Minggu, 20 Januari 2013

The Pyramid Of Success

Setiap akhir tahun kita punya acara meeting yang sangat spesial, biasanya saya memberi tahukan keseluruh team Andal Software apa yang telah dapat kita raih, dan apa yang akan kita kejar di tahun mendatang. Tahun 2012 merupakan tahun yang sangat istimewa bagi Andal Software, karena tahun ini merupakan tanda bahwa pembangunan infrastruktur sudah terlihat dan berjalan dengan baik, kedepan Andal Software masih akan memperkokoh pembangunan infrastrutur.
Pembangunan infrastruktur dimulai dari pembangunan team yang kuat, judul diatas diambil dari Pengalaman John Wooden yang digunakan sebagai coach dan dituliskan dalam bukunya yang bukunya yang berjudul Wooden on Leadeship. Saya merasa bahwa buku terebut sangat bagus sekali dalam menuntun kita untuk mengembangkan team. Prinsip yang di gunakan oleh Wooden adalah The Pyramid of Success yang dibuat oleh Wooden sendiri.

The Journey Is Better Than The Inn
John Wooden mengatakan “Whatever coaching and leadership skills I posses were learned through listening, observation, study, and then trial and error along the way”.
Saya suka sekali dengan prinsip tersebut, untuk menjadi seorang leader yang baik, kita harus dapat mendengarkan. Pada awalnya saya merasakan susah sekali untuk mendengarkan apalagi kalau dari team, karena saya merasa bahwa sayalah yang paling tahu dan paling bisa diantara team. Tetapi apa yang terjadi manusia memang punya keterbatasan, dan masing-masing manusia punya kelebihan. Kalau saya tidak bisa mendengarkan orang lain berarti saya tidak dapat menghargai pendapat orang lain, artinya saya tidak dapat menerima masukan dari orang lain. Akhirnya saya cape sendiri, karena semuanya harus dipikirkan sendiri.
Dan yang menarik dari pernyataan John Wooden diatas adalah trial and error, kalau kita menyadari bahwa kita harus melakukan trial and error, artinya kita bisa saja melakukan kesalahan karena mencoba. Bagaimana seandainya kita tidak melakukan kesalahan apakah bisa ?, dari pengalaman saya, saya merasa ragu kalau orang tersebut tidak pernah melakukan kesalahan, artinya dia tidak banyak untuk mencoba hal baru. Makin sering seseorang mencoba hal baru, kemungkinan membuat kesalahan makin besar pula, disitulah sebenarnya kita belajar.
Di Andal Software dinamika organisasi berkembang sangat pesat sekali, artinya kita sering melakukan perubahan dan hal-hal baru, kalau sering melakukan hal baru, artinya kita juga sering mengalami kesalahan, tetapi dari kesalahan tersebut kami belajar banyak sekali.
Kita dapat saksikan pada saat pertemuan akhir tahun 2012, team Andal Software merasa belajar banyak, bukan karena mereka dipaksa untuk belajar, melainkan melalui perubahan dan percobaan untuk melakukan hal yang baru. Disitulah kita akan bertumbuh dan berkembang, kita dapat melihat sebenarnya tekanan pekerjaan di Andal Software sangat besar sekali, tetapi mereka tidak terlihat stress, tetapi mereka enjoy dengan apa yang mereka lakukan. Team Andal Software mempunyai ciri yang berbeda-beda dan keragaman ini yang membawa dinamika di dalam organisasi. Seperti misalnya ada yang ahli dalam menangani masalah yang sudah lama tidak dapat diselesaikan, ada juga yang sangat sabar, sering kastemer marah-marah karena panik, tetapi dia dapat menanganinya dengan tenang, yang akhirnya kastemer tersebut merasa tidak enak sendiri. Didalam meeting banyak sekali ide-ide baru yang muncul dalam menyelesaikan masalah yang ada, dan ide yang sederhana kadang berdampak sangat luar biasa.
Contohnya pada tahun 2012 dari data yang ada, waktu implementasi yang paling lama adalah mendapatkan data dari kastemer, bisa sampai 1-3 bulan, dan memang ini adalah masalah kastemer, tetapi kami pikirkan juga kenapa bisa lama ?, dan setelah melakukan beberapa kali percobaan, maka pada tahun 2013 ini, kami ubah organisasinya dan ubah cara pengumpulan datanya, sekarang ini sudah terlihat hasilnya paling lama satu minggu data sudah siap untuk dilakukan implementasi. Ini persis seperti yang dikatakan oleh John Wooden “The Joy is in the journey of pushing yourself to the outer limits of your ability and teaching your organzation to do the same”. Artinya dalam meraih sesuatu yang terpenting adalah prosesnya bukan hasilnya.
Kalau begitu apakah Andal Software tidak mementingkan hasil ?, ya kita sangat mementingkan hasil, terbukti setiap tahun kami membuat target, dan dari target ini kami selalu meningkat terus pencapaiannya. Perbedaannya adalah pada saat kita membuat target kemudian kita pecah menjadi task kecil, bagaimana caranya dapat mencapai target tersebut, dan proses kecil-kecil inilah yang selalu kita amati dan evaluasi. Kemudian kita buat perubahan proses yang lebih baik lagi. Pada saat kita membuat challenge untuk mendorong kemampuan team Andal Software mencapai limitnya, maka mereka akan belajar banyak, dan mereka akan menikmati apa yang mereka lakukan. Ini sangat terlihat di dalam video End Of Year 2012 Review Meeting, perhatikan wajah team Andal yang penuh antusiasme dan senyuman, keadaan seperti ini tidak dapat dibuat-buat, mereka mengatakan dari dalam hati mereka. 









