Recruitment

Create your own user feedback survey

Jumat, 25 November 2011

Kiat membangun bisnis yang besar


Pada saat pertama kali saya membangun usaha sepertinya usaha tersebut dapat cepat berkembang, kemudian pada suatu titik tertentu kita mengalami masa dimana pertumbuhannya dirasakan sangat lambat. Saya memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pada waktu itu saya berpikir apakah memang semua orang mempunyai rejeki yang sudah di tentukan ? yang sering dikatakan sebagai nasib ?, tetapi pada dasarnya saya tidak terlalu percaya pada nasib untuk membesarkan suatu usaha. Pertanyaan tersebut terjawab pada saat saya sudah cukup banyak membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman saya yang saya anggap sukses, dan inilah yang mengubah cara pandang saya dalam melihat kehidupan.
Buku Say Yes to Your Potential yang ditulis oleh Skip Ross dan Carole C. Carlson meyakinkan saya bahwa kesuksesan dapat diraih setiap orang, pertanyaan  berikutnya adalah kalau memang kesuksesan dapat diraih semua orang, mengapa orang yang sukses sangat sedikit ? buku Skip Ross ini menjelaskan secara baik sekali dengan banyak contoh-contoh didalam kehidupan, dan memang Skip Ross adalah orang yang sangat peduli untuk menggali potensi yang ada didalam diri manusia. Skip Ross mempunyai ranch di Amerika yang digunakan untuk menggali potensi anak remaja di Amerika selama liburan musim panas, mungkin sudah ribuan remaja yang di training di ranch dia. Skip Ross mempunyai misi pribadi yang luar biasa ini, karena memang uang sudah bukan menjadi alasan buat Skip Ross, dia termasuk 3% orang terkaya di Amerika.
Selain mempunyai Ranch, Skip Ross mempunyai program Dynamic Living Seminar yang cukup dikenal, didalam seminar tersebut mengungkapkan pola pikir yang dapat membatasi seseorang untuk tumbuh dan berkembang. Seseorang mungkin punya potensi untuk mengembangkan dirinya tetapi karena sikapnya maka potensi yang ada didalam dirinya tidak dapat bertumbuh dan berkembang.


Membangun manusia
Jadi kesulitan yang saya alami pada masa awal-awal membangun usaha saya selalu memfokuskan pada kemampuan diri saya, saya tidak membangun team yang baik. Kunci keberhasilan untuk membangun usaha yang besar adalah harus membangun team yang kuat, semangat dan bertumbuh untuk berkembang.
Tantangan terbesar pada saat membangun team yang besar adalah kita harus bekerja sama dengan orang lain, yang mempunyai pendapat yang berbeda, karakter yang berbeda dan tujuan hidup yang berbeda pula.
Agar dapat mengembangkan team yang baik tentunya sang Leader harus bertumbuh terlebih dahulu, menurut buku leadership dari John C Maxwell mengatakan bahwa bila seorang leader mempunyi skala 6 dari 10, maka leader tersebut tidak mungkin akan mendapatkan team yang nilai leadership nya diatas 6. Dari tulisan tersebut saya belajar bahwa untuk membuat perusahaan menjadi besar seorang leader harus bertumbuh dan berkembang dulu menjadi 9 – 10, baru kemudian akan mendapatkan team yang baik.
Bila kita mengetahui hal hal yang menghalangi pertumbuhan kita seperti ditulis dalam bukunya Skip Ross “say yes to your potential”, maka kita dapat membantu orang lain untuk menumbuhkan dan mengembangkan dirinya menjadi leader yang hebat.

