Kamis, 13 Desember 2012

Industri Software Outlook 2013



Pertumbuhan pengeluaran TI di Indonesia sangat menggembirakan menurut research dari Business Monitor International, kenaikan yang terbesar di dominasi oleh software yang mencapai 16% dari 687 Juta USD di tahun 2012 menjadi 800 juta USD ditahun 2013, sedangkan TI services menduduki peringkat kedua, kenaikannya mencapai 14% dari 989 juta USD ditahun 2012 menjadi 1.1 Milyar USD di tahun 2013, sedangkan hardware mencapai 11 % dari 4.2 Milyar menjadi 4.7 Milyar di tahun 2013. Peningkatan belanja hardware yang hanya mencapai 11% ini sejalan dengan penetrasi PC yang angkanya hanya di bawah 10 %.
Pertumbuhan TI yang cukup baik ini di dorong oleh pemerintah dengan menggalakan penggunaan TI, disamping itu persaingan bisnis yang sangat ketat, banyak perusahaan terpaksa harus menggunakan TI karena dengan menggunakan TI akan membuat biaya lebih efisien.  Hal yang menggembirakan bagi pelaku TI adalah data jumlah perusahaan yang belum menggunakan TI masih cukup besar, jumlahnya dapat mencapai 30 – 35 juta perusahaan.
Kebutuhan akan TI yang masih besar ini terlihat juga dari kenaikan sales Andal Software dari tahun ke tahun yang pertumbuhannya diatas 50 % selama empat tahun berturut-turut. Tahun 2012 ini kenaikan penjualan Andal Software mencapai 85% lebih besar dibandingkan dengan tahun 2011, angka yang cukup besar untuk pertumbuhan software. Bila dilihat dari analisa potensi pasar Team Andal Software sangat yakin di tahun 2013 ini, penjualannya akan meningkat lebih besar lagi, diperkirakan bisa lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2012. Keyakinan ini di tunjang dengan data-data yang dimiliki oleh Andal Software, yang sudah kami kumpulkan selama tiga tahun ini. Kami mempunyai data jumlah perusahaan di Indonesia, berikut dengan jumlah karyawan, dan software payroll yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Pertanyaan yang selalu saya tanyakan pada diri saya sendiri adalah, bila kesempatan pasar yang ada diluar itu sangat besar sekali, bagaimana caranya kita dapat mengantisipasi pasar yang besar sehingga kita juga dapat mengambil porsi yang besar. Dari pertanyaan itulah saya banyak mendapatkan jawaban melalui banyak buku yang saya baca. Saya akan sharing apa yang saya temui pada saat mencari jawaban dari pertanyaan tersebut diatas, yang merupakan strategi yang akan kami lakukan pada tahun depan.

Pasar Software Payroll
Dari total penjualan selama tahun 2012, sebesar 80% perusahaan menggantikan software payroll yang telah mereka gunakan sebelumnya, kebanyakan dari software payroll mereka gunakan didapat dari vendor software atau buatan sendiri oleh team internal perusahaan tersebut. Sedangkan sisanya yang 20 persen menggunakan excel.
Yang menarik adalah mengapa angka replacement lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih menggunakan excel?, Hasil survey yang kami lakukan pada pelanggan yang memutuskan untuk mengganti aplikasi mereke ke aplikasi Andal Software adalah karena ketidak pusasan terhadap Service yang diberikan oleh software vendor sebelumnya. Pada saat kami temukan bahwa ketidak puasan terhadap service yang dilakukan, hampir semua vendor tersebut membuat software payrollnya semi custom atau custom. Membuat software semi custom atau custom, berarti software payroll yang mereka buat untuk customer yang satu dan lainnya berbeda, sehingga untuk men-support pelanggannya diperlukan pengetahuan yang berbeda antara support pelanggan yang satu dan lainnya. Hal ini tidak menjadi masalah saat jumlah pelanggannya belum banyak, begitu jumlah customernya meningkat, mereka tidak dapat lagi mempertahankan tingkat kepuasan layanan pelanggan.

Kekuatan sekaligus kelemahan
Didalam kekuatan pasti ada kelemahan, Andal Software telah memilih untuk menjadi industri software, artinya kita membuat paket software Payroll yang tidak dapat di ubah-ubah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Sehingga pada saat menjual software, semua pelanggan akan mendapatkan software yang sama, demikian juga bila kami mengeluarkan versi yang baru, maka semua pelanggan akan mendapatkan software upgrade yang sama. Walaupun softwarenya sama, tetapi kami masih dapat memenuhi banyak kebutuhan pelanggan kami, hal ini terbukti dari jumlah penjualan yang pertumbuhannya sangat baik dari tahun ke tahun, dan juga jumlah pelanggan yang cukup banyak.
Kekuatan dari paket software:

