Tampilkan postingan dengan label andal software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label andal software. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Is it the end of forcasting ?


Didunia bisnis khususnya bagian marketing selalu menggunakan forecasting untuk menentukan berapakah sales yang akan dicapai tahun depan, dan dari hasil forecast ini, akan digunakan sebagai acuan untuk merencanakan produksi. Hampir semua bisnis menggunakan data tahun sebelumnya untuk membuat forecast penjualan kedepan, dengan ditambah marketing budget dan sebagainya sehingga didapatlah angka perkiraan penjualan di tahun yang akan datang.

Disruptive product
Penemuan produk baru yang menggantikan cara penggunaan produk lama menjadi sama sekali baru seperti kamera digital menggantikan kamera film, pergantian ini begitu cepat sehingga perusahaan Film kamera terbesar mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis. Format musik digital sehingga musik dapat didistribusikan secara digital lewat internet, perubahan ini banyak mematikan distribusi label di Indonesia banyak perusahaan besar yang menjual lagu dengan CD sudah tidak ada lagi. Dan masih banyak lagi produk produk yang banyak digantikan oleh revolusi digital. Bahkan produk produk digital juga tidak kalah menariknya, seperti Yahoo yang beberapa waktu yang lalu sangat terkenal, sekarang ini sudah mulai tenggelam, bahkan CEO nya banyak yang hengkang dari perusahaan, dan digantikan dengan perusahaan perusahaan yang lebih baru lagi.
Sebelum dunia digital perubahan persaingan di dunia bisnis tidak secepat sekarang, perubahannya dirasakan sangat cepat sekali, seperti Mobile Phone, beberapa waktu yang lalu di dominasi oleh Nokia yang menguasi Mobile market di seluruh dunia, dengan adanya Iphone yang mengubah permainan bisnis dari gadget ke software, maka dengan cepat sekali Nokia kehilangan market share di Mobile phone.
Produk produk digital tersebut merupakan produk yang baru sama sekali dan menggantikan beberapa fungsi produk lama, cara pengunaannyapun baru sama sekali. Inilah yang disebut dengan disruptive product

Disruptive Marketing
Dengan perubahan produk yang begitu cepat, tentunya didalam marketing juga ada yang disebut dengan disruptive marketing, teori yang sangat terkenal ditulis oleh Georfy A. Moore didalam bukunya yang berjudul Crossing the chasm yang telah saya bahas beberapa waktu yang lalu di blog ini, menjadi sangat menarik.
Dalam waktu satu tahun setelah diluncurkan IPad terjual sebanyak 25 juta unit, google plus dalam waktu 1 bulan dapat mencapai pengguna sebanyak 20 juta, dan facebook user telah mencapai 750 juta, angka ini jauh lebih besar dari jumlah penduduk suatu negara didunia. Pertumbuhan yang sangat pesat ini belum pernah dialami sebelum terjadi revolusi digital.
Pertanyaan saya yang paling menarik pada saat saya membaca buku yang berjudul The technology elite yang ditulis oleh Vinnie Mirchandani, adalah bagaimana IPad dapat memprediksi pasarnya sehingga Apple dapat menyiapkan produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan yang mengagumkan adalah Apple dapat memenuhi sebagian besar permintaannya walaupun orang harus tetap menunggu pada saat memesan IPad di awal peluncurannya.

Bagaimana cara meramalkan produksi ?
Tidak mudah bagi Apple untuk memenuhi permintaan pasar sebanyak 25 juta unit IPad di tahun pertama,  bila kita membaca buku Biography Steve Job, memang sosok Steve Job sangat brilian dia selalu melakukan dengan cara diluar kebiasaan (Out of The box thinking).
Kebanyak perusahaan mempraktekan cara yang hampir sama dalam meramalkan penjualan di tahun yang akan datang.
  1. Analisa data penjualan tahun lalu
  2. Tentukan berapa persen akan menaikan penjualan
  3. Buat strategi untuk mencapai angka tersebut
Seandainya Steve Job menggunakan metoda tersebut, maka pada saat terjadi lonjakan penjualan yang luar biasa maka untuk memenuhi 25 Juta unit IPad dalam satu tahun sangatlah sulit, sebenarnya potensi pasar IPad jauh diatas 25 Juta unit, sebagai bukti orang masih susah untuk mendapatkan IPad pada tahun tahun awal peluncuran IPad.
Menurut Clayton M. Christensen dalam bukunya Seing What’s next mengatakan “The past is a good predictor of the future only when conditions in the future resemble condition in the past. And what works for a firm in one context might not work for another firm in a different context”. Jadi jelas sekali Christensen menegaskan bahwa data lama tidak dapat dijadikan prediksi untuk masa yang akan datang bila kondisinya tidak sama. Karena keadaan persaingan dan pasar selalu berubah, maka keadaan yang lama tidak akan sama dengan keadaan yang akan datang.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya meramalkan penjualan yang akan datang ? Christensen menjelaskan lagi “The best way to make accurate sense of the present, and the best way to look into the future, is through the lens of theory”.

