Selasa, 23 November 2010

Launching tiga produk sekaligus

Dua tahun yang lalu kami meluncurkan produk baru dengan konsep desain menggunakan object, dan mengubah cara mengelola payroll. Banyak hal yang sebelumnya sulit di lakukan oleh user dapat dilakukan dengan mudah dengan aplikasi Andal PayMaster 2009. Setelah dua tahun di pasar, kami mendapatkan banyak sekali masukan dari para pemakai, dari hasil masukan tersebut kami melakukan banyak perubahan dan perbaikan bugs, dan mucullah Andal PayMaster 2011, Andal Kharisma 2011 dan yang paling baru adalah Andal Time Tracker 2011.

Setiap peluncuran produk baru saya terutama banyak disibukan oleh persiapan peluncuran produk, sebetulnya yang banyak menguras pikiran tenaga, bukan event launchingnya tetapi banyak hal yang perlu direncanakan masak masak, kami harus dapat membuat strategi GO TO Market yang handal. Sudah dua tahun terakhir ini penjualan Andal Software naik secara signifikan, ini disebabkan oleh team work yang luar biasa baiknya, dan dengan temwork yang baik, kami dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik pula.

Pencapaian penjualan kami mencapai 112 % bila dibandingkan antara tahun 2008 dengan tahun 2009, ini menunjukkan sambutan pasar yang luar biasa besarnya untuk produk Andal PayMaster 2009. Dan pada tahun 2010 yang belum selesai ini pencapaian pemasaran kami sudah mencapai 82 % dibandingkan dengan tahun lalu, dan kami optimis sampai akhir tahun ini kami akan mencapai di kisaran 100 %. Menurut kami ini suatu pencapaian penjualan yang luar biasa besar, bila dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2008 penjualan kami hanya naik sekitar 60%.

Tema peluncuran tahun ini adalah “seamless integration” walaupun pada saat launching kami memfokuskan aplikasi Andal PayMaster 2011, sebenarnya kami meluncurkan tiga produk sekaligus yakni Andal Kharisma 2011, Andal PayMaster 2011 dan Andal TimeTracker 2011 yang lahir paling terakhir. Andal Time Tracker, Andal PayMaster, dan Andal Kharisma dapat dihubungkan dengan mesin pencatat kehadiran dari Rentris yang seolah oleh menjadi satu kesatuan dengan aplikasi kami, produk Andal Software versi 2011 ini juga dapat dihubungkan dengan mesin mesin pencatat kehadiran lainnya. Selain dengan mesin kehadiran aplikasi Andal Kharisma 2011 dan Andal PayMaster 2011 dapat juga menghasilkan file yang dapat langsung dikirim ke Bank untuk transfer gaji, ke pajak dengan menggunakan eSPT, dan juga file yang dapat di transfer ke software accounting.

Perbedaan Andal PayMaster 2009 dan 2011
1.    Quick Access Toolbar, menu yang sering digunakan dapat diletakan diatas, sehingga dapat dengan mudah diakses tanpat harus mencari menunya
2.    Tampilan untuk menentukan karyawan pada Overtime Group, Base Rate Group, leave, claim, dan account journal dapat dilihat dalam satu layar.
3.     Reminder tidak hanya menampilkan karyawan Probation dan kontrak, tetapi hampir semua yang mempunyai tanggal kadaluarsa dapat ditampilkan
4.     Data hasil filtering and grouping dapat diexport ke excel
5.     Resource center yang memuat berita terkini dan terhubung dengan website khusus yang didesain untuk Aplikasi Andal PayMaster
6.     Dapat memilih database yang sudah ada dengan mudah, bahkan dapat membuat database baru
7.     Dapat membaca berbagai format mesin pencatat kehadiran sekaligus, memungkinkan untuk satu lokasi perusahaan mempunyai lebih dari satu macam mesin pencatat kehadiran
8.     Algoritma cara penarikan data mesin pencatat kehadiran lebih akurat
9.     Karyawan cabang dapat di hubungkan dengan karyawan kantor pusat, sehingga karyawan cabang dapat meminta approval ke kantor pusat
10.   Transaksi Rehire, karyawan yang telah keluar dapat masuk kembali dengan nomor NIK yang berbeda, dan History karyawan masih tersimpan.
11.   Pivot table dapat menampilkan data kode kehadiran, dan dapat juga menjumlahkan data kehadiran dalam periode tertentu
12.   Data yang bersifat keuangan di encrypt, sehingga tidak mudah untuk di lihat oleh orang yang tidak berkepentingan
13.  Dapat melakukan backup data dari aplikasi dengan mudah

Cloud Computing
Kami melihat banyak sekali perusahaan dengan jumlah karyawan dibawah 150 orang yang memerlukan aplikasi perhitungan gaji yang terintegrasi dengan pajak dan kehadiran, rata rata software yang ada harganya cukup mahal, sehingga investasi per karyawan menjadi sangat tinggi.

