Recruitment

Create your own user feedback survey

Kamis, 25 Oktober 2012

Motivasi dan Inspirasi

Sekarang ini banyak sekali motivasional speaker, mereka bertugas memberikan motivasi pada peserta seminar dan di harapkan setelah selesai seminar mereka termotivasi. Para peserta diharapkan lebih semangat lagi karena termotivasi. Saya sering mendengar teman-teman yang mengatakan saya lagi down nih, perlu dimotivasi dan akhirnya memang mereka pergi ke seminar motivasi. Sesaat memang terlihat cerah semangat tetapi beberapa lama kemudian mereka terlihat down lagi.

 Apa yang membuat orang semangat ?
 Pada saat saya dihadapkan dengan situasi tidak semangat, pertanyaan saya adalah “Apakah saya perlu di motivasi ?” pada saat team di Andal tidak semangat “Apakah saya perlu memberikan motivasi ?”. Beberapa tahun yang lalu, untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut diatas saya sering juga mengundang pembicara motivasi dalam bentuk yang beragam untuk memberikan semangat pada team kami. Yang terjadi memang benar, mereka semangat pada saat setelah selesai mengikuti seminar atau pertemuan tersebut. Tetapi setelah beberapa minggu kemudian hilang lagi semangatnya, mereka sudah lupa dengan kata kata yang diberikan oleh sang motivator (maaf saya tidak menunjuk pada seorang motivator tertentu).
Pertanyaan “Apa yang membuat orang semangat ?” sangat menggelitik di benak saya, karena walau bagaimanapun juga di tempat kerja perlu semangat sehingga mereka dapat berkarya dan berkreasi. Dalam perjalanan mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, ternyata pada saat orang mendengar kata-kata motivasi sifatnya adalah dari luar, kekuatan motivasi dari luar ini tidak bertahan lama. Yang membuat orang termotivasi dan bertahan lama harus dari dalam diri orang tersebut.
Saya senang sekali bertemu dengan kawan yang lama maupun yang baru dan berdiskusi, dari percakapan tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman. Dari pertemuan dan pembicaraan dengan kawan kawan saya baik yang baru dikenal maupun yang sudah lama dikenal, saya dapat menyimpulkan bahwa mereka yang mempunyai harapan atau tujuan dalam hidup mereka semangat sekali, dan mereka akan merasa down pada saat mereka menemui jalan buntuk untuk mencapai apa yang mereka cita-citakan atau harapkan. Sehingga pada saat orang itu dimotivasi sesaat mereka bisa merasa semangat karena di berikan kata kata tertentu, berbeda misalkan pada saat mereka menemukan jalan buntu kemudian melihat sesuatu jalan baru, mereka akan medapatkan semangat baru karena ada harapan untuk mencapai cita-citanya.
Seperti misalkan saya sedang down karena saya tidak menemukan cara untuk keluar dari jalan buntu yang saya hadapi, kemudian datanglah teman saya memberikan semangat, kamu pasti bisa, kamu punya kemampuan yang luar biasa, seperti kepompong pada saat akan menjadi kupu kupu mengalami kesakitan yang luar biasa, dan pada saat diberi kemudahan dengan menggunting kepompongnya kupu kupu tersebut tidak dapat terbang. Kesakitan kamu sekarang ini akan membuat kamu lebih kuat. Dengan memberikan kata-kata yang membakar, tentunya tidak akan terbakar juga, karena saya tidak menemukan jalan keluar dalam menghadapi kebuntuan saya.