Sales growth Andal Software
Pertumbuhan sales Andal Software sangat luar biasa sejak tahun 2008. Biasanya di pertengahan tahun kami sudah mulai membahas sales growth untuk tahun berikutnya. Untuk memprediksi sales growth kami selalu melihat berapa banyak potensi pasar yang ada, dengan data data yang kami miliki, kami dapat memprediksi berapa gesar growth untuk tahun berikutnya.
Seperti pada tahun 2012 ini, kami memprediksikan sales akan naik dua kali lipat dari tahun lalu, dan ternyata jumlah sales tahun 2011 sudah dapat kami capai  Januari – Juni 2012 ini. Berarti sales di tahun 2012 akan mencapai lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya.
Tahapan melakukan forecast penjualan dimulai dari jumlah target market yang akan di ambil, katakan ada seribu perusahaan yang  dijadikan target pasar kita. Untuk bisa mendapatkan seribu perusahaan apa saja yang perlu dilakukan ? berdasarkan data statistik dari tahun ke tahun, biasanya sales itu terjadi dari beberapa aktivitas seperti
  • Word of mouth berapa persen dari jumlah customer sehingga kita mendapatkan angka jumlah customer yang bisa didapatkan lewat word of mouth
  • Website berapa persen dari hit rate di website yang dapat di convert untuk dijadikan sales dari sini didapatkan perkiraan penjualan lewat website, untuk menaikan sales berarti bagaimana dapat meningkatkan hit rate, dan berapa banyak bisa dicapai di tahun depan
  • Seminar, berapa kali seminar akan diadakan dan berapa jumlah peserta dalam seminar, dari jumlah seminar tersebut berapa persen perusahaan yang tertarik untuk membeli
  • Partner, berapa banyak partner yang dapat memberikan lead hingga menjadi sales
  • Telesales, berapa besar kekuatan telesales untuk menjual ?
Kami memiliki data yang lengkap dari setiap aktivitas tersebut diatas, sehingga bila data diatas dapat diolah kemudian di analisa akan menghasilkan suatu strategi yang luar biasa. Bila strategi tersebut dicoba terus menerus dan dianalisa, maka kita akan medapatkan suatu teori yang dapat digunakan untuk melakukan forecasting.
Kami sangat yakin dengan hasil teori ini, dan dapat dibuktikan bahwa sales kami selalu naik secara signifikan. Yang perlu kami terus perbaiki adalah team support yang melakukan implementasi dan Application Support, sehingga walaupun jumlah customer bertambah banyak, tetapi kecepatan dan ketepatan dalam melakukan support masih dapat terus terjaga dengan baik.

Team support
Team support pun terus di perbaiki dengan meningkatkan kecepatan implementasi serta support. Sekitar dua tahun lalu kami memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk melakukan implementasi, sekarang ini dapat dilakukan dalam waktu dua minggu sejak kami menerima data yang lengkap dari pelanggan. Sekarang ini kami masih dalam proses melakukan perbaikan pada aplikasi sehingga dapat lebih mudah lagi untuk melakukan data migrasi, implementasi dan penggunaan.
Faktor produk akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan semuanya itu, karena produk merupakan pusat dari kesemuanya. Dalam peningkatan produk kamipun sudah mempunyai mekanisme feedback dari customer yang dapat digunakan untuk penambahan fitur atau perbaikan produk itu sendiri.