Dengan solusi cloud computing ini biaya perkaryawan kurang lebih sekitar 15 – 20 ribu, tergantung dari jumlah karyawan. Kisaran biaya 15 – 20 ribu sangat murah dibandingkan bila melakukan perhitungannya dengan software yang tidak terintegrasi, terutama modul pajaknya. Biaya tersebut juga jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya untuk menghitungkan pajak PPh 21, dimana Andal PayMaster sudah dapat menghitung pajak, hingga ke pelaporan 1721nya, tanpa melakukan proses atau input tambahan, karena modul pajak sudah terintegrasi dengan perhitungan penggajiannya.

Team Work Makes the Dream Work

Persiapan launching kali ini tidak seperti biasanya, karena kami meluncurkan sekaligus tiga produk yakni Andal Kharisma 2011, Andal PayMaster 2011 dan Andal Time Tracker 2011. Disamping launching ketiga produk tersebut kami juga memperkenalkan satu delivery channel yang baru yaitu Cloud computing, kali ini kami harus bekerja sama baik antar team di dalam Andal Software maupun dengan mitra mitra Andal Software seperti Rentris, persewaan mesin pencatat kehadiran, Green View penyedia layanan hosting dan Cloud computing, Bhinneka.com toko online IT nomor satu di Indonesia, dan tidak kalah pentingnya Microsoft yang menyediakan Operating System dan perangkat pengembang aplikasi lainnya.
Saya sangat bangga sekali dengan team yang ada di Andal Software, pekerjaan untuk membuat aplikasi ini sudah di canangkan dari tahun lalu, dan kami sudah set tanggalnya dari tahun lalu juga, dan ternyata kami dapat melakukannya on schedule, walaupun di tengah tengah perjalanan banyak terjadi hal-hal  yang tak terduga. Kejadian kejadian tersebut merupakan pengalaman yang tak dapat dibayar dengan uang, pengalaman yang dapat digunakan untuk team kami membuat produk yang lebih baik lagi.
Banyak sekali diskusi, problem solving, dan tantangan baik dari team internal maupun datang dari para pelanggan kami, hasil dari kerja keras team selama dua tahun ini kami mempelajari banyak hal diantaranya :
·    Learning Organization, kami dapat menjadi organisasi pembelajar dengan sarana dan kebiasaan yang diawali dari banyaknya tantangan yang datang baik dari team internal maupun dari pelanggan
·    Relationship, hubungan antar team yang baik, saling bekerja sama dan kami selalu bekerja untuk mencari solusi.
·    Clear Vision, kami semua mengetahui apa yang harus kami kejar, dan kami juga dapat merencanakan perubahan bisnis model seperti apa yang akan dilakukan Andal Software dalam lima tahun mendatang
·    Leadership, kami bangga dengan pertumbuhan leadership didalam organisasi, sebagai leader para leader memberikan contoh, membantu menyelesaikan masalah, dan komunikasi yang transparan
Dari keempat point diatas membuat lingkungan kerja yang nyaman bagi mereka yang senang akan pertumbuhan pribadi, karena memang kami di pacu untuk selalu berkembang dan bertumbuh. Sekarang ini kami masih dalam proses untuk menjadi organisasi yang lebih baik lagi, dan kami akan meningkatkan keempat point diatas.
Karena kami semua percaya bahwa pertumbuhan perusahaan harus dimulai dari pertumbuhan individu yang ada didalam perusahaan, sangatlah sulit untuk mengharapkan pertumbuhan perusahaan yang baik tanpa dibarengi dengan pertumbuhan individu didalam perusahaan.

Senin, 09 Agustus 2010

Seminar BizTalk di UBM

Pada hari Sabtu tanggl 7 Agustus 2010 diadakan seminar Biztalk di UBM, dari Pukul 9 pagi hingga  pukul 12 siang. Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta yang mayoritas adalah mahasiswa S2, Para pengajar TI dari SMU di Jakarta, dan Para Praktisi. Pembicara dalam acara Biztalk tersebut adalah Bapak Once yang merupakan Wakil Rektor bidang Akademik dari UBM, dan Bapak Teguh S. Pambudi sebagai penulis Buku Strategi Andal Menaklukan Industri Software, Pak Dr. Eko Indrajit, sayangnya Pak Eko tidak dapat hadir, dan saya sendiri.

Mas Teguh banyak menceritakan tentang latar belakang penulisan buku dan memberikan beberapa tips untuk membangun industri Software di Indonesia, sedangkan saya berbicara mengenai sejarah berdirinya andal software, dan juga perubahan model bisnis yang di drive oleh perkembangan teknologi.

Rupanya antusiasme peserta untuk menjadi technopreneur cukup besar, di lihat dari jumlah pertanyaan yang diajukan cukup banyak juga.  Saya akan mengambil satu pertanyaan yang menarik untuk di bahas. Pertanyaannya adalah “untuk membangun industri software agar tidak ketinggalan, bahasa pemrograman apa yang sebaiknya digunakan ?”