  • Menjual software dalam jumlah besar
  • Mudah untuk memberikan support ke pelanggan
  • Bila ada perubahan peraturan pajak, dapat melakukan penyesuaian dengan cepat, karena hanya mempunyai satu versi saja
  • Waktu delivery yang singkat
  • Harga relatif lebih murah dibandingkan dengan custom yang memiliki fungsi yang sebanding

Kekurangan dari paket software

  • Tidak semua perusahaan dapat menggunakan aplikasi paket
  • Kurang fleksible terhadap permintaan perubahan
Kalau memang mempunyai kekurangan dan tidak dapat melayani semua pelanggan mengapa mengambil keputusan untuk membuat paket software ? keputusan yang tidak mudah, tetapi dengan membuat paket, walaupun tidak dapat melayani semua perusahaan, tetapi kami dapat menjual jauh lebih banyak software dibandingkan dengan yang custom dan semi custom.

Pergeseran Kebutuhan Software Payroll
Pada awalnya perusahaan ingin menggunakan software hanya sekedar membantu melakukan perhitungan gaji di perusahaannya, kebutuhan software awal adalah software yang dapat menghitung gaji dan pajak PPh 21 dengan tepat. Sejalan dengan penggunaan software yang cukup lama, user menuntut lebih lagi, sekarang ini yang mereka butuhkan bukan lagi sekedar software yang dapat membantu untuk melakukan perhitungan dengan tepat, tetapi yang mereka butuhkan adalah software automation. Pergeseran kebutuhan ini sesuai dengan teorinya Clayton Christensen yang terlihat pada grafik dibawah ini ;
Disruptive Innovation Theory
Garis putus menunjukkan kebutuhan customer yang selalu meningkat sejalan dengan waktu, dan sebenarnya garis tersebut banyak dan paralel, karena kebutuhan setiap pelanggan tentang performance berbeda. Hal ini ditunjukan oleh gambar kurva yang ada disebelah kanan.
Garis lurus menunjukkan dari industri yang peningkatan performancenya biasanya lebih cepat dibandingkan dengan performance yang dibutuhkan oleh customer. Garis lurus yang diatas menunjukkan produk yang telah ada (incumbent), sedangkan yang dibawahnya adalah pendatang baru.
Pada saat garis lurus memotong garis putus, disitu customer merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, bila vendor meningkatkan lagi performancenya, maka peningkatan performance tersebut tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh si pengguna.
Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan akan performance sesuatu tekhnologi atau barang akan naik. Contohnya mobil, dulu power steering merupakan barang mewah, sekarang ini semua mobil mempunyai power steering.
Kalau dilihat dari kurva disruptive innovation diatas, perusahaan harus selalu melakukan innovasi (sustaining innovation), untuk dapat melakukan sustaining innovation harus mempunyai mekanisme untuk menangkap kebutuhan di pasar, Clayton Christensen mengatakan bahwa kita harus mengetahui What’s job to be done dari pasar. Team Andal Software banyak sekali mengumpulkan jawaban-jawaban What’s job to be done dari pasar, dan jawaban ini merupkan masukan yang sangat bagus untuk melakukan sustaining innovation.

Selasa, 04 Desember 2012

Bersyukur


Saya merasa mendapatkan banyak hal pada saat melakukan refleksi diri, khususnya di tahun 2012 yang sudah hampir berakhir, refleksi diri disetiap akhir tahun sudah menjadi kebiasaan saya selama beberapa tahun belakangan ini.
Di akhir tahun lalu saya mulai melihat lebih dalam kata bersyukur, dan saya mulai mencoba untuk mengucapkan syukur pada keadaan apapun yang saya alami. Memang tidak mudah untuk bersyukur dalam keadaan yang kita rasakan kurang enak, sangat sulit bersyukur pada saat kita mendapatkan sesuatu tidak seperti apa yang kita harapkan.
Pada saat saya ingin belajar mengucapkan syukur pada apa saja yang saya terima, saya merasa tantangan demi tantangan yang saya dapatkan. Saya berusaha keras untuk melihat semua sisi positif apa yang saya terima, saya selalu melihat hal apa yang dapat saya pelajari dari tantangan yang saya dapatkan. Saya teringat akan kalimat yang mengatakan “Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan”. Memang benar sekali pada saat saya mulai dapat melihat sisi positif banyak hal yang saya dapatkan. Saya dapat melihat tantangan yang ada menjadi lebih jernih lagi.