Selasa, 23 Agustus 2011

Crossing the Chasm

Technology Adoption Life Cycle

Didalam bukunya yang berjudul Crossing the Chasm, Geoffrey A. Moore membahas dengan sangat baik dan sistematis, menjawab banyak pertanyaan tentang industri IT. Banyak sekali para pemula yang mempunyai ide sangat cemerlang dan menghasilkan produk IT yang baik, tetapi tidak dapat masuk kedalam pasar yang besar, pertanyaannya adalah mengapa tidak laku di pasar ?
Setiap kelompok mempunyai bahviour yang berbeda;
Innovators, sering juga disebut sebagai Technology Enthusiast, cirinya adalah bila ada gadget baru mereka ingin yang pertama kali memiliki, dan mereka menguasai penggunaan gadgetnya. Mereka akan puas dengan mengetahui banyak hal dari gadget baru tersebut, walaupun buku manual kadang masih tidak jelas, mereka jarang komplain.
Bagian kedua adalah Early adaptors yang sering disebut sebagai visionaries, orang visionaries mempunyai impian yang kuat untuk menggapai perkembangan bisnis yang lebih besar lagi, sehingga mereka memerlukan perbaikan dan mencari terobosan baru dalam mengembangkan bisnisnya.
Segmen yang berikutnya adalah yang disebut dengan mainstream market jumlahnya sekitar 2/3 dari keseluruhan pasar, mainstream market adalah pasar yang cukup besar. Bila suatu produk sudah ada di pasar early adaptor dan akan masuk ke mainstream ada jurang yang disebut dengan “CHASM” dua kelompok pasar ini saling berbeda kepentingan dan cara mereka membelanjakan TI. Sehingga keberhasilan memasarkan pada kelompok early adaptor belum tentu dapat berhasil di early majority. Banyak sekali perusahaan IT baru yang mengembangkan produk yang bagus, kemudian laku sesaat tetapi perusahaannya tidak bertumbuh bahkan ada yang tutup, permasalahan utama adalah mereka tidak dapat menyeberangi “CHASM” untuk memasuki pasar mainstream atau pasar yang sebenarnya.
Saya pertama kali mendapatkan konsep ini sekitar tahun 1996, pada saat itu Andal Software sudah mulai memasuki pasar Masal dengan menjual produk untuk GL, yang bernama Presisi dan sedang mengembangkan produk masal lainnya. Kami mencoba konsepnya ditahun 1998, pertanyaan yang menggelitik adalah bila kita akan membidik pasar di early adopter agar dapat memberikan opini kemudian menyeberang the “CHASM” agar mendapatkan mainstream market, bagaimana caranya ? dari berbagai eksperimen dalam mengelola pasar, kami mendapatkan formula untuk memasuki segmen tersebut, pengalaman yang sangat berharga ini kami gunakan hingga sekarang, jadi tidak heran kalau pertumbuhan penjualan produk Andal Software cukup menggembirakan beberapa tahun terakhir ini. Hal ini juga dapat dilihat dari pengalaman kami, pada saat Andal Software jatuh di akhir tahun 2002 dan 2003, kejatuhannya bukan karena tidak dapat menjual produknya, tetapi karena kenaikan penjualan tahun 2002 mencapai hampir dua kali dari tahun 2001 pada saat pertama kali launching.
Pada tanggal 20 September 2011 mendatang, saya akan sharing dengan kelompok media dan beberapa pelaku bisnis TI, sharing ini sifatnya terbatas. Tentunya menarik sekali setiap kali sharing saya akan mendapatkan sesuatu yang baru, saya sudah tidak sabar lagi menunggu tibanya tanggal tersebut.

Jumat, 04 Juni 2010

Memilih bisnis model yang tepat

Persaingan bisnis di dunaia TI di kendalikan (drive) oleh kemajuan TI itu sendiri, dan kita ketahui bahwa perkembangan di TI ini begitu pesatnya, sehingga sering menimbulkan riak riak gelombang yang awalnya kecil dan menjadi besar. Untuk perusahaan yang dapat menunggangi gelombang tersebut akan terbawa naik keatas gelombang, tetapi yang tidak dapat menunggang gelombang perubahan akan tertelan dengan gelombang itu sendiri.
Sudah banyak contoh perusahaan perusahaan besar yang namanya sempat mendunia di awal perkembangan industri TI, sekarang ini sudah tidak terdengar lagi namanya. Bahkan untuk kalangan muda sekarang ini tidak tahu sama sekali nama tersebut. Sebut saja seperti WordStar, Word Perfect, Lotus 123. Kematian nama tersebut diatas, disebabkan adanya perubahan tekhnologi, dan mereka tidak dapat mengikuti gelombang teknologi yang digelutinya.
Sekarang ini juga sedang terjadi persaingan yang sangat ketat antara Google dan Microsoft, persaingan ini sangat menarik untuk diikuti, karena memang melihat sejarah perjuangan Microsoft mengikuti gelombang perubahan tekhnologi sangat handal, dan bahkan Microsoft juga salah satu perusahaan yang menjadi panutan. Seperti perubahan dari DOS menjadi Windows, Wordstar dan Lotus 123 tertelan gelombang perubahan pada saat Microsoft meluncurkan Windows 95, kedua perusahaan diatas kurang cepat dalam menanggapi perubahan tersebut.
Dalam perkembangan di dunia internet, pada awalnya Netscape menguasai pasar browser, dan Microsoft melihat bahwa browser ini mengancam posisi Microsoft, maka Microsoft mengeluarkan IE, dan dalam bukunya yang berjudul “Competing on Internet time”, yang ditulis oleh Michael A. Cusumano, membahas dengan sangat detil bagaimana Microsoft mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendominasi pasar browser, dan pada saat itu sampai pada issue monopoli dan sempat di beberapa negara mengeluarkan peraturan bahwa browser tidak boleh di sertakan dengan windows.
Memang Microsoft sudah dapat mendominasi dunia operating system, bahkan yang tadinya Netscape dianggap akan menjadi pesaing utama Microsoft. Karena browser bisa menjadi landasan untuk melakukan browsing di internet. Tetapi Microsoft masih berfokus pada desktop application yang memang benar bahwa aplikasi di desktop ini merupakan tulang punggung dari Microsoft.
Cara Microsoft memperkuat Windowsnya dengan cara memberikan aplikasi yang sangat bagus dan terintegrasi diatas Windows, bahkan partner Microsoft didorong untuk membuat aplikasi yang beragam diatas windows. Berbagai produk dikeluarkan untuk mendukung Windowsnya seperti sharepoint untuk kolaborasi dan mengelola dokumen. Menurut saya sharepoint adalah salah satu pengelola dokumen yang sangat baik sekali.