Pertanyaan ini sangat menarik karena ini biasanya pertanyaan yang diajukan oleh seseorang yang berlatar belakang sebagai programer. Dalam membangun suatu industri software hal yang nomor satu dan paling penting menurut pengalaman saya adalah produk semacam apa yang akan banyak diperlukan oleh masyarakat luas. Jadi pertanyaannya adalah produk terlebih dahulu, baru kemudian dipikirkan masalah teknologinya. Ini dapat dianalogikan kita akan pergi kesuatu tempat, tetapi yang kita bahas adalah kendaraannya terlebih dahulu. sepertinya hal ini terbalik, kalau kita mengatakan kita harus menggunakan mobil yang paling baru dengan CC yang besar agar dapat cepat sampai ketujuan, padahal setelah kita tentukan tujuannya adalah ke pulau seribu, maka mobil yang bagus dengan cc yang besar tadi tidak dapat digunakan sebagai alat untuk mengantar kita ke tujuan.

Selamat mencoba untuk menjadi Technopreneur.

Rabu, 28 Juli 2010

Mengapa Kami Bersedia Membuka Diri

Hari ini tanggal 28 Juli 2010, buku yang ditulis oleh Mas Teguh S. Pambudi diluncurkan oleh Elex Media Komputindo di Kembang Goela Restoran. Peserta yang hadir adalah banyak rekan rekan dari media masa, serta Partner Andal Software dan Client Andal Software, yang telah memberikan kontribusi pada penulisan buku ini. Berikut ini adalah kisah dibalik penulisan buku tersebut

Prolog

Awal perkenalan saya dengan Sdr. Teguh S. Pambudi, terjadi kurang lebih 8 tahun lalu saat beliau mulai meliput Andal Software. Setelah beberapa kali pertemuan, kami jadi sering berdiskusi tentang keadaan industri peranti lunak di Indonesia. Dan pokok bahasannya, biasanya akan mengerucut pada satu hal: bagaimana caranya mengembangkan industri software di Indonesia?

Pada suatu siang di sekitar bulan April 2008, atau beberapa bulan sebelum Andal Kharisma 2009 diluncurkan, Pak Teguh menelepon saya mengajak bertemu. Dalam pertemuan itu, beliau mengungkapkan keinginannya menulis buku dengan tema sentral: bagaimana menjadi seorang technopreneur di bidang software. Yang mengejutkan, ternyata beliau memohon agar Andal Software dapat dijadikan case study-nya.

Saya tidak dapat langsung menjawab permohonannya saat itu. Mengapa? Karena saya tahu bila dijadikan case study berarti Andal Software harus membuka semua yang ada di lingkungan internal termasuk strategi, policy, dan rencana ke depan. Seperti membuka rahasia dapur.

Sungguh ini permintaan yang tidak mudah. Sebagai informasi, kami (Andal Software) sudah mempunyai roadmap sampai tiga tahun ke depan, model bisnis seperti apa yang akan dijalankan, dan strategi apa yang akan digelar untuk mengeksekusinya. Semua itu sudah ada hingga jumlah karyawan serta susunan organisasinya yang mendukung seluruh strategi yang ada.

Permintaan Pak Teguh saya diskusikan dengan tim internal di Andal Software. Pro-kontra pun bermunculan merespons permintaan tersebut. Namun akhirnya, melalui diskusi yang cukup panjang, kami semua di Andal menyetujui untuk membuka semua informasi yang diperlukan Pak Teguh. Pertanyaannya: mengapa kami bersedia membuka diri?

1. Alasan filosofis. Bila banyak yang membaca buku ini, dan kemudian mendorong banyak pelaku industri peranti lunak tumbuh, maka pasar software di Indonesia pun akan menjadi besar. Jelas, buat kami, lebih enak bermain di pasar yang besar dibandingkan bermain di pasar yang belum tumbuh. Apalagi, mission statement kami sebagai perusahaan adalah “Helping Others Grow”. Untuk memenuhi misi tersebut, pastinya kami mengharapkan dapat membantu pertumbuhan industri peranti lunak di Indonesia. Dalam konteks ini, menerima permintaan menjadikan Andal Software sebagai case study adalah sejalan dengan mission statement kami.
2. Alasan strategi bisnis. Bila strategi dan rencana Andal Software ditiru perusahaan software lain, mereka akan memerlukan waktu untuk mengejar, dan pada saat itu kami mungkin sudah melaju jauh ke depan. Jadi, meniru sebuah iklan: kenapa takut?

Alhasil, kami pun bersedia untuk “dibedah”. Permintaan saya dan teman-teman di Andal Software cuma satu: buku ini dapat dipersembahkan untuk para pelaku industri TI, khususnya industri peranti lunak, sehingga industri ini pun akan berkembang dan bertumbuh di Indonesia.

Perbincangan yang Panjang

Maka, akhirnya terjadilah proses diskusi yang intens. Proses diskusi dengan penulis yang nota bene merupakan wartawan bisnis dan telah menulis buku studi kasus entrepreneurship di industri hospital equipment dan advertising, sangat menarik. Kekhawatiran saya pribadi tentang membuka rahasia dapur tak terbukti. Kami saling share, dan saya merasa bahwa wawasan saya justru bertambah luas lewat proses saling berbagi.