Mengubah Sudut pandang
Selama tahun 2012 saya banyak menceritakan peristiwa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu antara tahun  2002-2003 dimana, saya mengalami kejatuhan di Andal Software, dan saya selalu mengatakan bahwa “Seandainya pada tahun 2003 saya tidak mengalami kejatuhan, mungkin Andal Software tidak seperti sekarang keadaannya”. Setiap kali saya mengatakan kalimat tersebut, akan mengingatkan saya bahwa jatuhnya Andal Software di tahun 2003, memberikan pelajaran yang sangat berharga, yang membawa Andal Software seperti sekarang ini, memang belum sebesar apa yang dapat saya bayangkan, tetapi jalannya sudah terlihat sangat jelas sekali.
Dengan mengungkapkan hal tersebut saya mengakui bahwa tantangan yang saya dapatkan sebetulnya memberikan pelajaran untuk saya, agar saya dapat lebih baik lagi, dan tentunya saya meng-amini pendapat bahwa “Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan”
Diperlukan perubahan sudut pandang agar kita dapat menerima tantangan menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga.  Banyak terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh team Andal Software, tetapi kalau saya ingat kembali, justru dari kesalahan yang dilakukan oleh team di Andal Software yang membuat Andal Software memperbaiki sistemnya maupun produknya. Dari pengalaman ini saya pernah menuliskan di blog ini yang berjudul Kesalahan yang membawa berkah”, seandainya tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh team Andal, mungkin kita tidak memikirkan bagaimana caranya agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi, akibatnya kita banyak belajar untuk mengembangkan produk maupun cara kita bekerja. Disinilah sebenarnya terjadi “Learning Organization*)”, setiap anggota team selalu di pacu untuk terus belajar meningkatkan skill dan knowledge, untuk dapat membantu orang lain agar dapat bertumbuh juga, sesuai dengan mission Andal Software, “Helping Others Grow”.

Didalam kemalangan pasti ada kebaikan
Orang Cina mempunyai gambar Yin dan Yang seperti pada gambar disamping ini, gambar ini menunjukkan keseimbangan hampir disetiap kehidupan kita mengalaminya, ada siang dan malam, panas dan dingin, kesulitan dan kemudahan. Yang dapat saya petik dari pengalaman hidup selama ini disetiap kemalangan pasti ada kebaikan. Dan disetiap kemalangan kita dapat belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Saya belajar bahwa penggunaan kata yang kita ucapkan juga akan mempengaruhi perilaku kita, seperti kemalangan atau hambatan saya akan mengatakannya sebagai tantangan yang harus saya hadapi bukan harus dihindari, dengan menghadapi tantangan maka kita akan bertumbuh menjadi lebih baik lagi.

 *) saya akan menulis dalam satu artikel sendiri mengenai learning organization, yang diterapkan di Andal Software

Kamis, 29 November 2012

Menggali Potensi Diri


Disetiap akhir tahun saya sering flashback untuk memikirkan apa yang ingin saya capai dalam tahun berikutnya. Bulan ini adalah akhir bulan dari tahun 2012, bulan depan sudah memasuki tahun 2013, apa yang akan saya capai pada tahun 2013. Agar dapat mengikuti tulisan ini saya cerita tempat kelahiran saya. Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kampung di Slawi, Jawa Tengah yang pada saat saya SMA baru ada di peta, pada saat itu hanya ada empat jalan besar yang namanya sesuai dengan arah mata angin, Jalan Raya Timur, Jalan Raya Barat, Jalan Raya Utara dan Jalan Raya Selatan. Jalan Raya Utara dan Selatan adalah jalan yang paling ramai, karena merupakan jalan tembus antara Tegal dan Purwokerto.  Saya sempat mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Slawi, sekolahnya dibuat dari bilik, dan kalau kesekolah tidak memakai alas kaki.
Setelah empat puluh tahun berlalu saya melihat kehidupan teman-temanku ada yang berhasil menjadi tentara, politisi, dan juga ada yang menjadi buruh pabrik, supir dan Ibu rumah tangga. Rata-rata dari mereka tergolong dengan kategori pandai di kelas. Pada saat saya melakukan perenungan tentang arti hidup, dan saya flashback kebelakang ternyata banyak teman-teman ku yang mempunyai cita-cita luar biasa tingginya pada saat itu, sehingga saya kagum, setelah empat puluh tahun lebih berubah total, cita-citanya yang setinggi langit itu kandas dan hilang ditelan bumi. Hal ini yang memberikan banyak pertanyaan dalam diri saya, dan pikiran saya mulai me-layang-layang  dan ber-andai-andai. Apakah temanku yang menjadi buruh di pabrik yang sekarang sudah mulai pensiun dianggap berhasil ? karena dia sudah dapat menyekolahkan anaknya sampai ketingkat perguruan tinggi ? Apakah seandainya temanku itu mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih tinggi lagi akan berbeda hidupnya ? Bila teman-temanku ada dilingkungan yang berbeda apakah mereka akan mempunyai kehidupan yang berbeda pula ?