Era internet baru datang
Pertempuran antara Microsoft dan Netscape hampir sepuluh tahun yang lalu ternyata belum berakhir, pada masa itu Internet baru muncul, dan pemakai juga belum sebanyak sekarang. Dan kita tahu bahwa pertumbuhan internet sangat luar biasa pesatnya.
Di Indonesia sekarang ini jumlah pengguna internet telah mencapai …. Bila dibandingkan dengan beberapa tahun silam yang hanya mencapai …. User. Pertumbuhan internet dipicu juga dengan perkembangan social networking, membuat jejaring melalui dunia maya. Sekarang ini anak anak muda sudah mengenal Face Book, Tweeter, youtube dan social networking software lainnya.
Perkembangan jumlah user yang menggunakan Internet yang cukup besar ini, akan banyak menggeser aplikasi dari desktop ke aplikasi berbasis web. Social networking software yang paling cocok adalah dengan menggunakan web application. Sehingga kedepannya web application akan lebih banyak dibandingkan dengan desktop application.

Apa yang sangat menarik untuk di ikuti
Di dunia maya yang begitu banyak sumber data dan berita, sehingga sekarang ini kita dibanjiri dengan informasi. Berbeda dengan abad ke duapuluh yang lalu, informasi sangat sedikit. Sehingga kita punya banyak waktu untuk mencari informasi, sekarang ini keadaan sudah terbalik, menjadi tidak punya banyak waktu untuk membaca seluruh informasi yang ada.
Dengan kekurangan waktu untuk membaca informasi maka kita harus memilih informasi semacam apa yang ingin dibaca dan ingin diketahui. Munculnya google sebagai mesin pencari, adalah waktu yang sangat tepat sekali, ditengah tengah orang kekurangan waktu untuk membaca informasi. Dengan bantuan google kita dapat mencari informasi yang hanya kita perlukan saja.
Anehnya, pada saat kita menggunakan jasa google sebagai mesin pencari, kita tidak dipungut bayaran oleh google. Google menyediakan mesin pencari waktu secara Cuma Cuma. Pertanyaannya adalah bagaimana google dapat hidup dan berkembang tanpa memungut bayaran bagi pengguna aplikasinya.
Google telah berhasil merevolusi bisnis model konfensional yang selalu mencari uangnya dari apa yang mereka buat, google mencari uangnya bukan dari aplikasinya. Tetapi dari iklan yang dapat dipasang disetiap orang mencari sesuatu, google dapat memberikan referensi untuk mencari informasi web tertentu. Dan setiap kali orang yang menggunakan google melihat web yang ditawarkan tersebut, pemilik web membayar ke google. Iklan seperti ini disebut sebagai pay per click.
Didalam bukunya yang berjudul FREE, Chris Anderson menulis tentang empat cara bagaimana seorang pembuat product dapat memberikan FREE kepada pemakainya. Bisnis model google disebut Freemium oleh Chris. Chris juga menulis buku laris lainnya yang berjudul Long Tail. Google sekarang ini membuat banyak aplikasi untuk memperkaya aplikasi, dengan tujuan banyak orang yang menggunakan aplikasi tersebut, diantaranya adalah Google Doc. Google doc adalah aplikasi yang dapat membantu untuk membuat dokumen dan sharing dokumen, yang sharing dokumen tersebut dapat diberi hak untuk membaca saja, atau ikut mengedit. Suatu alat untuk berkolaborasi membuat dokumen yang sangat baik dan gratis. Seperti mahasiswa dalam satu kelompok untuk membuat tugas bersama, dengan menggunakan google doc akan sangat mudah sekali, dibandingkan dengan menggunakan word di komputer masing masing.
Melihat bahwa aplikasi kedepan yang paling banyak adalah berbasis web, google membuat google chrome, dan juga mengeluarkan aplikasi untuk smartphone yang berbasis web juga. Tujuan google adalah satu, yaitu banyak yang menggunakan aplikasinya kemudian google akan mendapatkan uang dari iklan. Dan makin banyak pengunjung pemasang iklan akan makin senang, karena ukuran iklan adalah berapa banyak orang yang akan melihat iklannya.