Helping Others Grow
Dari banyak pengalaman yang dialami dalam membangun Andal Software saya percaya bahwa membangun manusia menjadi sangat penting bila ingin membangun bisnis yang besar, maka Andal Software mempunyai misi Helping Others Grow. Kita harus dapat membantu orang lain untuk tumbuh dan berkembang, bila ingin perusahaannya bertumbuh dan berkembang.
Semua perusahaan tentunya ingin bertumbuh dan berkembang menjadi besar, di Andal Software yang bergerak dibidang industri software, membuat software jadi untuk Payroll. Pada saat software tersebut dijual ke customer tentunya ada support yang harus diberikan dengan baik ke customer kami. Kami mengharapkan bahwa customer support harus memberikan pelayanan yang baik pada customer sehingga mereka mengerti menggunakan software kami, dan pekerjaan mereka menjadi mudah, sehingga user dari software kami dapat mengembangkan diri di bidang lainnya, bukan bekerja untuk clerical yang sama terus menerus setiap bulan. Pekerjaan yang bersifat rutin kurang memberikan pertumbuhan pada seseorang. Dengan membuat software untuk perhitungan payroll yang mudah digunakan kita sudah membantu orang lain untuk dapat berkesempatan mengembangkan diri.
Support yang baik hanya dapat dilayani bila team di Andal Software juga merasakan adanya pertumbuhan didalam dirinya, sehingga mempunyai masa depan yang lebih baik, jadi kita juga harus memperhatikan team didalam, sangat sulit untuk membesarkan perusahaan dan menjadi perusahaan yang bertahan hingga ratusan tahun tanpa dapat mengembangkan orang-orang didalam perusahaan tersebut.
Saya sering ditanya, kalau kita sudah mengembangkan orang kemudian orang tersebut sudah menguasai banyak hal kemudian keluar, apakah kita tidak rugi ?
Saya sangat setuju dengan buku yang berjudul The Power of Giving yang ditulis oleh Azim Jamal dan Harvey McKinnon, bahwa bila kita memberi kita akan mendapatkan lebih. Bila kita dapat membantu orang untuk bertumbuh dan berkembang, kemudian mendapatkan pekerjaan ditempat lain yang lebih baik, kita harus bergembira karena kita dapat membantu orang lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Terus pertanyaan berikutnya adalah  “Bagaimana dengan Andal”, kami akan mendapatkan pengalaman bagaimana caranya membantu orang lain lebih baik lagi, dengan banyak nya orang yang telah kita bantu untuk menjadi lebih baik, pengalaman tersebut akan sangat mahal harganya, karena makin lama kami akan mendapatkan orang orang yang semakin baik. Akibatnya bukannya menjadi lebih kecil tetapi akan menjadi lebih besar, karena banyak nya orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya, karena kita sudah belajar bagaimana membangun orang yang lebih baik lagi.

Membangun bisnis ibarat menanam pohon yang besar
Pada saat menanam pohon yang besar dimulai dari biji, dimana biji tersebut adalah diri kita sendiri, lama kelamaan biji itu bertumbuh dan mempunyai daun dari satu, dua dan lama kelamaan daunnya banyak, dan akan tumbuh pula ranting. Daun yang tumbuh dari awal mungkin masih kecil dan berumur pendek kemudian daun tersebut layu dan jatuh, tetapi akan muncul daun baru yang masih muda. Terus menerus daun bertumbuh dan berguguran, demikian pula ranting akan tumbuh ranting yang sangat kecil lama kelamaan menjadi besar, ada pula ranting yang tidak dapat bertumbuh menjadi besar, dan ada pula ranting yang bertumbuh menjadi besar.
Sama didalam organisasi tidak mungkin semua orang akan bersama dengan perusahaan tersebut, ada orang yang datang dan bertumbuh kemudian pergi, tetapi ada juga orang baru yang masuk. Tetapi ada juga orang yang bertahan lama dan bertumbuh menjadi ranting yang besar.
Turn over didalam perusahaan kadang tidak dapat dijadikan patokan untuk perkembangan suatu perusahaan, saya pernah berkunjung disuatu perusahaan dan sangat kagum bahwa karyawan di perusahaan tersebut sudah bekerja cukup lama rata rata diatas 10 tahun. Bahkan masih banyak yang dari awal perusahaan berdiri masih bekerja. Pertanyaan saya sangat sederhana, mengapa orang-orang di perusahaan tersebut dapat bertahan lama ? bagaimana pertumbuhan karyawan tersebut diperusahaan itu ? Ternyata yang menjadi pembukuan dari 10 tahun lalu masih tetap mengerjakan hal yang sama sampi 10 tahun lebih, untuk ukuran saya mereka tidak bertumbuh dan berkembang walaupun sudah bekerja cukup lama, tidak ada skill yang bertumbuh dan berkembang. Saya hanya kasihan bahwa mereka telah menghabiskan waktu 10 tahun didalam hidupnya, tetapi tidak dapat menikmati potensi yang ada didalam dirinya.
Setelah membaca buku Say Yes to your Potential karangan Skip Ross, saya mendapatkan banyak pencerahan, terutama bagaimana kita sendiri dapat bertumbuh dan berkembang dan ternyata limitnya adalah pikiran kita. Dan saya semakin yakin bahwa setiap orang mempunyai kesempatan untuk menjadi orang yang sukses menurut ukurannya masing-masing, hanya maukah membayar harganya ? (diambil dari kata kata Skip Ross, mau membayar harganya)
Pada saat saya mendengar Skip Ross akan datang ke Jakarta mengadakan seminar Dynamic Living pada tanggal 2 Desember 2011, dan Leadership Seminar pada tanggal 3 dan 4 Desember 2011, saya sudah tidak sabaran menanti untuk mengikuti seminar tersebut.
Pada saat 