Ukuran keberhasilan
Setiap orang mempunyai cita cita yang berbeda, apakah keberhasilan diukur kalau seseorang dapat mencapai cita-citanya ?  Dari beberapa teman yang beberapa tahun yang lalu mempunyai cita-cita tertentu dan sekarang telah mendapatkannya, maka mereka merasa bahwa itu adalah keberhasilan.
Sekarang ini sudah menjadi ukuran umum, bahwa keberhasilan selalu diukur dengan berapa barang yang dimiliki, berapa besar rumah yang dimiliki, dan mobil apa yang digunakan ?. Setiap orang ingin sekali dianggap sukses didalam hidupnya, dan kalau lingkungan menilai bahwa kebendaan diatas sebagai ukuran kesuksesan maka sekarang banyak sekali orang yang berlomba-lomba mengejar simbol kesuksesan diatas dengan segala cara.

Tidak ada jalan pintas 
Peter F. Drucker didalam salah satu bukunya mengatakan bahwa uang adalah merupakan reward/imbalan terhadap apa yang kita lakukan. Sehingga pada saat kita melakukannya dengan baik dan benar maka kita akan mendapatkan rewardnya. Saya teringat akan suatu cerita kepompong, pada suatu ketika ada seorang anak yang sedang melihat kepompong yang akan menjadi kupu-kupu, dia melihat kepompong tersebut bergelut untuk dapat keluar dari kepompongnya yang lubangnya sangat kecil, sehingga terlihat sangat sulit untuk dapat keluar dari kepompong tersebut. Kemudian anak tersebut mempunyai suatu ide, untuk membantu kepompong agar dapat dengan mudah keluar dari kepompongnya, maka diambilnyalah gunting, dan kepompongnya di gunting, sehingga sang kepompong dapat keluar dengan mudah.
Apa yang terjadi pada saat kepompong tersebut keluar ? ternyata perutnya besar, dan bulu untuk terbang tidak terbentuk, sehingga tidak lama kemudian kepompong tersebut mati.  Setelah diselidiki, bahwa pada saat kepompong tersebut bersusah payah untuk keluar dari kepompongnya. Lubang yang kecil akan menekan perutnya yang banyak cairan, dan cairan tersebut akan mengalir ke sayap dan bagian tubuh yang lain, sehingga menjadi kuat dan dapat terbang. Karena cairannya di tekan maka perutnya pun menjadi kecil.
Dalam hidup manusia juga sama, kita sering sekali diberikan tantangan dan cobaan yang kadang kita merasa beban tersebut terasa berat, tetapi kalau kita sudah dapat melewati beban tersebut kita akan bertumbuh, seperti sayap kupu-kupu yang berasal dari kepompong yang diberi kekuatan karena dialiri cairan dari perutnya dengan kesakitan yang luar biasa.
Pengalaman saya pada akhir tahun 2002 dimana perusahaan yang saya bangun sudah terlihat tanda-tanda akan jatuh, dan titik terendahnya pada tahun 2003. Pada saat itu saya merasakan beban yang begitu berat, tidak mempunyai jalan keluar, kelihatannya semuanya buntu. Sekarang saya baru tahu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang sangat indah yang diberikan kepada saya, dari kejadian tersebut saya mulai menyadari banyak hal, saya mulai dekat dengan Tuhan, membaca banyak buku, dan mendapatkan teman-teman yang sangat positif yang dapat mempengaruhi hidup saya lebih baik lagi, rupanya itulah yang disebut dengan turning point dalam kehidupan.

Belajar, Belajar dan Belajar
Sebelum saya melewati turning point saya sudah suka membaca buku, sekarang saya lebih banyak lagi membaca buku. Awalnya pada saat kejatuhan saya berjalan di suatu toko buku di daerah Senayan, dan saya mendapatkan buku yang menceritakan persis seperti yang saya alami. Pada saat itu saya berpikir, seandainya saya mendapatkan buku tersebut sebelum saya jatuh, mungkin saya tidak akan terperosok jauh seperti pada saat itu. Sejak saat itulah saya mulai banyak membaca buku, dari buku pengembangan diri, leadership, cerita-cerita sukses perusahaan besar, hampir semua buku besat seller saya baca.
Kemudian saya mulai mengubah mencari lingkungan pergaulan yang baru, dan banyak sekali saya melakukan diskusi dengan teman-teman baru, apa yang saya dapatkan ? saya mepunyai sudut pandang yang baru. Perubahan sudut pandang banyak membantu saya sekarang ini dalam menyelesaikan banyak masalah yang terjadi didalam kantor maupun didalam kehidupan. Saya merasa persoalan yang timbul merupakan ujian untuk naik kelas, dan selalu didalam kesulitan yang saya dapatkan saya akan mendapatkan sesuatu yang saya tidak dapat melihat pada saat itu.
Persis seperti yang dikatakan oleh Einstein, bahwa kita tidak dapat menyelesaikan masalah yang sama dengan pengetahuan yang sama. Pada saat kita mendapatkan masalah, kita harus dapat mengembangkan diri kita, agar kita dapat melihat masalah tersebut lebih jelas lagi. Sehingga setiap kali mendapatkan masalah artinya kita akan dapat mengembangkan diri kita, dan potensi yang ada dalam diri kita dapat tergali.