Dimana persaingan antara Microsoft dan Google
Microsoft menjual windows dengan segala macam aplikasi yang mendukung windows tersebut sehingga pemakai windows dapat menggunakan komputernya untuk apa saja. Sedangkan google memberikan secara gratis OS nya, dan diharapkan banyak orang yang akan menggunakan, dan pemasang iklan akan berani bayar lebih mahal lagi.
Kita lihat bahwa kedua perusahaan tersebut bersaing sangat ketat, tetapi keduanya memiliki bisnis model yang berbeda. Google bisa mengalihkan medan pertempuran ke tempat yang berbeda, seperti Microsoft mengalihkan medan pertempuran pada saat Microsoft mengalahkan Netscape.
Kalau begitu siapa yang akan memenangkan pertempuran antara Microsoft dan Google, kita patut mengikutinya. Pengalaman saya selama mengikuti sejarah perkembangan Microsoft, Microsoft selalu punya cara untuk memenangkan pertempuran, bagaimana kali ini ? saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, tetapi saya sangat antusias mengikuti langkah langkah yang sekarang sedang dilakukan oleh Microsoft untuk memenangkan pertempuran. Tetapi Google juga tidak kalah agresif, salah satu orang andalan Microsoft yang bernama Lie Kay Fu, pindah dari Microsoft ke Google. Pada saat itu Steve balmer sangat berang, disitulah pertempuran dimulai. Mari kita lihat hasilnya, waktu akan menjawab.

Jumat, 09 Januari 2009

Membuat Produk Software, Sebuah Perjalanan

Sebagai seorang TI, karena sudah diajarkan banyak hal mengenai disain suatu sistem, kadang merasa bahwa orang TI itu mengetahui segalanya. Bahkan mereka banyak yang menganggap dirinya dapat menciptakan suatu software yang diperlukan oleh pelanggannya. Sehingga mereka sering merasa bahwa software yang akan dibuatnya nanti akan menjadi software yang paling hebat dan paling baik.
Setelah lama saya berkecimpung di dunia software, bila ada teman yang beranggapan seperti itu saya hanya mengangguk dan tersenyum, dan saya akan mengatakan “memang kamu hebat”. Dan dalam hati saya selalu berkata “Baiklah, menurut kamu software yang kamu buat itu hebat, dan saya memang percaya bahwa software yang dibuatnya itu hebat. Tetapi apakah dapat digunakan dengan baik oleh pelanggan ?” inilah kegagalan yang sering dialami oleh banyak pembuat software, terutama software paket. Karena apa yang dianggap bagus oleh pembuat belum tentu diperlukan oleh user, kebutuhan software yang dibayangkan oleh user kadang tidak secanggih yang dipikirkan oleh orang TI. Bila kita gambarkan antara kebutuhan dan software yang dibuat dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.



Pada kasus A, kebutuhan user hanya sedikit yang dipenuhi oleh software yang dibuat, sehingga software tidak dapat digunakan oleh user. Sedangkan pada kasus B, kebutuhan user banyak yang dapat terpenuhi. Memang pada saat membeli paket software belum tentu semua kebutuhan user dapat terpenuhi, paket software dibuat berdasarkan standard yang sering digunakan. Itulah salah satu penyebab perusahan software independent yang sudah punya pengalaman banyak dalam membuat software belum tentu dapat membuat paket software yang baik, sebaliknya seorang praktisi pajak misalnya dapat membuat software pajak dengan baik. Kalau demikian pertanyaannya adalah “Bagaimana kita dapat membuat software paket sesuai dengan kebutuhan user ?”

Berorientasi pada kebutuhan user
Kalau kita baca bagaimana Quicken pertama kali dibuat sangat menarik sekali. Idenya dimulai dari sang Istri yang setiap tahun harus mengisi form pajak di Amerika, kemudian pada saat sang istri mengisi form tersebut dan sang suami ada didekatnya, sang istri berkata seandainya ada yang dapat membantu mengisi form seperti ini dengan mudah, tentunya akan banyak orang yang membutuhkan, ini adalah pekerjaan yang sangat membosankan. Kebetulan sang suami dapat membuat program komputer, maka setelah mendengar sang istri tersebut sang suami membuatkan program komputernya. Dan memang setelah software itu jadi, kemudian di berikan pada beberapa kawannya, banyak yang menyukainya.
Pada saat membuat paket program terutama yang mass market, kita harus dapat mengetahui kebutuhan user, sedangkan kebutuhan setiap user ber-beda, bagaimana kita dapat memenuhi semua kebutuhan user ?
Sebetulnya pada saat user membeli program paket, karena lebih murah dibandingkan dengan membuat software sendiri, biasanya mereka mau sedikit mengorbankan fungsi yang diperlukan tetapi tidak tersedia didalam software tersebut. Sebagai pembuat software akan bertanya seberapa besar user mau berkorban untuk tidak memiliki fungsi yang mereka butuhkan.