Ini juga terbukti dari pencapaian Andal Software di tahun 2012, saya sangat bangga pada team Andal Software yang bekerja begitu keras tanpa mengeluh, team Andal dilarang mengeluh setelah baca bukunya John Gordon “No Complaining Rule”.

Lapisan Pertama Dalam Membangun Team
Disebelah kiri bawah the Pyramid of Success adalah Industriousness, John Wooden ingin membedakan antara industriousness dan work, kalau work atau bekerja orang dapat saja bekerja dari jam 8.00 – 17.00 tetapi mereka asal bekerja hanya menunggu selesai jam 17.00, kalau menurut definisi John Wooden ini bukan bekerja, dia melihat bekerja adalah benar bekerja yang dapat menghasilkan terbaik dari dalam dirinya. Saya tahu persis team Andal Software tidak ada yang main-main, mereka benar-benar fokus pada saat bekerja walaupun diliputi oleh suasana kegembiraan, kadang saling tertawa, tetapi saya tahu mereka sangat produktif, mereka bertanggung jawab atas pekerjaannya masing-masing. Ini terbukti pada saat saya menjanjikan untuk menyelesaikan pekerjaan, kalau saya belum selesai mereka akan menanyakan pada saya, apakah sudah selesai atau belum. Kebebasan seperti ini yang saya banggakan walaupun mungkin di tempat lain suatu hal yang aneh kalau anggota team menanyakan pekerjaan yang dikerjakan oleh bossnya udah selesai atau belum, di Andal Software merupakan hal yang wajar, dan saya dapat menerima dengan senang hati. Karena ini tandanya mereka focus pada proses yang menjadi tanggung jawab mereka.
Ujung bawah sebelah kanan adalah enthusiasme, John Wooden mengatakan “If you lack enthusiasm for you job, you cannot perform to the best of your ability. Success is unattainable without Enthusiasm” antusiasme atau semangat yang dimaksudkan bukannya semangat yang dibuat-buat, tetapi semangat yang timbul dari dalam dirinya, karena mereka mencintai apa yang mereka kerjakan. Saya sering mendengar yang keliru, sukses terjadi kalau saya mengerjakan yang saya sukai. Dari pengalaman saya hal ini justru sangat sulit untuk sukses, karena bagian dari sukses adalah saya harus mencintai pekerjaan yang tidak saya sukai. Pada saat saya mengerjakan pekerjaan yang tidak saya sukai, dan saya dapat mengerjakannya saya akan bertumbuh, dan kalau ini dapat dilakukan terus menerus kita dapat mencapai sukses, karena perkembangan dan pertumbuhan pengetahuan maupun wawasan saya menjadi besar sekali.
John Wooden menegaskan lagi bahwa “Combined, industriusness and Enthusiasm create an irreplaceable component of great leadership. Hard work and enthusiasm are contagious. A leader who exhibits them will find the organization does too”
Ditengah kaki pyramid yang terbawah berisi Friendship, Loyalty dan Cooperation. Yang dimaksud Friendship oleh John Wooden bukannya sebagai teman biasa, Friendship disini adalah pertemanan yang sejati, secara timbal balik kami dapat saling memberi yang terbaik dari apa yang dapat kita lakukan. Loyalty itu di dapatkan bukan diberikan hal ini digaris bawahi oleh John Wooden “Loyalty Will not be Gained unless first given, To be effective, you must have real loyalty from those you lead. First, be true to yourself and your core values. Then be true to those under your leadership. Remember: “All that we send out to others, comes back to us” Send out loyalty and it will be returned in abundance.”