Setelah melayang-layang pikiran saya kembali ke teman-teman saya, dan saya mulai berpikir lagi, seandainya mereka mempunyai kesempatan untuk dapat bergaul dengan teman-teman yang positif seperti dilingkungan yang sekarang saya miliki, seandainya mereka mau membaca buku-buku pengembangan diri yang telah saya baca, Apakah mereka dapat menggali potensi diri mereka lebih dari seperti apa yang dapat mereka lakukan seperti sekarang ini ? kembali lagi bahwa hidup ini adalah pilihan, bagaimana kita memilih dalam menjalani hidup ini. Dan tidak ada jalan pintas, kita perlu memperjuangkan untuk dapat menggali potensi diri kita. Saya sangat yakin kalau kita mau membayar harganya, kita pasti dapat menggali potensi diri kita, dan kemakmuran hanya sebagai upahnya saja. 

Kamis, 25 Oktober 2012

Motivasi dan Inspirasi

Sekarang ini banyak sekali motivasional speaker, mereka bertugas memberikan motivasi pada peserta seminar dan di harapkan setelah selesai seminar mereka termotivasi. Para peserta diharapkan lebih semangat lagi karena termotivasi. Saya sering mendengar teman-teman yang mengatakan saya lagi down nih, perlu dimotivasi dan akhirnya memang mereka pergi ke seminar motivasi. Sesaat memang terlihat cerah semangat tetapi beberapa lama kemudian mereka terlihat down lagi.

 Apa yang membuat orang semangat ?
 Pada saat saya dihadapkan dengan situasi tidak semangat, pertanyaan saya adalah “Apakah saya perlu di motivasi ?” pada saat team di Andal tidak semangat “Apakah saya perlu memberikan motivasi ?”. Beberapa tahun yang lalu, untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut diatas saya sering juga mengundang pembicara motivasi dalam bentuk yang beragam untuk memberikan semangat pada team kami. Yang terjadi memang benar, mereka semangat pada saat setelah selesai mengikuti seminar atau pertemuan tersebut. Tetapi setelah beberapa minggu kemudian hilang lagi semangatnya, mereka sudah lupa dengan kata kata yang diberikan oleh sang motivator (maaf saya tidak menunjuk pada seorang motivator tertentu).
Pertanyaan “Apa yang membuat orang semangat ?” sangat menggelitik di benak saya, karena walau bagaimanapun juga di tempat kerja perlu semangat sehingga mereka dapat berkarya dan berkreasi. Dalam perjalanan mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, ternyata pada saat orang mendengar kata-kata motivasi sifatnya adalah dari luar, kekuatan motivasi dari luar ini tidak bertahan lama. Yang membuat orang termotivasi dan bertahan lama harus dari dalam diri orang tersebut.
Saya senang sekali bertemu dengan kawan yang lama maupun yang baru dan berdiskusi, dari percakapan tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman. Dari pertemuan dan pembicaraan dengan kawan kawan saya baik yang baru dikenal maupun yang sudah lama dikenal, saya dapat menyimpulkan bahwa mereka yang mempunyai harapan atau tujuan dalam hidup mereka semangat sekali, dan mereka akan merasa down pada saat mereka menemui jalan buntuk untuk mencapai apa yang mereka cita-citakan atau harapkan. Sehingga pada saat orang itu dimotivasi sesaat mereka bisa merasa semangat karena di berikan kata kata tertentu, berbeda misalkan pada saat mereka menemukan jalan buntu kemudian melihat sesuatu jalan baru, mereka akan medapatkan semangat baru karena ada harapan untuk mencapai cita-citanya.
Seperti misalkan saya sedang down karena saya tidak menemukan cara untuk keluar dari jalan buntu yang saya hadapi, kemudian datanglah teman saya memberikan semangat, kamu pasti bisa, kamu punya kemampuan yang luar biasa, seperti kepompong pada saat akan menjadi kupu kupu mengalami kesakitan yang luar biasa, dan pada saat diberi kemudahan dengan menggunting kepompongnya kupu kupu tersebut tidak dapat terbang. Kesakitan kamu sekarang ini akan membuat kamu lebih kuat. Dengan memberikan kata-kata yang membakar, tentunya tidak akan terbakar juga, karena saya tidak menemukan jalan keluar dalam menghadapi kebuntuan saya.