User Requirement
Sejak pertama kali Andal Software memutuskan untuk terjun secara penuh ke dunia paket software di tahun 1998, kami telah mencoba membuat paket akonting sederhana pada tahun 1992 dengan nama Presisi. Selama enam tahun tersebut kami belajar banyak terutama bagaimana caranya membuat software produk agar dapat dijual di pasar dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sudah banyak cara yang telah kami coba, dan memang sangat menarik sekali pelajaran yang didapatkan selama enam tahun tersebut. Belum lagi marketing yang harus dipikirkan, bagaimana caranya kita berpikir bahwa yang dijual bukanlah software melainkan produk yang berupa software. Sehingga perlakuannya pun harus seperti menjual produk produk consumer good yang lainnya.
Dari beberapa hal yang kami pelajari ada dua hal penting dalam mengumpulkan user requirement pertama adalah user feedback, dan yang kedua adalah hasil presentasi. Sehingga pada saat kami melakukan presentasi kami selalu mencatat apa yang dibutuhkan oleh pelanggan tersebut, terlepas pelanggan tersebut jadi beli atau tidak. Dari jumlah kebutuhan user yang banyak tersebut, kami dapat membuat tabulasi kebutuhan fungsi yang diceritakan oleh user, yang menarik banyak hal yang sama yang diungkapkan oleh user, makin banyak fungsi yang dibutuhkan oleh user berarti fungsi itu harus ada, sedangkan fungsi yang dibutuhkan oleh sedikit user berarti fungsi tersebut kurang lazim digunakan.
Data statistik semacam ini sangatlah penting untuk pengembang software paket agar software paket yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan banyak pelanggan. Memang biaya yang dikeluarkan tidak sedikit karena pada saat awal kita harus banyak melakukan presentasi pada user sehingga jumlah user requirement yang didapat, dapat mewakili populasi pengguna software yang akan kita buat.

Perjalanan mendesain sebuah produk
Pada bulan oktober 2008, Andal Software meluncurkan Andal Kharisma dan Andal PayMaster versi 2009. Menurut para calon pelanggan yang kami demokan rata rata mengatakan bahwa produk tersebut bagus sekali sangat mudah digunakan dan sangat fleksible. Bila selesai presentasi saya merasa cukup bangga, karena hampir semua calon pelanggan memuji produk yang baru tersebut.
Pembuatan software tersebut merupakan perjalanan yang cukup panjang, kami meluncurkan produk Kharisma pertama kali pada tahun 2001, dan dari sejak saat produk di luncurkan hingga tahun 2006, kami sudah banyak sekali bertemu dengan calon pelanggan maupun yang sudah menjadi pelanggan. Kami mendapatkan fungsi yang diperlukan biasanya dari calon pelanggan yang tidak memilih Andal, sedangkan kemudahan biasanya kami mendapatkan masukan dari pelanggan kami. Selama lima tahun perjalanan mengumpulkan kebutuhan dari pelanggan, banyak sekali catatan yang kami dapatkan, sehingga kami memerlukan waktu dua tahun untuk membuat desain Andal Kharisma 2009. Andal Kharisma 2009 mengubah cara mengelola penggajian, karena proses yang yang berbeda dengan aplikasi penggajian lainnya, dari user interface yang sangat memudahkan user adalah grouping and filtering. Hampir disetiap transaksi penggajian grouping dan filtering digunakan. Contohnya pada saat akan memberikan lembur, pasti diberikan pada kelompok karyawan tertentu. Atau pada saat akan memberikan tunjangan tertentu pasti tunjangan itu akan diberikan pada sekelompok karyawan tertentu. Kelompok karyawan tertentu ini yang harus dapat dilakukan oleh software, Andal Kharisma dapat membuat kelompok sesuai dengan hampir semua data yang ada, seperti jabatan, organisasi, pangkat, dan bahkan user define field dapat dijadikan sebagai grouping dan filtering.
Yang menarik selama dua tahun dalam melakukan desain adalah pada saat menentukan user interface, kita harus berdiskusi panjang lebar antara kebutuhan fungsi dan tekhnologi yang ada. Kadang kita memerlukan suatu tekhnologi tertentu untuk memenuhi suatu fungsi, tetapi tidak ada, dan kita harus memikirkan alternatifnya. Selama diskusi yang panjang ini, kami yakin semua team yang terlibat didalam desain belajar banyak sekali. Saya sangat senang sekali mempunyai team yang sangat solid dan saling menunjang untuk membuat suatu produk yang hebat.
Sampai sekarang ini kami masih terus mengembangkan Andal Kharisma 2009 dan Andal PayMaster 2009, sehingga release yang keluar sangat cepat sekali, hampir setiap minggu kami dapat mengeluarkan release baru, jadi dalam satu bulan Andal Kharisma dan Andal PayMaster mempunyai perbedaan yang luar biasa. Tentunya user yang telah menggunakan Andal Kharisma dan Andal PayMaster akan mendapatkan updatenya tidak tiap minggu, mungkin 4 - 6 bulan baru mendapatkan release barunya.
Sekarang ini kami sedang mengembangkan add on lainnya, dan pada saatnya nanti saya akan bercerita yang lainnya, yang tidak kalah menariknya untuk diceritakan, hampir seluruh team Andal Software sekarang ini semangat sekali, setelah melihat produk Andal Kharisma 2009 dan Andal PayMaster 2009 ke pasar, dan juga beberapa produk yang lainnya yang sedang dalam pengembangan, kami semua yakin bahwa produk tersebut akan dengan cepat masuk ke pasar. Hal ini terbukti dengan permintaan yang luar biasa pada saat sekarang ini walaupun dalam keadaan ekonomi yang katanya tidak terlalu baik.