Rabu, 23 November 2011

Membangun bisnis yang bertahan

Membaca buku tentang Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson, sangat menarik sekali. Setiap kali membaca hampir sulit untuk berhenti, banyak sekali yang menarik didalam buku tersebut terutama sikap Steve Jobs yang diceritakan secara mendetail, saya tidak dapat membayangkan seandainya saya bekerja sama dengan Steve Jobs. Steve Jobs mempunyai selera seni yang tinggi, perfeksionis, suka sekali detail, sangat berterus terang apa yang tidak suka akan dikatakan tidak suka, dan sangat berani, artinya bila dia menginginkan sesuatu hampir tidak ada yang dapat memberhentikannya. Tentang keberaniannya ini sudah ia tunjukan untuk sewaktu masih duduk di SMA, dia mendapatkan tugas untuk membuat suatu perangkat elektronik, kemudian dia memerlukan suatu komponen yang hanya bisa didapatkan di Hewlet-Packard, yang dia lakukan adalah lansung menelopon ke HP dan dapat meyakinkan pihak HP untuk mengirimkan komponen elektronik tersebut tanpa harus membayar.

Perusahaan yang bertahan
Pada tulisannya di halaman terakhir buku tersebut Steve Jobs menginginkan untuk membuat suatu perusahaan yang dapat bertahan lama, HP adalah salah satu perusahaan idolanya, dimana HP masih dapat bertahan setelah pendirinya sudah tiada. Steve mengungkapkan bahwa didalam mengembangkan bisnis harus punya tujuan yang jelas bukan sekedar bisnis semata, dia mencontohkan IBM dan Microsoft perusahaan yang dipegang oleh orang marketing yang tujuannya adalah meningkatkan omset perusahaan tetapi mereka lupa dengan produk apa yang mereka jual, sehingga tidak terjadi inovasi. Pada saat membaca paragraph tersebut saya teringat teman saya yang mengatakan apa perbedaannya antara perusahaan yang dapat bertahan lama harus dimulai dari Why, maka perusahaan tersebut akan bertahan. Karena mereka mengerti mengapa perusahaan tersebut ada. Steve Jobs mengerti benar mengapa Apple ada, dia mencontohkan pada saat Apple dipegang oleh Scully, yang ditekankan adalah sales dan bagaimana caranya untuk mendapatkan revenue yang besar, dan ternyata Apple jatuh. Steve membangun kembali Apple dimulai dengan Why, maka dia membuat produk Apple yang luar biasa hebat.


Menguji dua model bisnis yang berbeda
Apple menganut sistem tertutup sampai pengguna IPad, IPhone, dan IPod tidak dapat mengganti batere, tidak dapat menggunakan aplikasi lain selain Apple. Tetapi hasilnya adalah kemudahan penggunaan, sangat bandel, dan sangat indah designnya. Applikasi yang dapat dikembangkan untuk Apple mempunyai tools pengembangan aplikasi sendiri, walaupun tertutup tetapi pengembang untuk Apple juga banyak ini terlihat dari banyak nya aplikasi yang dikembangkan didalam gadget yang dikeluarkan oleh Apple. Setiap ada celah kelemahan didalam produk Apple, akan dengan sangat mudah menutupnya karena semuanya dibawah kontrol Apple, dan Apple dapat dengan cepat memperbaikinya, tidak tergantung dari pihak lain. Berbeda dengan aplikasi terbuka seperti Windows, Windows dapat digunakan oleh semua komputer yang berbasis intel, akibat dari universal ini, maka Windows harus dapat mengakomodir keaneka ragaman hardware yang ada di pasaran. Tentunya bila ada kelemahan didalam Windows dapat diperbaiki dengan mudah, tetapi bagaimana bila kelemahannya terjadi karena masalah hardwarenya sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh Microsoft, demikian juga sebaliknya untuk pembuat hardware, bila terjadi kelemahan pada Windows, maka pihak pembuat Hardware tidak dapat melakukan banyak hal. Microsoft mengatasi hal ini dengan melakukan kompatibilitas tes, semua hardware yang kompatible akan dicantumkan didalam buku manualnya, atau diberikan sertifikasi. Kelebihan dari sistem terbuka adalah dapat masuk kedalam pasar cepat sekali, karena banyak sekali perusahaan hardware yang menggunakan dan secara tidak langsung mereka ikut memasarkan. Keterbukaan ini juga terjadi pada Android untuk smartphone, Android masuk kedalam pasar cepat sekali sehingga sekarang menduduki peringkat pertama untuk OS smartphone.