Dalam cooperation John Wooden mengutip kata kata dari Lao Tze yang mengatakan bahwa Leader yang terbaik adalah pada saat pekerjaan yang dilakukan oleh team itu selesai, team tersebut mengatakan bahwa kami sudah melakukan pekerjaannya sendiri. Coopertion tidak mudah dilakukan karena ini menyangkut dengan ego sang leader, karena mendengarkan orang lain, mengevaluasi dan  merangkul pendapat orang lain dan kreatifitasnya sangatlah tidak mudah untuk seorang pemimpin yang biasanya berpendapat bahwa sang pemimpinlah yang paling tahu dan paling mengausai.  John Wooden mengatakan bahwa seorang leader yang efektif “understands that it is a sign of strength to welcome honest differences and new ways of thingking from those on your team as well as from others”
Untuk dapat menerapkan fondasi leadership ini, akan berdampak sangat luar biasa didalam organisasi, tidak mudah memang untuk mencapai kesana, kesulitannya biasanya terletak pada sang leader yang mempunyai ego yang sangat tinggi. Tetapi kalau ini dapat dilakukan organisasi tersebut akan berkembang sangat pesat. Kadang saya tidak sabar untuk melihat hasil yang lebih besar lagi, tetapi kesabaran yang tinggi sangat diperlukan dalam membangun team yang solid.

Jumat, 04 Januari 2013

Kebanggan Seorang Leader



Sudah menjadi suatu tradisi disetiap akhir tahun kita tutup dengan meeting, kemudian makan bersama, yang biasanya jatuh pada tanggal 31 Desember. Pada tahun ini tanggal 31 Desember jatuh pada hari Senin sehingga kami libur, dan meeting akhir tahun kita adakan pada tanggal 2 Januari 2013.
Sekitar pukul 9.00 pagi hari para manajer berkumpul untuk melakukan evaluasi selama tahun 2012 dan apa yang akan kita lakukan di tahun 2013. Di manajer meeting kita selalu membahas tentang strategi apa yang akan kita jalankan untuk mencapai target yang telah kita tentukan. Sedangkan pada meeting bersama yang biasa disebut dengan all member meeting, kita membahas langkah apa yang akan kita tempuh untuk mencapai target di tahun 2013.
Meeting all member ditutup dengan meminta setiap anggota team untuk menyampai kesan yang paling mendalam selama tahun 2012 dan harapan yang ingin dicapai di tahun 2013. Semua team mengatakan bahwa suasana kekeluargaan di Andal Software sangat kental sekali, sehingga banyak sekali kenangan yang tidak dapat dilupakan selama tahun 2012, beberapa mengatakan bahwa mereka belajar banyak walaupun masa kerja mereka belum satu tahun. Suasana pada saat mereka menyampaikan pesan dan kesan memang terlihat sangat santai banyak tertawa, dan kadang ada yang mnyeletuk sesuatu ada yang suka ngeledek yang lainnya, susah untuk dituliskan suasana kegembiraan yang terpancar di wajah masing-masing team Andal Software.
Dan mereka ramai-ramai memaksa saya yang terlebih dahulu memberikan pesan dan kesan ini, saya merasa bangga pada team Andal Software terutama pencapaian target, kerja keras dan kreativitas yang mereka tunjukan selama tahun 2012, saya sangat bangga dengan mereka semua. Semangat mereka yang luar biasa dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
Setelah meeting all member selesai, kita pergi ketempat makan all-you-can-eat, rumah makan itu seperti milik Andal Software, karena suara kita paling keras, serasa tidak ada tamu lain. Walaupun rumah makan itu penuh, karena kita menempati sepertiga dari rumah makan itu. Satu team semuanya ikut, tidak ada kecuali, dan semuanya dapat menyatu tanpa membedakan jabatan di kantor, serasa lepas mereka bercanda dan tawa.
Setelah selesai makan sekitar pukul 14.00, sebagian besar melanjutkan karaoke, dan sebagian lagi pulang ke rumah masing-masing, saya sendiri tidak ikut karaoke.
Foto-foto kegiatannya dapat di lihat di https://www.facebook.com/groups/AndalSoftware/photos/