Antara motivasi dan Inspirasi 
Berbeda sekali pada saat saya mendengarkan orang yang bercerita dalam perjuangannya mencapai sesuatu dalam hidupnya, mungkin kisah perjuangannya mirip dengan apa yang sedang saya alami, maka saya akan terinspirasi oleh cerita tersebut dan saya akan mendapatkan jalan keluar dalam menghadapi kesulitan saya, dan saya akan dapat seperti dia dalam mencapai apa yang saya harapkan. Cerita-cerita perjuangan ini dapat memberikan inspirasi pada kita, untuk kita dapat melakukan paling tidak menemukan secercah harapan bahwa saya mendapatkan jalan untuk meyelesaikan permasalahan saya untuk mencapai cita cita saya. Inspirasi tidak selalu didapat dari seminar, tetapi juga bisa didapatkan dari buku-buku, sehingga orang-orang yang banyak membaca buku biasanya mempunyai banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, dan mereka akan lebih tenang didalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya.
Selain membaca buku, saya senang sekali menghadiri seminar-seminar yang bersifat inspirasional, sehingga saya banyak mendapatkan ide-ide dalam melakukan perjalanan menuju tujuan yang saya inginkan. Memang sering sekali pada saat menghadiri seminar seperti itu, pikiran saya dapat melayang-layang membayangkan jalan yang dapat saya tempuh dalam menuju apa yang saya ingin kejar dalam hidup ini.
Maka dari itu saya sudah tidak sabar lagi menunggu Louie Carrillo berbicara pada tanggal 10 – 11 November, saya tidak dapat membayangkan seorang dengan jabatan yang cukup tinggi tiba-tiba tidak punya pekerjaan dan susah sekali untuk bertahan hidup sekalipun, sampai menjadi tukang parkir. Tetapi akhirnya dia dapat bangkit kembali sehingga dia meraih kesuksesan sekarang ini, bahkan dia bisa dinner satu meja bersama Ronald Reagen beberapa tahun yang lalu pada saat Ronald Reagen masih hidup tentunya. Bagaimana orang bisa mempunyai mental toughness seperti itu, perjuangan didalam dirinya pasti luar biasa, karena dia harus melawan egonya. Seminarnya yang terkenal berjudul a man with a dream will not be denied, sayang sekali saya cari di youtube tidak ada, berikut ini ada judul yang juga bagus ada di youtube every dream has a price dan sekarang dia mempunyai ranch yang besar sekali

Selasa, 16 Oktober 2012

Antara Hasil dan Proses



Clayton M Christensen adalah seorang profesor di Harvard Business School yang mendalami innovation didalam dunia business. Saya telah membaca buku-buku Profesor Christensen yang berjudul Innovator Dilema, Innovator Solution, Seeing what’s next dan yang terakhir berjudul How Will you measure your life. Buku terakhir ini tidak membahas Inovasi sama sekali, melainkan tentang kehidupan.
Membaca ketiga buku yang pertama disebutkan diatas sangat menarik, banyak sekali yang saya pelajari dari buku tersebut. Yang menarik dari buku tersebut adalah bagaimana perusahaan berkompetisi terutama didalam innovasi, yang kebanyakan melibatkan tekhnologi.  Pada saat saya membaca disalah satu bab, saya sangat terinspirasi dari penggambaran yang sangat jelas antara melihat hasil dan proses. 

Mengapa mengerti proses menjadi sangat penting Prof. Clayton menggambarkan demikian perhatikan rangkaian angka dibawah ini :
                                1, 2, 3, 4, 5, 6,
                                75, 28, 41, 26, 38, 64
Bilangan mana yang disebut random dari kedua susunan angka diatas ? dan mana yang dapat di prediksi ?. Susunan angka pada baris pertama sangat jelas terlihat dan dapat diprediksi, dua angka berikutnya pasti angka 7 dan 8. Tetapi bila kita mengatakan bahwa susunan angka yang pertama adalah angka pemenang lotere, yang diambil dari drum putar yang berisi angka ? Tentunya urutan angka 1 sampai dengan angka 6 adalah merupakan kebetulan, dan dua angka selanjutnya tidak dapat diprediksi. Sedangkan yang kedua adalah susunan angka jalan di Amerika yang menyusuri pantai dari peninsula di Michigan antara Sault Ste. Marie, Ontario to Saxon, Wisconsin ? Dengan diberitahu rute tersebut maka kita dapat menebak dua angka berikutnya adalah 2 dan 122 yang diambil dari peta1 , pelajaran yang didapat dari contoh tersebut adalah kita tidak dapat melihat hanya dari hasil akhir dari suatu proses, walaupun proses yang menghasilkan hasil akhir tersebut dapat di prediksi. Kita harus mengerti prosesnya itu sendiri.

Apa implikasinya didalam bisnis ?
Didalam bisnis sering sekali kita mendengar target, tahun depan target kita mencapai sales satu Milyar, berarti naik sekitar 20 % dari sales tahun lalu. Kadang kadang kita sering sekali melihatnya hanya dari data tahun lalu, kemudian di prediksi kemungkinan kenaikannya bisa mencapai berapa persen. Yang lebih banyak lagi dilihat dari trend kenaikan penjualan setiap tahunnya, atas dasar trend setiap tahun tersebut kita tetapkan target untuk tahun depan.
Clyaton Christensen mengatakan bahwa kesuksesan yang telah diraih, hanya dapat diraih kembali dengan strategy yang sama apabila lingkungan dan keadaannya sama. Padahal kita tahu bahwa lingkungan dan keadaan hampir tidak dapat selalu sama. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, kita harus selalu mengubah strategi.