Setelah selesai membaca buku tersebut saya bertanya dalam diri sendiri kalau begitu mana yang lebih baik terbuka atau tertutup ?
Pada awalnya saya sangat mengagumi Microsoft sehingga saya banyak membaca buku buku tentang Microsoft, saya percaya bahwa keterbukaan untuk melibatkan banyak orang dan membagi kuehnya ke banyak orang juga merupakan salah satu cara yang baik dalam mengembangkan perusahaan. Tetapi setelah saya membaca bukunya Steve Jobs, saya melihat ada cara lain yang dapat membangun perusahaan menjadi besar juga, Steve Jobs mau mengontrol semuanya. Dan Apple sudah dapat mengalahkan Microsoft dari besar perusahaannya. Apple tidak memiliki produk sebanyak Microsoft, tetapi bisnis modelnya sangat bagus, bahkan Microsoft meniru beberapa produk lain seperti Bing meniru Google, dan sekarang Windows Mobile meniru Apple, bahkan bisnis model Microsoft beralih ke Multi Side Business Model.


Market Research 
Steve Jobs juga tidak percaya dengan adanya research pasar, karena Steve menganggap pasar tidak tau apa yang mereka butuhkan. Steve Jobs mengutip kata dari Henry Ford “ Jika saya bertanya kepada pelangganku apa yang mereka inginkan, niscaya mereka akan menjawab “kuda yang lebih cepat !”. Orang tidak akan tahu apa yang mereka inginkan sampai anda menunjukkan seperti apa bentuknya. Itulah mengapa saya tidak percaya research pasar. “ Saya teringat kasus coca cola pada tahun 80 an, pada saat Cocal Cola akan meluncurkan new Coke, mereka mengadakan research di tiga negara bagian di Amerika serikat, dan hasil dari market research tersebut bagus, artinya produk baru dapat diterima di pasar. Dengan keyakinan penuh Cocal Cola mengkampanyekan besar-besaran New Coke, ternyata hasilnya salah besar, sehingga Cocal Cola harus kembali lagi memproduksi Coca Cola yang versi lama dengan memberi nama Coke Clasic. Pertanyaan yang menarik adalah, kalau kita tidak melakukan research pasar, kemudian bagaimana caranya kita mengembangkan suatu produk ? Kehebatan Steve Jobs adalah dapat melihat kebutuhan manusia secara umum, banyak dari mereka menginginkan kemudahan, sesuatu harus dibuat mudah. Kata-kata Steve adalah membuat suatu produk sehingga orang yang bodoh sekalipun dapat menggunakannya, sehingga suatu produk seharusnya tidak memerlukan buku manual. Apple bukanlah perusahaan yang pertama kali membuat MP3 player, bukan yang pertama kali membuat tablet komputer yang marak beberapa tahun lalu, dan bukan yang pertama kali membuat smart phone, tetapi Steve dapat mengetahui kebutuhan para pengguna itu semuanya dan membuatnya menjadi lebih mudah. Dan karena pasarnya sudah ada akan sangat mudah bagi Apple untuk memasuki pasar tersebut, perusahaan lain yang mengedukasi pasarnya dan Apple yang memetik pasar yang sudah matang. Didalam bukunya Geofry A Moore yang berjudul crossing the chasm, Apple dapat melompat Chasm nya ke Early Majority, sehingga produk Apple menguasai pasar dengan cepat.