Jumat, 28 Desember 2012

The Game is Changing



Saya selalu percaya dengan adanya penemuan tekhnologi akan terjadi perubahan yang sangat besar, dimulai dari penemuan mesin penggerak. Maka terjadi revolusi industri, semua dibuat dengan mesin sehingga harga barang menjadi lebih murah, lebih terjangkau dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Sekarang ini Teknologi Informasi sedang mengubah dunia, dengan adanya Teknologi informasi banyak mengubah kehidupan manusia dan bisnis tentunya. Banyak bisnis yang menguasai dunia sekarang mengalami kesulitan bahkan banyak yang sudah tidak terdengar lagi.
Beberapa tahun yang lalu banyak sekali toko musik menjual CD dan film ada dimana-mana, sekarang ini banyak toko musik sudah tidak ada lagi. Produser rekaman musik yang sering disebut dengan label marak beberapa tahun yang lalu sekarang ini juga sudah tidak terdengar lagi. juga banyak yang berguguran, karena sekarang seorang penyanyi amatir atau group band pemula dapat melakukan rekaman di rumah kemudian hasil rekamannya dapat di upload ke internet dan penyanyi atau group band tersebut menjadi terkenal, dan akan mendapatkan uang dari show yang dilakukannya, bukan lagi dari penjualan CD. Karena hasil dari tour akan jauh lebih besar dibandingkan dengan penjualan CD.

Changing the battle field
Teknologi informasi mempunyai andil yang cukup besar, dalam hal berkurangnya jumlah toko musik yang cukup besar. Membeli musik online jauh lebih mudah dibandingkan dengan membeli musik di toko. Kita bisa membeli musik yang disukai saja, dan dapat melihat berapa banyak yang membeli, bahkan kita dapat membaca reviewnya sebelum membeli, atau mencoba untuk mendengarnya dengan mudah. Kemudahan dalam mendapatkan informasi sebelum membeli menjadi kenyamanan yang tidak akan didapatkan bila kita membeli musik di toko musik.
Dengan adanya teknologi informasi, peperangannya bukan lagi terjadi antar record label atau antar toko musik. Tetapi terjadi perubahan pertarungan dalam hal kenyamanan cara membeli musik. Itune salah satu toko musik terbesar di dunia, kita hampir dapat menemukan lagu apa saja, tanpa harus dibatasi karena ketersediaan ruangan toko.
Dengan teknologi informasi memungkinkan perubahan bisnis model yang tidak mungkin dilakukan sebelum adanya teknologi informasi, seperti misalnya Skype yang menggunakan bisnis model Freemium, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya teknologi informasi. Jadi dengan adanya teknologi informasi memang mematikan beberapa bisnis, tetapi akan melahirkan bisnis baru yang lebih banyak lagi, karena menciptakan peluang yang lebih besar lagi.