Antara motivasi dan Inspirasi 
Berbeda sekali pada saat saya mendengarkan orang yang bercerita dalam perjuangannya mencapai sesuatu dalam hidupnya, mungkin kisah perjuangannya mirip dengan apa yang sedang saya alami, maka saya akan terinspirasi oleh cerita tersebut dan saya akan mendapatkan jalan keluar dalam menghadapi kesulitan saya, dan saya akan dapat seperti dia dalam mencapai apa yang saya harapkan. Cerita-cerita perjuangan ini dapat memberikan inspirasi pada kita, untuk kita dapat melakukan paling tidak menemukan secercah harapan bahwa saya mendapatkan jalan untuk meyelesaikan permasalahan saya untuk mencapai cita cita saya. Inspirasi tidak selalu didapat dari seminar, tetapi juga bisa didapatkan dari buku-buku, sehingga orang-orang yang banyak membaca buku biasanya mempunyai banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, dan mereka akan lebih tenang didalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya.
Selain membaca buku, saya senang sekali menghadiri seminar-seminar yang bersifat inspirasional, sehingga saya banyak mendapatkan ide-ide dalam melakukan perjalanan menuju tujuan yang saya inginkan. Memang sering sekali pada saat menghadiri seminar seperti itu, pikiran saya dapat melayang-layang membayangkan jalan yang dapat saya tempuh dalam menuju apa yang saya ingin kejar dalam hidup ini.
Maka dari itu saya sudah tidak sabar lagi menunggu Louie Carrillo berbicara pada tanggal 10 – 11 November, saya tidak dapat membayangkan seorang dengan jabatan yang cukup tinggi tiba-tiba tidak punya pekerjaan dan susah sekali untuk bertahan hidup sekalipun, sampai menjadi tukang parkir. Tetapi akhirnya dia dapat bangkit kembali sehingga dia meraih kesuksesan sekarang ini, bahkan dia bisa dinner satu meja bersama Ronald Reagen beberapa tahun yang lalu pada saat Ronald Reagen masih hidup tentunya. Bagaimana orang bisa mempunyai mental toughness seperti itu, perjuangan didalam dirinya pasti luar biasa, karena dia harus melawan egonya. Seminarnya yang terkenal berjudul a man with a dream will not be denied, sayang sekali saya cari di youtube tidak ada, berikut ini ada judul yang juga bagus ada di youtube every dream has a price dan sekarang dia mempunyai ranch yang besar sekali

Selasa, 16 Oktober 2012

Antara Hasil dan Proses



Clayton M Christensen adalah seorang profesor di Harvard Business School yang mendalami innovation didalam dunia business. Saya telah membaca buku-buku Profesor Christensen yang berjudul Innovator Dilema, Innovator Solution, Seeing what’s next dan yang terakhir berjudul How Will you measure your life. Buku terakhir ini tidak membahas Inovasi sama sekali, melainkan tentang kehidupan.
Membaca ketiga buku yang pertama disebutkan diatas sangat menarik, banyak sekali yang saya pelajari dari buku tersebut. Yang menarik dari buku tersebut adalah bagaimana perusahaan berkompetisi terutama didalam innovasi, yang kebanyakan melibatkan tekhnologi.  Pada saat saya membaca disalah satu bab, saya sangat terinspirasi dari penggambaran yang sangat jelas antara melihat hasil dan proses. 

Mengapa mengerti proses menjadi sangat penting Prof. Clayton menggambarkan demikian perhatikan rangkaian angka dibawah ini :
                                1, 2, 3, 4, 5, 6,
                                75, 28, 41, 26, 38, 64
Bilangan mana yang disebut random dari kedua susunan angka diatas ? dan mana yang dapat di prediksi ?. Susunan angka pada baris pertama sangat jelas terlihat dan dapat diprediksi, dua angka berikutnya pasti angka 7 dan 8. Tetapi bila kita mengatakan bahwa susunan angka yang pertama adalah angka pemenang lotere, yang diambil dari drum putar yang berisi angka ? Tentunya urutan angka 1 sampai dengan angka 6 adalah merupakan kebetulan, dan dua angka selanjutnya tidak dapat diprediksi. Sedangkan yang kedua adalah susunan angka jalan di Amerika yang menyusuri pantai dari peninsula di Michigan antara Sault Ste. Marie, Ontario to Saxon, Wisconsin ? Dengan diberitahu rute tersebut maka kita dapat menebak dua angka berikutnya adalah 2 dan 122 yang diambil dari peta1 , pelajaran yang didapat dari contoh tersebut adalah kita tidak dapat melihat hanya dari hasil akhir dari suatu proses, walaupun proses yang menghasilkan hasil akhir tersebut dapat di prediksi. Kita harus mengerti prosesnya itu sendiri.