Selasa, 30 September 2008

Model Bisnis di Industri Software

Bisnis Baru dalam Industri Software Lokal
Sistem sewa software menjadi pilihan untuk kalangan korporat


Jakarta, 23 September 2008 – Pemerintah perlu menciptakan ekosistem bagi perkembangan industri software lokal di Tanah Air. Ekosistem ini merupakan jaringan antara pengembang software dan konsumen. Proteksi terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual atau Hak Cipta juga dirasakan semakin mendesak untuk menjadikan ekosistem yang sehat. Dan proteksi ini bergantung pada kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri software lokal. Demikian issue yang mengemuka pada saat diskusi yang diadakan oleh Andal Software yang bertema “Mamahami Industri Software Lokal” baru-baru ini.

Pemakaian software untuk menjalankan proses bisnis sebuah perusahaan saat ini dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan dapat menghemat biaya operasional dibandingkan dengan penggunaan tenaga mekanik. Keuntungan lainnya yakni lebih cepat, efisien, akurat, transparan dan otomatis. Indra Sosrojojo, Direktur Andal Software mengatakan kebutuhan software akan terus meningkat sejalan makin luasnya penggunaan software yang saat ini tidak hanya untuk komputer saja melainkan sudah digunakan untuk mengatur jalannya mesin mobil, telepon seluler, proses otomasi mesin-mesin industri, pengendalian pesawat udara dan masih banyak lagi lainnya.

Namun sayangnya, Indra menjelaskan banyak pengembang di Indonesia yang tidak siap membuat produk yang memenuhi kebutuhan pasar lokal. “Ada masalah klasik yang seringkali terjadi. Pengembang software membuat suatu produk sesuai dengan apa yang pengembang pikirkan, padahal kebutuhan software produk di pasar tidak seperti apa yang ia pikirkan. Sehingga pada saat software produk tersebut dijual dipasar tidak dapat diterima oleh pasar.” tuturnya. Pada akhirnya biaya pembuatan software yang cukup besar tetapi tidak dapat dipasarkan. Masalah lain juga terjadi karena pengembang memproduksi software dengan standar international sehingga tidak dapat diaplikasikan untuk bisnis di Indonesia.

Romi Satria Wahono, peneliti LIPI dan Koordinator IlmuKomputer.com mengatakan terdapat keterbatasan pengetahuan pengembang dalam software development dan standar metodologi. “Sehingga begitu software diukur dari seluruh proses Software Development Life Cycle (SDLC), kita kedodoran dan kalah bersaing,” tuturnya. Karenanya, software belum mampu menjadi sebuah industri profesional tapi lebih kepada pekerja suatu proyek-proyek besar atau mengikuti tren.

Kendala lainnya adalah rata-rata perusahaan software lokal mempunyai keterbatasan modal usaha. Hal ini dikarenakan kebanyakan perusahaan software tidak dapat memperoleh pinjaman usaha dari bank karena tidak memiliki aset nyata yang bisa digunakan sebagai agunan pinjaman. Akibatnya banyak perusahaan software yang berumur muda.