Gaya kepemimpinan
Steve Jobs adalah orang yang mempunyai visi sangat jelas, dan apa yang sudah menjadi visinya harus dapat diwujudkan. Dan Steve sudah pernah ke India untuk mempelajari Zen. Steve Jobs sering sekali mengatakan “Sampah” untuk hasil karyanya yang diciptakan oleh teamnya maupun oleh perusahaan lain. Walaupun itu bagus tetapi kadang kadang Steve masih meneriaki bahwa desain atau barang tersebut sampah. Orang-orang tipe achiever kalau mendapatkan penghinaan biasanya mereka akan membuktikan bahwa dirinya itu bisa lebih baik lagi. Ini yang terjadi di Apple pada saat Steve mengatakan hasilnya sampah orang tersebut akan memperbaiki dan berusaha sekeras tenaga untuk membuat yang jauh lebih baik lagi. Sehingga potensi diri mereka akan di pacu, dan pada saat hasilnya terlihat bagus mereka akan bangga dengan hasil karyanya. Sehingga orang tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan lingkungan yang memaksanya untuk bertumbuh. Akibat dari cara Steve seperti itu banyak sekali orang yang merasa sakit hati terhadap Steve, walaupun pada saat diwawancara beberapa orang tersebut masih mengagumi kehebatan Steve. Bila Steve membutuhkan orang yang dia rasa hebat, dia tidak terlalu berani. Seperti dilakukannya terhadap Ive designer Apple dan juga Cook, penggantinya yang sekarang ini. Saya sependapat bahwa untuk mengembangkan potensi seseorang, orang tersebut perlu dipaksa. Dan bagaimana caranya bahwa pemaksaan tersebut harus datang dari dalam dirinya, maka akan terjadi semangat pada saat mengerjakan sesuatu tersebut. Hal ini saya mengalami beberapa bulan terakhir di Andal Software, hampir semua team Andal Software mempunyai semangat yang tinggi, sehingga banyak sekali achievment yang didapatkan, baru saja kita launching produk baru. Dan achievment yang lebih menarik lagi adalah target sales bakal terlampui dan semuanya sedang menunggu apa yang terjadi pada saat tutup bulan November ini, sepertinya semua team Andal Software yakin, bahwa target akan tercapai. Pencapaian semuanya ini karena semangat didalam team dan banyak sekali perbaikan sistem yang dilakukan didalam Andal Software. 
Sebagai penutup buku Steve Jobs bagus sekali banyak sekali memberikan inspirasi, walaupun ada beberapa hal yang saya secara pribadi tidak terlalu menyukai beberapa sikap Steve, tetapi buku tersebut sudah memberikan banyak inspirasi. Saran saya bagi pelaku TI wajib membaca buku tersebut kemudian cerna cara pikir Steve Jobs. Karena saya yakin setiap orang hebat mempunyai pemikiran yang berbeda, dan cara pikir ini yang perlu kita mengerti, walaupun penyampaiannya kadang kurang sesuai dengan apa yang sudah kita yakini.

Kamis, 10 November 2011

Launching event Andal PayMaster 2012

Launching Andal PayMaster 2012 di Hotel Sahid pada tanggal 9 November 2011 dari kiri ke kanan, Andreas Winata, Welly Rosianty, Novi Armen, dan Johanns Sandida

Rabu, 09 November 2011

Andal PayMaster 2012, Perubahan Bisnis Model dari Produk ke Services


Strategi bisnis  Andal Software untuk menggaet pangsa pasar yang lebih luas pada tahun 2012
Pada hari ini Andal Software meluncurkan Andal PayMaster versi 2012, di Hotel Sahid, Jakarta. Pada peluncuran tersebut banyak dihadiri oleh Partner dan beberapa customer. Johan Sandida Sistem Integrator Manager mendemokan produk barunya, disusul dengan Welly Rosianty Marketing Manager menjelaskan tentang potensi pasar software Payroll dan Andal PayMaster, dan diakhiri oleh Andreas IT Support dan Development manager menjelaskan road map Andal Produk dan sekaligus memperkenalkan cara kerja Andal Information Management, suatu tools yang digunakan untuk mengelola Andal Software.
Berikut ini adalah   Pers release nya.