Dalam diskusi yang panjang itu, saya mengungkap banyak hal tentang Andal Software, mulai dari berdiri, fase-fase jatuh bangun, dan terpenting: kunci untuk menunggangi gelombang industri peranti lunak yang dinamikanya luar biasa pesat.

Industri peranti lunak memang seperti gelombang. What works today, become obsolete tomorrow! Peranti lunak yang hari ini hebat, akan segera tenggelam esok lusa dengan datangnya pesaing baru.

Yang menarik, dari menjadi “obyek” yang “dibedah”, saya akhirnya justru merasa menjadi “subjek” karena proses diskusi yang intens itu melahirkan kesadaran bahwa “Siapa tak bisa menunggangi gelombang dinamika yang demikian pesat, dia akan tenggelam, seperti tenggelamnya produk yang dihasilkannya”. Diskusi yang intens juga melahirkan kesadaran bahwa: the real competitor, sometimes is our mindset and the old way of doing business. Sebagai technopreneur, mindset dan cara mengelola bisnis harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan konteks industri yang terus datang bergelombang melahirkan beragam game changer yang baru.

Epilog

Karena kental dengan dinamika yang bergelombang itulah, buku ini akhirnya diberi judul “Riding the Wave: Strategi Andal Menaklukkan Industri Software”. Laiknya buku case study, pembahasannya kental dengan analisis makro dan mikro-manajemen, yang mengupas detail tentang bagaimana industri peranti lunak, dan bagaimana sebuah perusahaan software dikelola, mulai dari mendesain produk hingga aspek model bisnisnya.

Akhirnya, sebagai pihak yang telah “dibedah”, saya dan tim Andal Software berharap apa yang telah kami berikan untuk ditulis, benar-benar bisa bermanfaat bagi para pelaku industri TI, khususnya industri peranti lunak.

Jumat, 04 Juni 2010

Memilih bisnis model yang tepat

Persaingan bisnis di dunaia TI di kendalikan (drive) oleh kemajuan TI itu sendiri, dan kita ketahui bahwa perkembangan di TI ini begitu pesatnya, sehingga sering menimbulkan riak riak gelombang yang awalnya kecil dan menjadi besar. Untuk perusahaan yang dapat menunggangi gelombang tersebut akan terbawa naik keatas gelombang, tetapi yang tidak dapat menunggang gelombang perubahan akan tertelan dengan gelombang itu sendiri.
Sudah banyak contoh perusahaan perusahaan besar yang namanya sempat mendunia di awal perkembangan industri TI, sekarang ini sudah tidak terdengar lagi namanya. Bahkan untuk kalangan muda sekarang ini tidak tahu sama sekali nama tersebut. Sebut saja seperti WordStar, Word Perfect, Lotus 123. Kematian nama tersebut diatas, disebabkan adanya perubahan tekhnologi, dan mereka tidak dapat mengikuti gelombang teknologi yang digelutinya.
Sekarang ini juga sedang terjadi persaingan yang sangat ketat antara Google dan Microsoft, persaingan ini sangat menarik untuk diikuti, karena memang melihat sejarah perjuangan Microsoft mengikuti gelombang perubahan tekhnologi sangat handal, dan bahkan Microsoft juga salah satu perusahaan yang menjadi panutan. Seperti perubahan dari DOS menjadi Windows, Wordstar dan Lotus 123 tertelan gelombang perubahan pada saat Microsoft meluncurkan Windows 95, kedua perusahaan diatas kurang cepat dalam menanggapi perubahan tersebut.
Dalam perkembangan di dunia internet, pada awalnya Netscape menguasai pasar browser, dan Microsoft melihat bahwa browser ini mengancam posisi Microsoft, maka Microsoft mengeluarkan IE, dan dalam bukunya yang berjudul “Competing on Internet time”, yang ditulis oleh Michael A. Cusumano, membahas dengan sangat detil bagaimana Microsoft mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendominasi pasar browser, dan pada saat itu sampai pada issue monopoli dan sempat di beberapa negara mengeluarkan peraturan bahwa browser tidak boleh di sertakan dengan windows.
Memang Microsoft sudah dapat mendominasi dunia operating system, bahkan yang tadinya Netscape dianggap akan menjadi pesaing utama Microsoft. Karena browser bisa menjadi landasan untuk melakukan browsing di internet. Tetapi Microsoft masih berfokus pada desktop application yang memang benar bahwa aplikasi di desktop ini merupakan tulang punggung dari Microsoft.
Cara Microsoft memperkuat Windowsnya dengan cara memberikan aplikasi yang sangat bagus dan terintegrasi diatas Windows, bahkan partner Microsoft didorong untuk membuat aplikasi yang beragam diatas windows. Berbagai produk dikeluarkan untuk mendukung Windowsnya seperti sharepoint untuk kolaborasi dan mengelola dokumen. Menurut saya sharepoint adalah salah satu pengelola dokumen yang sangat baik sekali.