Di Indonesia diprediksi terdapat sekitar 56.500 pengembang software tapi kalah bersaing dalam produksi software dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia yang lebih sedikit jumlah pengembangnya. Menurut Romi, indikator utama yang menunjukkan kemampuan produksi software di suatu negara adalah jumlah perusahaan pembuat software (software house atau Independent Software Vendor) dan tentu saja jumlah profesional yang bekerja sebagai developer. “Kalau kita lihat benar bahwa Malaysia dengan 18 ribu pengembang dan Singapura 13 ribu pengembang tapi mereka terhimpun dalam ISV yang jumlahnya banyak, “ katanya. Artinya mereka terkoordinasi untuk menuju pasar dengan lebih efektif dan efisien. Berbeda dengan Indonesia yang developernya terpecah-pecah dan tidak terkoordinasi untuk membidik pasar. Indonesia hanya memiliki kurang dari 250 ISV ditambah lagi sebagian besar developer bekerja secara individualistik atau komunitas yang kadang kurang profesional membidik pasar.

Tercatat, jumlah software house di Indonesia ada 250 dan akan meningkat sebesar dua kali lipat dalam 5 tahun ke depan. Indonesia menyumbang 0,5 % dari total pengembang profesional dunia yang berjumlah 13,5 juta. Sedangkan sumbangan terbesar berasal dari India sebesar 10,5 % dan Amerika sejumlah 18,9 %. Indonesia mempunyai lebih dari 200 komunitas forum pengembang yang berkumpul berdasarkan kesamaan bahasa pemrograman atau bidang software yang digarap.

Berdasarkan IDC Joint Research, dalam 5 tahun kedepan sektor Teknologi Informasi di Indonesia akan didominasi oleh IT Services sehingga menumbuhkan sekitar 81 ribu lapangan pekerjaan dari 1100 perusahaan IT baru. Dalam periode tersebut software spending akan naik mencapai 11,4% dari total 29,9% IT spending dari seluruh pekerja IT di Indonesia yang terlibat dalam pengembangan, pendistribusian atau layanan implementasi software.

Bisnis software dengan system sewa

Andal Software yang telah memproduksi software jadi untuk kebutuhan HRD (Human Resources Development) sejak tahun 1998 tengah bersiap-siap mengembangkan software sebagai service seperti yang akan terjadi pada masa IT Services nanti. “Konsumen tidak perlu lagi membeli Full Product yang investasinya cukup tinggi, tapi dapat menyewa fitur yang diperlukan saja. Setelah selesai masanya atau tidak membutuhkannya lagi, konsumen dapat menghentikan penggunaannya,” tambah Indra

Diakui Indra, pemindahan bisnis model dari penjualan produk ke penyewaan produk memang akan memberikan keuntungan kepada pelanggan, “Pelanggan tidak perlu melakukan investasi yang cukup besar. Sedangkan dari produsen memerlukan strategi tersendiri untuk mengubah dari sistem jual ke system sewa.”

Produk Andal Software seperti Andal Kharisma dan Andal Paymaster merupakan produk untuk pengelolaan sumber daya manusia pada suatu perusahaan. Paket program ini dapat digunakan untuk menghitung gaji karyawan, THR, bonus, sekaligus menghitung pajak PPh 21. Setiap tahunnya, bagi perusahaan pemakai software ini harus memperbarui software agar menyesuaikan dengan peraturan ketenagakerjaan dari pemerintah. Untuk alasan itulah, model sistem sewa akan lebih memudahkan bagi perusahaan karena tidak perlu membeli produk upgrade yang hanya memuat sedikit fitur tambahan. Perusahaan dapat menghemat anggaran belanja TI. Bagi Andal sendiri, sistem sewa dapat memperpanjang layanannya terhadap pelanggan yang berujung pada keberlanjutan bisnisnya. Seperti yang dipaparkan oleh IDC Joint Reserarch, bisnis model sewa ini dapat menumbuhkan lapangan pekerjaan TI mulai dari developer, distribusi hingga layanan implementasinya.

Tentang Andal Software
Andal Software adalah perusahaan pembuat software yang didirikan tahun 1988. Andal mengawali perjalanan bisnisnya mulai dari membuat aplikasi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sejak tahun 1992 Andal Software mulai memproduksi software jadi yang dinamakan Presisi versi 1.0,software paket untuk membuat laporan keuangan. Pada tahun 1998, Andal software banyak memproduksi paket aplikasi untuk UKM seperti pengelolaan keungan Smart GL, pengelolaan persediaan barang dan penjualan Saudagar, dan untuk Kasir Andal POS. Saat ini Andal Software fokus pada aplikasi untuk Human Resources, penggajian karyawan, PPh 21 dan attendance yang bernama Andal Kharisma dan Andal PayMaster.