Seorang management guru yang sangat
terkenal di mancanegara yang bernama Peter Drucker, dalam tulisannya mengatakan
bahwa what’s get measured get managed. Sesuatu yang dapat diukur akan dapat
dikelola, dengan pendapat seperti itu, maka kita selalu berusaha untuk mencari
ukuran. Sehingga kita sering bertanaya Apakah
yang akan kita ukur ? pada saat saya ingin mendorong Andal Software untuk
maju lagi, selalu mencari ukuran ukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui
kita sudah sampai dimana. Perjalanan dalam mencari ukuran ini banyak hal yang
kami lakukan, kadang pada saat kita tidak menemukan ukurannya, kami mencari apa
saja pokok nya ada ukurannya.
Dalam perjalanan mencari ukuran ini
sekarang terbesit di pikiran saya, karena sekarang ini saya sedang mencari ukuran-ukuran
baru untuk naik labih tinggi lagi. Dan dalam evaluasinya tersebut kadang saya
tertawa dalam hati pada saat mereview kejadian beberapa tahun yang lalu, kok
bisa terpikir seperti itu ya ? tetapi kalau saya berpikir lebih jernih lagi,
pemikiran tentang pengukuran sekarang ini, saya mungkin tidak dapat mencapai di
tahap ini kalau saya tidak melalui prosesnya.
Ukuran jumlah karyawan
Pada awalnya saya mengukur besarnya
suatu perusahaan berdasarkan jumlah karyawan yang ada, karena setiap kali
bertemu dengan teman atau klien selalu di tanya berapa jumlah karyawan ? saya
pikir dengan sering ditanya seperti itu mungkin mereka mengukur besarnya
perusahaan dengan jumlah karyawan. Ini terjadi di era tahun 1998 – 2003, dimana
saya dengan bangga menunjukkan pertumbuhan jumlah karyawan yang luar biasa
cepatnya, sampai pada akhirnya kami terpeleset di akhir tahun 2002. Dari
kejadian tersebut saya belajar jumlah karyawan tidak menunjukkan berapa besar
perusahaan. Sekarang saya lebih mengukur berapa banyak yang dapat dihasilkan
oleh setiap kepala (revenue per head count).
Revenue
Kemudian saya melihat ukuran
perusahaan dari besarnya jumlah revenue yang didapatkan, dan ini saya belajar
banyak, karena memang saya ada di Industri TI. Saya sering sekali bertemu dengan
teman teman yang menjual hardware. Mereka mengatakan jumlah penjualan meningkat
tetapi profit marginnya makin kecil, artinya peningkatkan jumlah revenue tidak
sebanding dengan peningkatan profitabilitas. Didalam bukunya Leander Kahney
yang berjudul Inside Steve’s brain dituliskan bahwa kwartal ketiga tahun 2007
Dell komputer menguasai 30% pasar di Amerika, sedangkan Apple hanya menguasai
6.3 % pasar, tetapi profit yang dibukukan oleh Apple sebesar $ 818 juta,
sedangkan Dell hanya $2.8 juta, selisihnya cukup besar. Jadi market share yang
besar juga tidak menentukan keuntungan yang paling besar.
Research and Development
Beberapa waktu yang lalu saya
percaya bahwa R & D spending merupakan ukuran untuk IT company dalam
mendapatkan inovasi baru. Steve Job mengatakan “kamu tahu, teman kami yang di
Utara mengeluarkan biaya 5 triliun US$ di R&D, tetapi hari ini sepertinya
mereka mengkopi Google dan Apple” yang dikutip dari buku inside Steve’s brain.
Pada tahun 2004 Apple mengeluarkan hanya 5.9 % dari sales untuk R&D,
sedangkan rata rata perusahaan TI mengeluarkan 7.6 % dari sales. Berarti
R&D Apple jauh lebih kecil tetapi banyak menciptakan gadget-gadget yang
dapat meledak di pasar. Berarti ukuran R&D bukannya yang paling besar
spendingnya tetapi seberapa efektifnya budget R&D.
Bagaimana menciptakan suatu ukuran ?
Kalau memang banyak ukuran yang
kadang menyesatkan, kemudian pertanyaan berikutnya bagaimana caranya
menciptakan suatu ukuran yang tepat untuk perusahaan ? Pertanyaan yang sangat
bagus, saya memerlukan waktu cukup lama untuk mencari jawaban pertanyaan
tersebut. Saya pernah mencari ukuran dengan melihat ukuran-ukuran yang pernah
digunakan oleh perusahaan sejenis, dan ternyata ukuran tersebut juga tidak
dapat digunakan.
Ukuran disini adalah untuk menilai
kinerja suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu. Dan disinilah terletak
permasalahannya, setiap perusahaan mempunyai tujuan yang berbeda, misi dan
visinya pun dapat berbeda-beda sehingga ukuran yang digunakan juga harus
dibedakan, disesuaikan dengan kemana perusahaan mau dibawa.
Di Andal Software mengukur kinerja
support dari resolution time, artinya berapa lama rata-rata permasalahan dapat diselesaikan
oleh team di Andal Software, pada mulanya saya merasa senang karena resolution
time makin lama makin kecil, artinya dapat cepat diselesaikan. Tetapi setelah
di kaji lebih dalam, ternyata permasalahan di support yang timbul adalah
permasalahan yang sama dan berulang. Sebetulnya kalau dikaji lebih jauh
kejadian ini tidak harus terjadi, kalau seandainya permasalahan yang terjadi
sama dan berulang setiap bulan, maka yang harus diperbaiki adalah produknya
bukannya support. Walaupun dalam kasus tersebut produknya tidak salah, tetapi
cara penggunaannya yang salah.
Maka ukuran support di Andal software
sudah berubah, dan banyak faktor yang perlu diukur untuk mengatakan bahwa
support kita baik. Salah satu yang perlu ditambahkan adalah customer
satisfaction index.