Era internet baru datang
Pertempuran antara Microsoft dan Netscape hampir sepuluh tahun yang lalu ternyata belum berakhir, pada masa itu Internet baru muncul, dan pemakai juga belum sebanyak sekarang. Dan kita tahu bahwa pertumbuhan internet sangat luar biasa pesatnya.
Di Indonesia sekarang ini jumlah pengguna internet telah mencapai …. Bila dibandingkan dengan beberapa tahun silam yang hanya mencapai …. User. Pertumbuhan internet dipicu juga dengan perkembangan social networking, membuat jejaring melalui dunia maya. Sekarang ini anak anak muda sudah mengenal Face Book, Tweeter, youtube dan social networking software lainnya.
Perkembangan jumlah user yang menggunakan Internet yang cukup besar ini, akan banyak menggeser aplikasi dari desktop ke aplikasi berbasis web. Social networking software yang paling cocok adalah dengan menggunakan web application. Sehingga kedepannya web application akan lebih banyak dibandingkan dengan desktop application.

Apa yang sangat menarik untuk di ikuti
Di dunia maya yang begitu banyak sumber data dan berita, sehingga sekarang ini kita dibanjiri dengan informasi. Berbeda dengan abad ke duapuluh yang lalu, informasi sangat sedikit. Sehingga kita punya banyak waktu untuk mencari informasi, sekarang ini keadaan sudah terbalik, menjadi tidak punya banyak waktu untuk membaca seluruh informasi yang ada.
Dengan kekurangan waktu untuk membaca informasi maka kita harus memilih informasi semacam apa yang ingin dibaca dan ingin diketahui. Munculnya google sebagai mesin pencari, adalah waktu yang sangat tepat sekali, ditengah tengah orang kekurangan waktu untuk membaca informasi. Dengan bantuan google kita dapat mencari informasi yang hanya kita perlukan saja.
Anehnya, pada saat kita menggunakan jasa google sebagai mesin pencari, kita tidak dipungut bayaran oleh google. Google menyediakan mesin pencari waktu secara Cuma Cuma. Pertanyaannya adalah bagaimana google dapat hidup dan berkembang tanpa memungut bayaran bagi pengguna aplikasinya.
Google telah berhasil merevolusi bisnis model konfensional yang selalu mencari uangnya dari apa yang mereka buat, google mencari uangnya bukan dari aplikasinya. Tetapi dari iklan yang dapat dipasang disetiap orang mencari sesuatu, google dapat memberikan referensi untuk mencari informasi web tertentu. Dan setiap kali orang yang menggunakan google melihat web yang ditawarkan tersebut, pemilik web membayar ke google. Iklan seperti ini disebut sebagai pay per click.
Didalam bukunya yang berjudul FREE, Chris Anderson menulis tentang empat cara bagaimana seorang pembuat product dapat memberikan FREE kepada pemakainya. Bisnis model google disebut Freemium oleh Chris. Chris juga menulis buku laris lainnya yang berjudul Long Tail. Google sekarang ini membuat banyak aplikasi untuk memperkaya aplikasi, dengan tujuan banyak orang yang menggunakan aplikasi tersebut, diantaranya adalah Google Doc. Google doc adalah aplikasi yang dapat membantu untuk membuat dokumen dan sharing dokumen, yang sharing dokumen tersebut dapat diberi hak untuk membaca saja, atau ikut mengedit. Suatu alat untuk berkolaborasi membuat dokumen yang sangat baik dan gratis. Seperti mahasiswa dalam satu kelompok untuk membuat tugas bersama, dengan menggunakan google doc akan sangat mudah sekali, dibandingkan dengan menggunakan word di komputer masing masing.
Melihat bahwa aplikasi kedepan yang paling banyak adalah berbasis web, google membuat google chrome, dan juga mengeluarkan aplikasi untuk smartphone yang berbasis web juga. Tujuan google adalah satu, yaitu banyak yang menggunakan aplikasinya kemudian google akan mendapatkan uang dari iklan. Dan makin banyak pengunjung pemasang iklan akan makin senang, karena ukuran iklan adalah berapa banyak orang yang akan melihat iklannya.

Dimana persaingan antara Microsoft dan Google
Microsoft menjual windows dengan segala macam aplikasi yang mendukung windows tersebut sehingga pemakai windows dapat menggunakan komputernya untuk apa saja. Sedangkan google memberikan secara gratis OS nya, dan diharapkan banyak orang yang akan menggunakan, dan pemasang iklan akan berani bayar lebih mahal lagi.
Kita lihat bahwa kedua perusahaan tersebut bersaing sangat ketat, tetapi keduanya memiliki bisnis model yang berbeda. Google bisa mengalihkan medan pertempuran ke tempat yang berbeda, seperti Microsoft mengalihkan medan pertempuran pada saat Microsoft mengalahkan Netscape.
Kalau begitu siapa yang akan memenangkan pertempuran antara Microsoft dan Google, kita patut mengikutinya. Pengalaman saya selama mengikuti sejarah perkembangan Microsoft, Microsoft selalu punya cara untuk memenangkan pertempuran, bagaimana kali ini ? saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, tetapi saya sangat antusias mengikuti langkah langkah yang sekarang sedang dilakukan oleh Microsoft untuk memenangkan pertempuran. Tetapi Google juga tidak kalah agresif, salah satu orang andalan Microsoft yang bernama Lie Kay Fu, pindah dari Microsoft ke Google. Pada saat itu Steve balmer sangat berang, disitulah pertempuran dimulai. Mari kita lihat hasilnya, waktu akan menjawab.