Apa implikasinya didalam bisnis ?
Didalam bisnis sering sekali kita mendengar target, tahun depan target kita mencapai sales satu Milyar, berarti naik sekitar 20 % dari sales tahun lalu. Kadang kadang kita sering sekali melihatnya hanya dari data tahun lalu, kemudian di prediksi kemungkinan kenaikannya bisa mencapai berapa persen. Yang lebih banyak lagi dilihat dari trend kenaikan penjualan setiap tahunnya, atas dasar trend setiap tahun tersebut kita tetapkan target untuk tahun depan.
Clyaton Christensen mengatakan bahwa kesuksesan yang telah diraih, hanya dapat diraih kembali dengan strategy yang sama apabila lingkungan dan keadaannya sama. Padahal kita tahu bahwa lingkungan dan keadaan hampir tidak dapat selalu sama. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, kita harus selalu mengubah strategi.

Vital Sign
Pada saat saya mengikuti sekolah bisnis, saya belajar banyak tentang cara mengembangkan suatu bisnis. Sekolah bisnis inilah yang mengubah cara pandang saya untuk mengembangkan suatu usaha. Banyak hal yang saya pelajari di sekolah bisnis ini, dan saya akan ambil satu hal yang berkaitan dengan topik ini. Pada saat kita akan mengambangkan suatu usaha, tentunya yang kita kejar sales. Yang saya pelajari dalam sekolah bisnis ini ternyata ada alat yang disebut dengan Vital Sign, dimana disitu ada angka-angka vital, bila kita dapat mengejar angka angka yang ada didalam Vital Sign hampir dipastikan salesnya pasti tercapai.
Sebelum saya mengetahui Vital Sign ini, pada saat saya ingin mengingkatkan sales, yang saya kejar adalah jualan yang lebih banyak lagi, tambah orang sales agar salesnya meningkat, tetapi kenaikan salesnya juga tidak sebanding dengan jumlah penambahan orang. Kalau kita lihat teorinya Clayton Christensen, saya tidak mempedulikan prosesnya yang saya lihat hasil akhirnya yaitu salesnya akan ditingkatkan.
Untuk setiap bisnis yang berbeda tentunya mempunyai Vital Sign yang berbeda pula, tetapi konsep dasar dari Vital Sign ini menurut saya sangat jenius. Pada awal kami mengetahui adanya Vital Sign, maka kami mulai mencari apa saja yang masuk didalam Vital Sign di Andal Software, dan sekarang kami sudah mendapatkannya, dan telah kami gunakan beberapa tahun belakangan ini, hasilnya sangat luar biasa.
Setiap meeting mingguan di divisi marketing, yang kami cek adalah pencapaian angka angka di Vital Sign Andal Software, dari situ kita dapat meningkatkan kekurangannya, dan cara untuk meningkatkannya.  Jadi untuk menggunakan Vital Sign ini, kita harus menguasai proses terjadinya sales, dan di setiap tahapan tersebut dapat di evaluasi setiap minggu, sehingga peningkatan sales akan terjadi dengan sendirinya. Dan tanpa disadari kita sudah dapat memperbaiki proses terjadinya sales secara berkesinambungan, hasil akhirnya adalah sales kita naik terus dari tahun ke tahun, bahkan kenaikannya cukup signifikan.

1) Pemberian nama jalan antar neara bagian di Amerika biasanya dengan menggunakan nomor, demikian juga keluar atau masuk kejalan tersebut menggunakan angka, sehingga pada saat kita traveling, cukup menuliskan angka-angka urutan nomor jalan yang akan kita lalui.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kesalahan yang membawa berkah


Saya menerima BBM pagi ini yang menceritakan seorang koki yang sedang membuat kue, pada saat dia membuat adonan lupa memasukan baking soda. Baking soda adalah serbuk yang digunakan untuk membantu adonan dapat mengembang sehingga dapat menghasilkan kue atau bolu yang enak. Karena adonannya tidak diberi baking soda, maka bolu yang dibuat menjadi keras dan hitam karena cokelat. Karena kesalahan tersebut maka tercipatalah bolu yang disebut dengan brownis kukus, dan sekarang menjadi sangat terkenal.
Banyak sekali kejadian yang berasal dari kesalahan yang akhirnya membawa berkah, ada suatu perusahaan internasional di Amerika namanya 3 M, bagian riset sedang meriset untuk membuat lem, pada kenyataannya ada kekeliruan dalam membuat lem tersebut, lemnya dapat merekat tetapi mudah juga untuk di angkat lagi. Kekeliuran ini sekarang menghasilkan produk yang sangat laku dan diberi nama post it note.