Bagaimana Dengan Industri Software sendiri ?
Selama saya menggeluti industri software hampir dua puluh lima tahun, terjadi banyak perubahan. Pada awalnya marak sekali membuat software sesuai dengan pesanan, dan memang menjadi besar. Karena perusahaan sofware pada saat itu tidak sebanyak sekarang. Persaingan di dunia software awalnya adalah resource tidak banyak orang yang dapat membuat program, dengan banyaknya universitas di bidang TI maka lulusan baru banyak bermunculan, membuat program juga makin mudah dengan kemudahan tools yang ada.
Andal Software sendiri telah mengganti model bisnis nya beberapa kali. Sekarang ini kami sedang dalam transisi untuk mengubah bisnis modelnya ke services, dan yang disebut sebagai multi side business model, dalam setiap perubahan bisnis model kita harus mempunyai strategi yang matang, kami pernah mengalami kejatuhan pada saat mengubah bisnis model dari mass market ke enterprise.
Pertanyaan yang menarik sebetulnya kapan kita harus memikirkan untuk perubahan ? kami selalu memantau perkembangan teknologi baru, terutama perkembangan dari sisi device, karena software akan sangat berpengaruh dengan penggunaan alat, pertumbuhan software tidak dapat di lepaskan dari pertumbuhan penggunaan alat, dan yang kedua adalah internet, pertumbuhan internet yang semakin cepat dan semakin murah akan mempengaruhi prilaku pengguna software.
Hal yang sangat penting didalam melakukan bisnis software kita harus selalu melihat dari sisi bisnis, beberapa tahun yang lalu saya pernah ditanya, mengapa Andal Software tidak menggunakan Open Source ? jawaban saya adalah “Karena pemakai windows masih 80% dari semua pengguna PC, maka pasar saya lebih besar kalau membuat software dengan berbasis Microsoft, walaupun saya harus membeli lisensinya”. Keputusan yang dibuat bukan saya harus membayar atau gratis, tetapi pada saat saya mengembangkan aplikasi berapa besar potensi pasar yang dapat kita ambil. Bila potensi pasarnya kecil sudah pasti tidak menarik. Kemudian saya lanjutkan pernyataan saya, kalau OS opensource dapat menguasai lebih dari 50 % maka saya akan pindah menggunakan open source. Saya merasa keputusan yang saya ambil betul sekali, walaupun sekarang ini sedang terjadi pergeseran yang lain, tetapi masih dalam pengamatan di Andal Software, dan sekarang ini kami sedang mempersiapkan perubahan seperti apa yang akan kami ambil. Pada masa seperti sekarang ini kami harus lebih waspada lagi terhadapat perkembangan teknologi, kami tidak boleh meninggalkan expertise yang sekarang ini, dan di lain pihak kami harus dapat mengikuti teknologi yang akan naik nantinya. Sehingga pada saat terjadi perubahan kami sudah siap untuk berubah. Dalam masa seperti ini learning organization yang saya tulis minggu lalu di blog ini menjadi sangat penting.
Sama halnya pada saat kami memutuskan untuk membuat payroll software, mengapa bukan ERP. Kami melihat kalau Payroll software itu lokal artinya payroll di Indonesia tidak sama dengan Payroll di negara lain, sehingga kami membatasi persaingan dengan software dari luar. Karena untuk menggarap software payroll di Indonesia skalanya terlalu kecil untuk perusahaan Internasional, sedangkan untuk perusahaan lokal masih besar. Sampai kapankan Andal Software membuat software Payroll ? kalau keputusan untuk memilih payroll tidak tergantung pada teknologi, kami sudah mulai membuat payroll sejak menggunakan OS nya DOS, sampai sekarang masih tetap payroll, dan saya prediksi sepuluh tahun kedepan Andal Software masih akan menggeluti Payroll, hanya mungkin dengan teknologi yang berbeda, saya belum tahu sepuluh tahun kedepan teknologi apa lagi yang akan digunakan.
Kebutuhan dari kastemer juga mengalami perubahan dari masa ke masa, pada awal Andal Software membuat paket software kebutuhan user adalah agar software tersebut dapat membantu mengerjakan pekerjaan rutin yang memakan banyak waktu. Sekarang ini sudah berbeda tuntutannya, dari bisa menghitung dengan benar ke automation. 
Yang pasti bulan Oktober 2013 kami akan meluncurkan versi baru dengan konsep baru, sehingga akan memudahkan perhitungan payroll di perusahaan, versi baru ini dibuat dari hasil research beberapa tahun dari permasalahan yang banyak dihadapi di tempat kastemer. Konsep baru ini tidak mungkin didapatkan kalau tidak mempunyai jumlah kastemer yang banyak dan bukan paket, itulah kekuatan dari software paket.