Jakarta 9 November 2011 - PT Andal Software Sejahtera atau lebih dikenal dengan Andal Software, sebuah perusahaan lokal pengembang aplikasi solusi SDM terkemuka, hari ini meluncurkan produk terbarunya, yaitu Andal PayMaster 2012. Produk ini merupakan solusi tepat yang dapat membantu meningkatkan efektifitas kinerja perusahaan, terutama bagi departemen SDM.

Andal PayMaster 2012 merupakan aplikasi HR admin, Payroll, PPh 21 dan attendance yang terintegrasi. Setiap dua tahun sekali Andal Software meluncurkan versi terbaru dimulai dari versi 2007, 2009 dan yang terakhir versi 2011. Peluncurannya selalu dilakukan di akhir tahun sebelum tahun versinya, seperti versi 2011 di luncurkan pada bulan November tahun 2010. Peluncuran kali ini hanya selang waktu satu tahun dari versi sebelumnya, untuk meluncurkan produk versi baru dalam waktu yang singkat tentunya tidak mudah kalau tidak di dukung kerja sama tim yang baik.  Perubahan yang sangat terlihat adalah pada tampilan yang lebih sederhana sehingga dalam penggunaannya akan lebih mudah dan mempercepat proses belajar menggunakan aplikasi Andal PayMaster 2012. Walaupun tampilannya terlihat sederhana tetapi kemampuan untuk mengelola payroll dan perhitungan pajaknya mempunyai kemampuan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan versi sebelumnya.

 “Melihat kebutuhan software yang kian meningkat sekarang ini, kami kembali meluncurkan Andal PayMaster 2012, sebuah aplikasi payroll versi terbaru yang menjadi jawaban solusi bisnis bagi Human Resources Departement, demi mencapai efisiensi dan efektifitas bisnis yang maksimal,” kata   Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software. Dengan tampilan yang lebih sederhana serta fitur-fitur terbaru yang mudah digunakan, program ini diharapkan dapat mempercepat sistem kerja perusahaan. Perubahan yang sangat terlihat pada Andal PayMaster 2012 adalah tampilan layarnya yang lebih sederhana dan lebih sistematis dalam pengelompokan menunya. “Dibalik kesederhanaan tampilan inilah Andal PayMaster 2012 mempunyai kekuatan yang lebih seperti dikatakan oleh Leonardo da Vinci - Simplicity is The Ultimate Sophistication. Kesederhanaan adalah kecanggihan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Welly V Rosianty, Manager Marketing Andal Software mengatakan : “Dengan tingginya kebutuhan pasar, kami berharap kehadiran Andal PayMaster 2012 ini dapat mencapai target penjualan sebesar 2 kali lipat dalam kuartal I/2012 dibandingkan dengan kuartal I/2011. Kedepannya, kami berharap dapat melakukan penetrasi pasar yang lebih luas lagi dalam jangka panjang.

Persiapan perubahan bisnis model dari produk ke services
Peluncuran yang cepat ini tentunya mempunyai alasan tersendiri untuk Andal Software yang mempunyai keinginan segera untuk mengubah bisnis model dari penjualan produk enterprise menuju ke bisnis model services. Meskipun demikian, Andal Software tetap akan terus menjual produk software Andal PayMaster, karena Andal PayMaster merupakan platform yang akan digunakan untuk menjual services tersebut. Perubahan bisnis model dari produk menuju ke services dapat dilakukan dengan memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya adalah jumlah customer diatas lima ratus. Sehingga Andal Software mentargetkan untuk meraih jumlah customer lebih dari seribu di akhir tahun 2014.  Untuk mendapatkan jumlah customer diatas seribu dalam waktu tiga tahun kami harus mengubah beberapa strategi antara lain :

1.      Produk
Produk Andal PayMaster harus mudah digunakan sehingga tanpa melakukan training pun para user sudah dapat memahami bagaimana caranya menjalankan aplikasi ini. Oleh karena itu, Andal Software dapat memangkas waktu training dari dua hari menjadi satu hari saja.
Dengan jumlah customer sekarang ini yang sudah mendekati angka dua ratus, dengan mudah Andal Software mendapatkan banyak sekali masukan mengenai fitur atau modul yang mana yang masih perlu dilakukan perbaikan. Dua tahun yang lalu pada saat akhir tahun dimana merupakan akhir tanggal pelaporan pajak tim support Andal Software sangat sibuk melayani pelanggan, sekarang ini tim support Andal Software jauh berkurang sibuknya walaupun jumlah customer sudah jauh lebih banyak, hal ini merupakan indikasi bahwa aplikasi Andal PayMaster jauh lebih stabil dibandingkan dengan versi yang sebelumnya.