Mentolerir kesalahan
Sejak di bangku sekolah kita di didik untuk tidak melakukan kesalahan, ini sering terjadi bila kita salah hukumannya adalah nilai, bila kita menjawab pertanyaan salah, maka kita di tertawakan. Hingga di Universitas hal ini pun terjadi, masih banyak dosen yang sangat pandai sehingga bila muridnya menjawab tidak sesuai dengan apa yang dimengerti oleh dosen tersebut maka jawabannya pasti salah. Padahal sering terjadi bahwa satu pertanyaan yang terbuka dapat mempunyai jawaban lebih dari satu.
Akibatnya adalah si anak didik akan sangat takut melakukan eksplorasi, karena di dalam meng-eksplore sesuatu yang baru, kemungkinan terjadi kesalahan akan sangat besar sekali. Ketakutan ini akhirnya akan membunuh kreatifitas seseorang. Karena kreatifitas terjadi dari eksplorasi, dan eksplorasi memungkinkan terjadi kesalahan, dan kesalahan tersebut kadang memberikan suatu hasil yang berbeda, atau suatu penemuan yang baru sama sekali.

Bagaimana Implementasinya ?
Pada saat saya berdiskusi dengan teman saya, bahwa di Andal Software mentolerir orang berbuat salah, kemudian pertanyaannya adalah “Kalau begitu akan banyak sekali orang melakukan kesalahan ?”.  Kemudian saya jawab “kenyataannya tidak banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang di Andal Software, justru kita banyak mendapatkan hal-hal baru pada saat kami mendiskusikannya”.
Kalau kami memberikan toleransi untuk orang yang melakukan kesalahan dalam tugasnya, karena kami percaya bahwa orang yang melakukan tugas tersebut mempunyai kompetensi yang cukup. Pada saat melaksanakan tugasnya ada hal-hal baru yang mereka tidak ketahui sebelumnya, mereka bisa bertanya atau bisa juga mencoba untuk menyelesaikannya. Seseorang yang melakukan pekerjaannya dengan baik pasti mereka akan berusaha sepenuh hatinya untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, tetapi kalau sudah mencoba dengan baik, masih terjadi kesalahan kita akan mendiskusikan bagaimana cara memperbaikinya.
Memang ada juga orang yang sering melakukan kesalahan, dan kalau melakukan kesalahannya karena tidak mencoba secara maksimal, maka kita juga akan mengetahui. Orang yang melakukan kesalahan karena tidak berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik, mereka tidak akan pernah belajar sehingga tidak akan mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang akan meningkatkan karir mereka.
Sudah menjadi suatu budaya di Andal Software, bila seorang anggota team tidak dapat melakukan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan pasti akan dibantu oleh mentornya, sehingga setiap orang yang mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan tidak pernah takut untuk mengungkapkan. Bila mereka ragu untuk melakukan sesuatu mereka juga akan bertanya atau berdiskusi dengan rekan sesama atau dengan atasannya bahkan bisa sampai ke direktur. Pembentukan kultur semacam ini memerlukan waktu yang panjang serta komitmen dari manajemen, dan bila sudah terbentuk hasilnya sangat fantastis dari segi inovasi di dalam organisasi.

Pengalaman di Andal Software
Dengan membangun kultur dimana orang berani mengungkapkan kesalahan, kami melihat pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang luar biasa, karena dengan mengakui kesalahannya berarti orang tersebut mau merendahkan hatinya dan mengakui kekurangan sehingga mau menerima sesuatu pelajaran shingga kinerja perusahaan akan meningkat secara pesat karena setiap team member akan selalu bertumbuh. Kultur ini juga mengubah sudut pandang kita pada saat kita menghadapi pelanggan yang salah pada saat menggunakan aplikasi kita.
Kami mempunyai catatan setiap pelanggan yang menelepon ke customer support, catatan tersebut di kelompokan ke modul apa yang ditanyakan, pertanyaannya apa, dan bagaimana penyelesaiannya. Bila ada banyak pertanyaan di satu modul tertentu, atau banyak pelanggan yang melakukan kesalahan pada saat mengoperasikan modul tertentu, maka team kami akan me-review modul tersebut, dan pertanyaannya adalah  “mengapa banyak pelanggan yang salah mengoperasikan mengoperasikan modul tersebut ?”
Dari analisa semacam ini, kami banyak sekali dapat masukan untuk memperbaiki modul tersebut, dan dampaknya adalah permintaan support makin lama akan makin turun, seiring dengan peningkatan kualitas produk. Sehingga kami dapat meningkatkan kualitas support kita, serta kualitas produk yang cepat berkembang.