Sabtu, 22 Desember 2012

Learning Organization



Usaha didunia IT mempunyai tantangan yang luar biasa, karena perkembangan dunia IT sangat pesat sekali, didalam buku yang ditulis oleh Teguh S Pambudi yang berjudul Riding The Wave; Strategi Andal Menaklukan Industri Software, dituliskan bahwa perusahaan IT yang dapat menaiki gelombang maka perusahaan akan naik, tetapi tidak sedikit pengusaha IT yang tergulung oleh gelombang, jadi bukannya menaiki gelombang tetapi tergulung oleh gelombang.
Di Jakarta sudah banyak perusahaan IT yang beberapa tahun lalu mempunyai nama yang besar, dan sekarang ini sudah tidak terdengar lagi. Apakah memang begitu nasibnya ? Apa yang membuat perbedaan antara perusahaan yang berkembang dan perusahaan yang berkembang besar kemudian jatuh ?. Andal Software juga nyaris tergulung gelombang dan namanya sudah hampir tidak terdengar lagi. Pada kesempatan ini saya ingin sharing pengalaman saya yang hampir dua puluh lima tahun mengelola Andal Software. Dan sebelum mendirikan Andal Software saya sudah pernah mendirikan lebih dari satu perusahaan dan hampir semuanya cukup berhasil menurut ukuran finansial.

Dilema Seorang Pendiri
Bila mengingat awal mendirikan Andal Software, orang yang paling tahu dan paling bisa tentu saja pendirinya. Karena memang Pendiri perusahaan lah yang mempunyai ide, dan pada saat mendirikan perusahaan tentunya saya sudah tahu perusahaan yang saya dirikan bakal menjadi seperti apa, bahasa manajemen namanya VISI.
Seperti biasanya perusahaan start up, pendiri perusahaan sudah biasa mendapatkan jabatan direktur. Pada saat itu saya belum lama lulus sebagai Master Of Business Administration, dan jurusan tersebut masih baru di saat itu. Memang saya belajar banyak tentang manajemen, finance, marketing, dan business.
Model kepemimpinan yang saya terapkan adalah top down, artinya semua yang memikirkan saya dan team yang lain tinggal mengikuti perintah dari saya. Memang benar perusahaan dapat berkembang dengan pesat, tetapi pada suatu titik saya merasa stagnan, untuk meningkatkan lebih besar lagi sangat sulit, pekerjaan saya sendiri semakin banyak yang harus dikerjakan.
Pada saat seorang Pendiri dan sebagai direktur merasa dirinya tahu segalanya dan serba bisa, maka teamnya tidak akan berkembang, team bekerja hanya berdasarkan perintah dari atasan, kalau tidak diperintah tidak berjalan.
Akibatnya adalah kecepatan pertumbuhan makin lama makin menurun, karena yang berpikir dan bekerja hanya satu orang yaitu sang Direktur.  Maka untuk memperbesar perusahaan secara umum yang dilakukan adalah memperbesar organisasi, sedangkan kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan sangat terbatas. Untuk memerintah dan memikirkan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang bukanlah pekerjaan yang mudah, tentunya dengan jumlah karyawan yang cukup besar, pada saat itu jumlah karyawan lima puluh orang.
Saya banyak membaca buku mengenai sikap, sebetulnya permasalahan yang terjadi adalah masalah sikap si Pendiri yang menyebabkan semuarnya terjadi. Buku John C Maxwell yang berjudul The Winning Attitude bagus sekali membahas sikap seperti apa agar seorang leader dapat membawa organisasinya naik.