2.      Implementasi
Untuk mendapatkan jumlah pelanggan yang banyak, maka waktu implementasi harus lebih cepat. Banyak perubahan yang telah dilakukan sehingga waktu implementasi jauh lebih cepat dibandingkan dengan dua tahun lalu, dari sekitar tiga hingga empat bulan, sekarang dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan dan paling lama dua bulan. Dan waktu dua bulan pun sebetulnya hanya menunggu periode penggajian bulan berikutnya untuk mencocokan perhitungannya cocok. Target implementasi berikutnya dapat dipersingkat dan dipermudah lagi sehingga dapat dilakukan sendiri oleh customer.

3.      Support
Berdasarkan analisis dari Team Support dimana mereka secara langsung mendapatkan data yang di tanyakan oleh customer, kebanyakan dari pertanyaan disebabkan karena pemahaman penggunaan aplikasi belum baik, atau produknya yang sulit untuk di pahami. Data dari customer ini kami olah melalui tool Andal Information Management (AIM) untuk menganalisa permasalahan dan kemudian digunakan untuk perbaikan aplikasi pada versi selanjutnya.
AIM juga dapat memberikan informasi berapa lama rata-rata permasalahan di pelanggan dapat diselesaikan (Average Resolution Time), jumlah call setiap hari, dan jumlah pertanyaan yang tertunda.

4.      Marketing Strategi
Yang terakhir adalah marketing strategi, untuk meningkatkan jumlah user tidak lepas dari strategi marketing. Strategi marketing yang sama tentunya akan menghasilkan jumlah penjualan yang sama pula maka marketing strategi ini harus disesuaikan dengan keadaan dan juga pengalaman di lapangan. Dua bulan lalu, Andal Software sharing pengetahuan dengan rekan-rekan media tentang strategi memasarkan produk TI. Sekarang ini Andal Software sedang mengamati strategi yang sedang dijalankan dan terlihat bahwa strategi tersebut berjalan dengan sangat memuaskan. Andal Software akan melihat pertumbuhan penjualan dengan strategi tersebut dalam satu tahun kedepan.

Keempat hal tersebut diatas yang terus menerus ditingkatkan untuk mempersiapkan perubahan bisnis model dari produk ke services.

Rabu, 02 November 2011

Proses kreatif di Andal Software


Launching Andal PayMaster 2012
Hari Rabu minggu depan pada tanggal 9 November 2011, Andal Software akan melakukan peluncuran produk Andal PayMaster versi 2012, tidak seperti biasanya dimana jadwal kami meluncurkan produk versi baru setiap dua tahun. Kali ini kami meluncurkan versi baru hanya berselang satu tahun. Tidak mudah tentunya meluncurkan suatu produk baru hanya berselang waktu yang sangat singkat, apalagi versi baru ini banyak mengalami perubahan terutama di tampilan yang jauh lebih sederhana tetapi mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar.
Peluncuran yang cepat ini tentunya mempunyai alasan tersendiri, kami di Andal Software sudah tidak sabar lagi untuk mulai mengubah bisnis model dari penjualan produk enterprise menuju ke bisnis model services. Pertanyaan yang sering muncul pada saat saya mengatakan bahwa kami akan mengubah bisnis model kami adalah “ Apakah Andal Software tidak akan menjual produk enterprise lagi ?”, tentunya jawaban tersebut akan di jawab, bahwa kami masih akan terus menjual produk software Andal PayMaster, karena Andal PayMaster merupakan platform yang akan kami gunakan untuk menjual services tersebut. Nah, disinilah kuncinya. Karena Andal PayMaster akan dijadikan suatu platform untuk menjual services, tentunya pada saat pengembangan produk tersebut harus banyak yang dipikirkan, diantaranya adalah bagaimana kita dapat mempermudah penggunaaan Andal PayMaster, kalau bisa tanpa di training user sudah dapat menggunakan Andal PayMaster.  Proses implementasi yang mudah dan dapat dilakukan oleh user, sekarang ini proses implementasi sudah jauh lebih cepat dibandingkan dengan satu tahun yang lalu, rata rata implementasi sekarang ini satu bulan dengan catatan data yang ada di customer semuanya sudah benar, bahkan sekarng kami sedang mencari cara yang lain lagi untuk mempermudah customer dalam pengumpulan data mereka, karena kasus keterlambatan installasi software sekarang ini banyak sekali terjadi  karena pengumpulan data di customer yang lama. 

