kuat dan dapat terbang. Karena cairannya di tekan maka perutnya pun menjadi kecil.
Dalam hidup manusia juga sama, kita sering sekali diberikan tantangan dan cobaan yang kadang kita merasa beban tersebut terasa berat, tetapi kalau kita sudah dapat melewati beban tersebut kita akan bertumbuh, seperti sayap kupu-kupu yang berasal dari kepompong yang diberi kekuatan karena dialiri cairan dari perutnya dengan kesakitan yang luar biasa.
Pengalaman saya pada akhir tahun 2002 dimana perusahaan yang saya bangun sudah terlihat tanda-tanda akan jatuh, dan titik terendahnya pada tahun 2003. Pada saat itu saya merasakan beban yang begitu berat, tidak mempunyai jalan keluar, kelihatannya semuanya buntu. Sekarang saya baru tahu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang sangat indah yang diberikan kepada saya, dari kejadian tersebut saya mulai menyadari banyak hal, saya mulai dekat dengan Tuhan, membaca banyak buku, dan mendapatkan teman-teman yang sangat positif yang dapat mempengaruhi hidup saya lebih baik lagi, rupanya itulah yang disebut dengan turning point dalam kehidupan.

Belajar, Belajar dan Belajar
Sebelum saya melewati turning point saya sudah suka membaca buku, sekarang saya lebih banyak lagi membaca buku. Awalnya pada saat kejatuhan saya berjalan di suatu toko buku di daerah Senayan, dan saya mendapatkan buku yang menceritakan persis seperti yang saya alami. Pada saat itu saya berpikir, seandainya saya mendapatkan buku tersebut sebelum saya jatuh, mungkin saya tidak akan terperosok jauh seperti pada saat itu. Sejak saat itulah saya mulai banyak membaca buku, dari buku pengembangan diri, leadership, cerita-cerita sukses perusahaan besar, hampir semua buku besat seller saya baca.
Kemudian saya mulai mengubah mencari lingkungan pergaulan yang baru, dan banyak sekali saya melakukan diskusi dengan teman-teman baru, apa yang saya dapatkan ? saya mepunyai sudut pandang yang baru. Perubahan sudut pandang banyak membantu saya sekarang ini dalam menyelesaikan banyak masalah yang terjadi didalam kantor maupun didalam kehidupan. Saya merasa persoalan yang timbul merupakan ujian untuk naik kelas, dan selalu didalam kesulitan yang saya dapatkan saya akan mendapatkan sesuatu yang saya tidak dapat melihat pada saat itu.
Persis seperti yang dikatakan oleh Einstein, bahwa kita tidak dapat menyelesaikan masalah yang sama dengan pengetahuan yang sama. Pada saat kita mendapatkan masalah, kita harus dapat mengembangkan diri kita, agar kita dapat melihat masalah tersebut lebih jelas lagi. Sehingga setiap kali mendapatkan masalah artinya kita akan dapat mengembangkan diri kita, dan potensi yang ada dalam diri kita dapat tergali.

Setelah melayang-layang pikiran saya kembali ke teman-teman saya, dan saya mulai berpikir lagi, seandainya mereka mempunyai kesempatan untuk dapat bergaul dengan teman-teman yang positif seperti dilingkungan yang sekarang saya miliki, seandainya mereka mau membaca buku-buku pengembangan diri yang telah saya baca, Apakah mereka dapat menggali potensi diri mereka lebih dari seperti apa yang dapat mereka lakukan seperti sekarang ini ? kembali lagi bahwa hidup ini adalah pilihan, bagaimana kita memilih dalam menjalani hidup ini. Dan tidak ada jalan pintas, kita perlu memperjuangkan untuk dapat menggali potensi diri kita. Saya sangat yakin kalau kita mau membayar harganya, kita pasti dapat menggali potensi diri kita, dan kemakmuran hanya sebagai upahnya saja.