Turning Point
Di penghujung tahun 2002 merupakan titik balik, dimana saya sudah mengetahui Andal Software akan jatuh dan tidak menyangka bahwa jatuhnya seperti lompat dari ketinggian tanpa payung, artinya terjun bebas. Permasalahan utama bukan dari penjualan produk, tetapi lebih ke hasil dari produk yang tidak matang. Saya tidak mengetahui persis apa yang terjadi di lapangan, dan juga tidak mengetahui kebutuhan pelanggan yang sebenarnya, sehingga produk yang dibuat banyak yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Penyesuaian dengan kebutuhan pelanggan inilah sebetulnya pangkal masalah dari kejatuhan Andal Software di penghujung tahun 2002.
Komunikasi didalam organisasi tidak lancar cenderung searah, sehingga seorang direktur tidak mengetahui persis yang terjadi di lapangan. Ini persis seperti badan kita pada saat kaki terkena besi panas tetapi tidak dapat merasakan panasnya besi, sehingga besi tersebut diinjak, kemudian panasnya berasa setelah kakinya luka.
Adanya titik balik inilah saya mulai membaca banyak buku, dari buku pengembangan diri, relationship, buku tentang leadership, maupun buku-buku tentang perusahaan IT seperti Microsoft, Quicken dan lainnya, saya ingin mengetahui bagaimana perusahaan-perusahaan IT bisa bertumbuh menjadi besar, faktor apa saja yang mempengaruhi perusahaan IT menjadi besar. Banyaknya buku yang saya baca dan perubahan lingkungan pergaulan saya, banyak mengubah pola pikir. Perubahan yang paling saya rasakan adalah perubahan Sikap yang memang secara disengaja untuk memiliki sikap yang lebih baik lagi agar dapat membawa Andal Software naik lebih tinggi lagi.

Helping Others Grow
Hasil dari banyak membaca buku tersebut, kami memutuskan untuk mengubah misi kami menjadi Helping Others Grow, dalam membangun bisnis konsepnya harus banyak membantu orang untuk dapat bertumbuh, dan yang pertama sekali harus dikembangkan adalah team internal sendiri. Saya ingat kalimat dari Shep Hyken dalam bukunya yang berjudul The Cult of The Customer, mengatakan bahwa kita tidak bisa mengharapkan team kita memberikan service yang baik terhadap pelanggan bila anggota team didalam tidak diperlakukan seperti apa yang ingin kita lakukan terhadap customer kita.
Kami berpikir keras bagaimana caranya membuat software payroll yang dapat membantu pelanggan yang menggunakan dapat bertumbuh, bila software yang digunakan sangat mudah dan dapat membantu mengerjakan hal hal yang rutin, maka pengelola payroll mempunyai cukup waktu untuk menganalisa perhitungan payrollnya, dan juga mempunyai waktu untuk membenahi sistemnya juga.
Untuk dapat membuat produk seperti itu, maka team Andal Software juga harus mempunyai pengetahuan yang cukup, kalau tidak bagaimana kami dapat membantu pelanggan.
Organisasi Andal Software membagi sesuai dengan proses, dan pembagian menjadi pekerjaan yang sederhana sehingga mudah dilakukan, setiap divisi dari proses yang berhubungan dengan customer kami meminta mereka untuk mecatat temuan yang didapat dari customer, sehingga kami mempunyai data yang cukup banyak apa yang diharapkan dari customer. Data ini dapat kami gunakan untuk pengembangan produk maupun peningkatan layanan kami.
Dalam pertemuan rutin setiap divisi mereka biasanya membahas bagaimana cara meningkatkan proses mereka untuk mencapai goal yang lebih tinggi lagi. Kami mengadakan pertemuan semua team Andal Software setiap bulan, pada pertemuan tersebut kami biasanya membahas isu global, dan sharing knowledge antar divisi. Dari pertemuan-pertemuan rutin ini, anggota team Andal Software selalu dipacu untuk memikirkan proses yang lebih baik lagi, ini adalah proses pembelajaran yang paling efektif. Tidak mudah untuk memulai agar setiap anggota team dapat berpartisipasi, tetapi sekali dapat dicapai pertumbuhan organisasi akan pesat sekali.