Rabu, 25 Februari 2009

Industri software lokal sebuah mimpi yang harus diwujudkan


Pertama kali saya membuat blog saya sudah mempunyai komitmen untuk menulis satu artikel setiap bulan, setelah lama saya tidak membuka blog saya, ternyata selama bulan Februari belum pernah menulis untuk blog. Tiba tiba saya terlintas oleh saya, mengapa tidak menceritakan impian saya beberapa tahun yang lalu tentang industri software.
Pada awal berdirinya Andal Software yang pada saat itu bernama PT. Grahacendekia Inforindo, kami memulai dengan membuat software sesuai dengan pesanan pelanggan, setelah berjalan selama dua tahun, saya melihat bahwa industri software di Amerika berkembang sangat pesat terutama industri software untuk target pasar masal (Mass Market software). Sejak tahun 1990 kami mencoba untuk membuat aplikasi paket software untuk pasar massal, dan dipilihlah sofware untuk membuat laporan keuangan. Keputusan untuk memilih software akonting adalah sangat sederhana, akonting mempunyai standard. Sehingga bila kita membuat sistem untuk akonting tidak terlalu banyak variasinya.
Melihat potensi pasar Indonesia untuk software akonting pada saat itu sangat menggiurkan sekali karena jumlah perusahaan cukup banyak, karena memang penduduk Indonesia cukup besar. Dan pada saat kita mulai masuk ke dunia industri software, banyak hal yang baru dan perlu diketahui. Ada perbedaan antara potensi pasar dan pasar, potensi pasar yang besar belum tentu ada pasar yang cukup besar, karena dari potensi pasar yang ada untuk menjadi suatu pasar yang besar perlu melakukan edukasi pasar, edukasi yang perlu dilakukan adalah dengan meng-kampanyekan software paket lebih murah, lebih stabil , dan dapat langsung digunakan dibandingkan membuat software.
Pada tahun 1998, kami mulai serius untuk menggeluti paket software, dan kami sudah tidak menerima lagi software project. Dan memang benar setelah kami melakukan edukasi pasar, penjualan software kami naik cukup besar. Tetapi edukasi pasar juga memerlukan biaya yang cukup tinggi, disini saya banyak belajar mengenai pasar, terutama tentang perilaku pasar. Pengalaman membuka pasar software masal sangat berharga sekali untuk perkembangan Andal Software selanjutnya, dan pengalaman ini ditambah dengan buku buku marketing yang dapat digunakan sebagai referensi, suatu kenikmatan tersendiri bagi saya, yang dapat mewujudkan apa yang dipikirkan.
Sampai saat ini saya masih memimpikan industri software di tanah air ini dapat berkembang dan besar seperti industri industri software di Amerika dan di negara lainnya. Potensi pasar yang besar harus digali sehingga dapat menjadi pasar yang besar untuk industri software. Ada beberapa hal yang menghambat pertumbuhan pasar software di Indonesia, diantaranya adalah pembajakan software yang masih cukup tinggi, walaupun sudah cukup baik bila dibandingkan beberapa tahun yang lalu.
Hambatan ini terjadi karena :
1. Pembajakan software mematikan tumbuhnya industri software, karena harganya terlalu murah. Sehingga industri software baru tidak mungkin dapat bersaing dengan software bajakan yang memang tidak mempunyai biaya development. Industri software bukan lagi menjadi impian lulusan TI.
2. Pembajakan software juga tidak mendidik masyarakat untuk menghargai hak cipta, hasil keringat orang lain. Sehingga dianggapnya bahwa software adalah gratis tidak perlu membayar.
3. Pembajakan software juga tidak membedakan software mahal dan software murah, artinya semua software mempunyai harga yang sama. Hal ini tidak mendidik masyarakat untuk dapat membandingkan software yang cocok untuk kebutuhannya, yang sesuai dengan harga yang dibayar. Seandainya seseorang akan menggunakan komputer sebagai alat ketik, banyak terdapat pilihan software pengolah kata, tetapi kenapa semua orang menggunakan MS word yang mahal ?

Peran Pemerintah
1. Pemerintah dapat mempunyai peran sebagai pemasar software lokal, Malaysia negara tetangga kita mempunyai badan yang disebut dengan MSC (Multimedia super coridor) suatu badan negara yang membantu perusahaan software Malaysia untuk bertumbuh dan berkembang, badan tersebut membantu secara pemasaran, melakukan research, dan kebutuhan software pemerintah Malaysia akan diutamakan untuk perusahaan perusahaan yang bergabung dalam MSC
2. Software Park, India dan Cina mempunyai banyak software park, dengan adanya software park sumber daya akan menjadi satu dan murah seperti koneksi internet dengan jalur yang lebar, harga listrik yang murah, pembinaan industri software akan lebih mudah dan murah.