Vital Sign
Pada saat saya mengikuti sekolah bisnis, saya belajar banyak tentang cara mengembangkan suatu bisnis. Sekolah bisnis inilah yang mengubah cara pandang saya untuk mengembangkan suatu usaha. Banyak hal yang saya pelajari di sekolah bisnis ini, dan saya akan ambil satu hal yang berkaitan dengan topik ini. Pada saat kita akan mengambangkan suatu usaha, tentunya yang kita kejar sales. Yang saya pelajari dalam sekolah bisnis ini ternyata ada alat yang disebut dengan Vital Sign, dimana disitu ada angka-angka vital, bila kita dapat mengejar angka angka yang ada didalam Vital Sign hampir dipastikan salesnya pasti tercapai.
Sebelum saya mengetahui Vital Sign ini, pada saat saya ingin mengingkatkan sales, yang saya kejar adalah jualan yang lebih banyak lagi, tambah orang sales agar salesnya meningkat, tetapi kenaikan salesnya juga tidak sebanding dengan jumlah penambahan orang. Kalau kita lihat teorinya Clayton Christensen, saya tidak mempedulikan prosesnya yang saya lihat hasil akhirnya yaitu salesnya akan ditingkatkan.
Untuk setiap bisnis yang berbeda tentunya mempunyai Vital Sign yang berbeda pula, tetapi konsep dasar dari Vital Sign ini menurut saya sangat jenius. Pada awal kami mengetahui adanya Vital Sign, maka kami mulai mencari apa saja yang masuk didalam Vital Sign di Andal Software, dan sekarang kami sudah mendapatkannya, dan telah kami gunakan beberapa tahun belakangan ini, hasilnya sangat luar biasa.
Setiap meeting mingguan di divisi marketing, yang kami cek adalah pencapaian angka angka di Vital Sign Andal Software, dari situ kita dapat meningkatkan kekurangannya, dan cara untuk meningkatkannya.  Jadi untuk menggunakan Vital Sign ini, kita harus menguasai proses terjadinya sales, dan di setiap tahapan tersebut dapat di evaluasi setiap minggu, sehingga peningkatan sales akan terjadi dengan sendirinya. Dan tanpa disadari kita sudah dapat memperbaiki proses terjadinya sales secara berkesinambungan, hasil akhirnya adalah sales kita naik terus dari tahun ke tahun, bahkan kenaikannya cukup signifikan.

1) Pemberian nama jalan antar neara bagian di Amerika biasanya dengan menggunakan nomor, demikian juga keluar atau masuk kejalan tersebut menggunakan angka, sehingga pada saat kita traveling, cukup menuliskan angka-angka urutan nomor jalan yang akan kita lalui.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kesalahan yang membawa berkah


Saya menerima BBM pagi ini yang menceritakan seorang koki yang sedang membuat kue, pada saat dia membuat adonan lupa memasukan baking soda. Baking soda adalah serbuk yang digunakan untuk membantu adonan dapat mengembang sehingga dapat menghasilkan kue atau bolu yang enak. Karena adonannya tidak diberi baking soda, maka bolu yang dibuat menjadi keras dan hitam karena cokelat. Karena kesalahan tersebut maka tercipatalah bolu yang disebut dengan brownis kukus, dan sekarang menjadi sangat terkenal.
Banyak sekali kejadian yang berasal dari kesalahan yang akhirnya membawa berkah, ada suatu perusahaan internasional di Amerika namanya 3 M, bagian riset sedang meriset untuk membuat lem, pada kenyataannya ada kekeliruan dalam membuat lem tersebut, lemnya dapat merekat tetapi mudah juga untuk di angkat lagi. Kekeliuran ini sekarang menghasilkan produk yang sangat laku dan diberi nama post it note.