Cina negara dengan menggunakan bahasa yang berbeda, tetapi dapat menempati urutan kelima dalam export softwarenya, dan melihat perkembangan industrinya yang cukup pesat tidak menutup kemungkinan rankingnya akan naik lagi. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Indonesia ? potensi pasar yang cukup besar, seharusnya kita dapat jadikan pasar yang cukup besar pula untuk dapat dinikmati oleh industri industri software lokal, dan merupakan tempat yang subur untuk bertumbuhnya industri software lokal. Dengan tumbuhnya industri software lokal maka, pasar pun akan tumbuh, karena edukasi pasar akan dilakukan oleh banyak perusahaan.

Jumat, 09 Januari 2009

Membuat Produk Software, Sebuah Perjalanan

Sebagai seorang TI, karena sudah diajarkan banyak hal mengenai disain suatu sistem, kadang merasa bahwa orang TI itu mengetahui segalanya. Bahkan mereka banyak yang menganggap dirinya dapat menciptakan suatu software yang diperlukan oleh pelanggannya. Sehingga mereka sering merasa bahwa software yang akan dibuatnya nanti akan menjadi software yang paling hebat dan paling baik.
Setelah lama saya berkecimpung di dunia software, bila ada teman yang beranggapan seperti itu saya hanya mengangguk dan tersenyum, dan saya akan mengatakan “memang kamu hebat”. Dan dalam hati saya selalu berkata “Baiklah, menurut kamu software yang kamu buat itu hebat, dan saya memang percaya bahwa software yang dibuatnya itu hebat. Tetapi apakah dapat digunakan dengan baik oleh pelanggan ?” inilah kegagalan yang sering dialami oleh banyak pembuat software, terutama software paket. Karena apa yang dianggap bagus oleh pembuat belum tentu diperlukan oleh user, kebutuhan software yang dibayangkan oleh user kadang tidak secanggih yang dipikirkan oleh orang TI. Bila kita gambarkan antara kebutuhan dan software yang dibuat dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.



Pada kasus A, kebutuhan user hanya sedikit yang dipenuhi oleh software yang dibuat, sehingga software tidak dapat digunakan oleh user. Sedangkan pada kasus B, kebutuhan user banyak yang dapat terpenuhi. Memang pada saat membeli paket software belum tentu semua kebutuhan user dapat terpenuhi, paket software dibuat berdasarkan standard yang sering digunakan. Itulah salah satu penyebab perusahan software independent yang sudah punya pengalaman banyak dalam membuat software belum tentu dapat membuat paket software yang baik, sebaliknya seorang praktisi pajak misalnya dapat membuat software pajak dengan baik. Kalau demikian pertanyaannya adalah “Bagaimana kita dapat membuat software paket sesuai dengan kebutuhan user ?”

Berorientasi pada kebutuhan user
Kalau kita baca bagaimana Quicken pertama kali dibuat sangat menarik sekali. Idenya dimulai dari sang Istri yang setiap tahun harus mengisi form pajak di Amerika, kemudian pada saat sang istri mengisi form tersebut dan sang suami ada didekatnya, sang istri berkata seandainya ada yang dapat membantu mengisi form seperti ini dengan mudah, tentunya akan banyak orang yang membutuhkan, ini adalah pekerjaan yang sangat membosankan. Kebetulan sang suami dapat membuat program komputer, maka setelah mendengar sang istri tersebut sang suami membuatkan program komputernya. Dan memang setelah software itu jadi, kemudian di berikan pada beberapa kawannya, banyak yang menyukainya.
Pada saat membuat paket program terutama yang mass market, kita harus dapat mengetahui kebutuhan user, sedangkan kebutuhan setiap user ber-beda, bagaimana kita dapat memenuhi semua kebutuhan user ?
Sebetulnya pada saat user membeli program paket, karena lebih murah dibandingkan dengan membuat software sendiri, biasanya mereka mau sedikit mengorbankan fungsi yang diperlukan tetapi tidak tersedia didalam software tersebut. Sebagai pembuat software akan bertanya seberapa besar user mau berkorban untuk tidak memiliki fungsi yang mereka butuhkan.