Mentolerir kesalahan
Sejak di bangku sekolah kita di didik untuk tidak melakukan kesalahan, ini sering terjadi bila kita salah hukumannya adalah nilai, bila kita menjawab pertanyaan salah, maka kita di tertawakan. Hingga di Universitas hal ini pun terjadi, masih banyak dosen yang sangat pandai sehingga bila muridnya menjawab tidak sesuai dengan apa yang dimengerti oleh dosen tersebut maka jawabannya pasti salah. Padahal sering terjadi bahwa satu pertanyaan yang terbuka dapat mempunyai jawaban lebih dari satu.
Akibatnya adalah si anak didik akan sangat takut melakukan eksplorasi, karena di dalam meng-eksplore sesuatu yang baru, kemungkinan terjadi kesalahan akan sangat besar sekali. Ketakutan ini akhirnya akan membunuh kreatifitas seseorang. Karena kreatifitas terjadi dari eksplorasi, dan eksplorasi memungkinkan terjadi kesalahan, dan kesalahan tersebut kadang memberikan suatu hasil yang berbeda, atau suatu penemuan yang baru sama sekali.

Bagaimana Implementasinya ?
Pada saat saya berdiskusi dengan teman saya, bahwa di Andal Software mentolerir orang berbuat salah, kemudian pertanyaannya adalah “Kalau begitu akan banyak sekali orang melakukan kesalahan ?”.  Kemudian saya jawab “kenyataannya tidak banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang di Andal Software, justru kita banyak mendapatkan hal-hal baru pada saat kami mendiskusikannya”.
Kalau kami memberikan toleransi untuk orang yang melakukan kesalahan dalam tugasnya, karena kami percaya bahwa orang yang melakukan tugas tersebut mempunyai kompetensi yang cukup. Pada saat melaksanakan tugasnya ada hal-hal baru yang mereka tidak ketahui sebelumnya, mereka bisa bertanya atau bisa juga mencoba untuk menyelesaikannya. Seseorang yang melakukan pekerjaannya dengan baik pasti mereka akan berusaha sepenuh hatinya untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, tetapi kalau sudah mencoba dengan baik, masih terjadi kesalahan kita akan mendiskusikan bagaimana cara memperbaikinya.
Memang ada juga orang yang sering melakukan kesalahan, dan kalau melakukan kesalahannya karena tidak mencoba secara maksimal, maka kita juga akan mengetahui. Orang yang melakukan kesalahan karena tidak berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik, mereka tidak akan pernah belajar sehingga tidak akan mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang akan meningkatkan karir mereka.
Sudah menjadi suatu budaya di Andal Software, bila seorang anggota team tidak dapat melakukan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan pasti akan dibantu oleh mentornya, sehingga setiap orang yang mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan tidak pernah takut untuk mengungkapkan. Bila mereka ragu untuk melakukan sesuatu mereka juga akan bertanya atau berdiskusi dengan rekan sesama atau dengan atasannya bahkan bisa sampai ke direktur. Pembentukan kultur semacam ini memerlukan waktu yang panjang serta komitmen dari manajemen, dan bila sudah terbentuk hasilnya sangat fantastis dari segi inovasi di dalam organisasi.

Pengalaman di Andal Software
Dengan membangun kultur dimana orang berani mengungkapkan kesalahan, kami melihat pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang luar biasa, karena dengan mengakui kesalahannya berarti orang tersebut mau merendahkan hatinya dan mengakui kekurangan sehingga mau menerima sesuatu pelajaran shingga kinerja perusahaan akan meningkat secara pesat karena setiap team member akan selalu bertumbuh. Kultur ini juga mengubah sudut pandang kita pada saat kita menghadapi pelanggan yang salah pada saat menggunakan aplikasi kita.
Kami mempunyai catatan setiap pelanggan yang menelepon ke customer support, catatan tersebut di kelompokan ke modul apa yang ditanyakan, pertanyaannya apa, dan bagaimana penyelesaiannya. Bila ada banyak pertanyaan di satu modul tertentu, atau banyak pelanggan yang melakukan kesalahan pada saat mengoperasikan modul tertentu, maka team kami akan me-review modul tersebut, dan pertanyaannya adalah  “mengapa banyak pelanggan yang salah mengoperasikan mengoperasikan modul tersebut ?”
Dari analisa semacam ini, kami banyak sekali dapat masukan untuk memperbaiki modul tersebut, dan dampaknya adalah permintaan support makin lama akan makin turun, seiring dengan peningkatan kualitas produk. Sehingga kami dapat meningkatkan kualitas support kita, serta kualitas produk yang cepat berkembang.