User Requirement
Sejak pertama kali Andal Software memutuskan untuk terjun secara penuh ke dunia paket software di tahun 1998, kami telah mencoba membuat paket akonting sederhana pada tahun 1992 dengan nama Presisi. Selama enam tahun tersebut kami belajar banyak terutama bagaimana caranya membuat software produk agar dapat dijual di pasar dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sudah banyak cara yang telah kami coba, dan memang sangat menarik sekali pelajaran yang didapatkan selama enam tahun tersebut. Belum lagi marketing yang harus dipikirkan, bagaimana caranya kita berpikir bahwa yang dijual bukanlah software melainkan produk yang berupa software. Sehingga perlakuannya pun harus seperti menjual produk produk consumer good yang lainnya.
Dari beberapa hal yang kami pelajari ada dua hal penting dalam mengumpulkan user requirement pertama adalah user feedback, dan yang kedua adalah hasil presentasi. Sehingga pada saat kami melakukan presentasi kami selalu mencatat apa yang dibutuhkan oleh pelanggan tersebut, terlepas pelanggan tersebut jadi beli atau tidak. Dari jumlah kebutuhan user yang banyak tersebut, kami dapat membuat tabulasi kebutuhan fungsi yang diceritakan oleh user, yang menarik banyak hal yang sama yang diungkapkan oleh user, makin banyak fungsi yang dibutuhkan oleh user berarti fungsi itu harus ada, sedangkan fungsi yang dibutuhkan oleh sedikit user berarti fungsi tersebut kurang lazim digunakan.
Data statistik semacam ini sangatlah penting untuk pengembang software paket agar software paket yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan banyak pelanggan. Memang biaya yang dikeluarkan tidak sedikit karena pada saat awal kita harus banyak melakukan presentasi pada user sehingga jumlah user requirement yang didapat, dapat mewakili populasi pengguna software yang akan kita buat.

Perjalanan mendesain sebuah produk
Pada bulan oktober 2008, Andal Software meluncurkan Andal Kharisma dan Andal PayMaster versi 2009. Menurut para calon pelanggan yang kami demokan rata rata mengatakan bahwa produk tersebut bagus sekali sangat mudah digunakan dan sangat fleksible. Bila selesai presentasi saya merasa cukup bangga, karena hampir semua calon pelanggan memuji produk yang baru tersebut.
Pembuatan software tersebut merupakan perjalanan yang cukup panjang, kami meluncurkan produk Kharisma pertama kali pada tahun 2001, dan dari sejak saat produk di luncurkan hingga tahun 2006, kami sudah banyak sekali bertemu dengan calon pelanggan maupun yang sudah menjadi pelanggan. Kami mendapatkan fungsi yang diperlukan biasanya dari calon pelanggan yang tidak memilih Andal, sedangkan kemudahan biasanya kami mendapatkan masukan dari pelanggan kami. Selama lima tahun perjalanan mengumpulkan kebutuhan dari pelanggan, banyak sekali catatan yang kami dapatkan, sehingga kami memerlukan waktu dua tahun untuk membuat desain Andal Kharisma 2009. Andal Kharisma 2009 mengubah cara mengelola penggajian, karena proses yang yang berbeda dengan aplikasi penggajian lainnya, dari user interface yang sangat memudahkan user adalah grouping and filtering. Hampir disetiap transaksi penggajian grouping dan filtering digunakan. Contohnya pada saat akan memberikan lembur, pasti diberikan pada kelompok karyawan tertentu. Atau pada saat akan memberikan tunjangan tertentu pasti tunjangan itu akan diberikan pada sekelompok karyawan tertentu. Kelompok karyawan tertentu ini yang harus dapat dilakukan oleh software, Andal Kharisma dapat membuat kelompok sesuai dengan hampir semua data yang ada, seperti jabatan, organisasi, pangkat, dan bahkan user define field dapat dijadikan sebagai grouping dan filtering.
Yang menarik selama dua tahun dalam melakukan desain adalah pada saat menentukan user interface, kita harus berdiskusi panjang lebar antara kebutuhan fungsi dan tekhnologi yang ada. Kadang kita memerlukan suatu tekhnologi tertentu untuk memenuhi suatu fungsi, tetapi tidak ada, dan kita harus memikirkan alternatifnya. Selama diskusi yang panjang ini, kami yakin semua team yang terlibat didalam desain belajar banyak sekali. Saya sangat senang sekali mempunyai team yang sangat solid dan saling menunjang untuk membuat suatu produk yang hebat.
Sampai sekarang ini kami masih terus mengembangkan Andal Kharisma 2009 dan Andal PayMaster 2009, sehingga release yang keluar sangat cepat sekali, hampir setiap minggu kami dapat mengeluarkan release baru, jadi dalam satu bulan Andal Kharisma dan Andal PayMaster mempunyai perbedaan yang luar biasa. Tentunya user yang telah menggunakan Andal Kharisma dan Andal PayMaster akan mendapatkan updatenya tidak tiap minggu, mungkin 4 - 6 bulan baru mendapatkan release barunya.
Sekarang ini kami sedang mengembangkan add on lainnya, dan pada saatnya nanti saya akan bercerita yang lainnya, yang tidak kalah menariknya untuk diceritakan, hampir seluruh team Andal Software sekarang ini semangat sekali, setelah melihat produk Andal Kharisma 2009 dan Andal PayMaster 2009 ke pasar, dan juga beberapa produk yang lainnya yang sedang dalam pengembangan, kami semua yakin bahwa produk tersebut akan dengan cepat masuk ke pasar. Hal ini terbukti dengan permintaan yang luar biasa pada saat sekarang ini walaupun dalam keadaan ekonomi yang katanya tidak terlalu baik.