Proses Kreatif
Yang menarik dan membuat saya selalu semangat adalah proses kreatif. Dalam membangun tim agar dapat mencapai seperti keadaan sekarang ini memerlukan waktu yang cukup panjang, kesabaran yang extra, dengan visi organisasi yang jelas dan setiap anggota tim harus mengetahui visi tersebut, serta passion untuk setiap orang. Proses pembentukan tim ini sudah saya bahas dalam blog ini beberapa kali, karena proses kreatif tidak akan terjadi bila kultur belum terbentuk. Ibarat menanam pohon, bijinya tidak berada dalam tanah yang subur sesuai kondisi yang diinginkan oleh biji tersebut, kelembaban tanah yang memadai dan suhu udara yang tepat.
Proses kreatif dimulai dari permasalahan yang ada pada saat kita menghadapi pelanggan. Ada kemungkinan pelanggan juga tidak mengetahui bahwa itu adalah masalah, kepekaan permasalahan yang dapat ditangkap oleh tim member juga perlu di latih. Hal pertama yang perlu ditekankan kepada tim bahwa melakukan kesalahan adalah wajar karena kita semua sedang belajar, yang terpenting adalah apa yang perlu kita lakukan pada saat kita melakukan kesalahan. Dari kesalahan yang kita lakukan tentunya kita harus berpikir bagaimana caranya agar kesalahan tersebut tidak akan terjadi lagi. Apa yang kami tanamkan adalah pada saat kita dihadapkan oleh permasalahan yang ada maka yang perlu kita lihat adalah pelajaran apa yang kita dapatkan dari permasalahan tersebut, dan kemudian kita mencari solusinya itu apa ?, setelah itu kita akan berfokus pada solusinya kita tidak perlu lagi membicarakan permasalahannya. Ternyata dari hal kecil yang terlihat sepele ini, diskusi didalam tim menjadi hidup dan setiap anggota tim sering memberikan solusi-solusi yang kadang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dan hasilnya adalah banyak sekali terjadi improvement didalam pengembangan produk, dan juga bisnis proses didalam internal Andal Software.

Perubahan Bisnis Model di tahun 2013
Hasil proses kreatif kalau dilihat dari luar adalah Produk Andal Software yang setiap dua tahun sekali menampilkan produk versi baru, dan selalu ada perbaikan yang cukup menonjol. Tetapi bisnis proses pun banyak sekali perkembangannya. Terutama di Marketing, Tim marketing Andal Software mempunyai data yang cukup lengkap mengenai software payroll apa yang banyak dipakai oleh perusahaan, dan perusahaan semacam apa yang memerlukan aplikasi seperti yang dibuat oleh Andal Software. Dengan kita memiliki data yang cukup lengkap dan baik, kami mempunyai lead generator engine yang cukup baik, dan sekarang ini sedang dilakukan perbaikan lagi, dan dari data yang dapat saya tangkap memang formulasinya benar. Artinya bila kami ingin menaikan jumlah pelanggan dalam setiap tahun, kami tahu apa yang harus kami tingkatkan, dan setelah dua tahun lebih kami melakukan pendataan, dan kami test ulang, ternyata angka-angka statistik yang kami dapatkan itu benar. Sekarang ini kami sedang melakukan perbaikan dalam lead generator engine kami, agar angka statistiknya bisa lebih baik lagi. Dari angka-angka yang saya pelajari dari data marketing tersebut kami dalam tim men-targetkan jumlah pelanggan kami dapat mencapai hingga seribu pelanggan lebih pada akhir tahun 2014.
Atas dasar prediksi tersebut diatas, kami akan mengubah bisnis model kami menjadi services yang kalau didunia business modelnya Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur disebut sebagai multi sided business model pada tahun 2013. Business model ini digunakan oleh ITune yang menjadi besar sekarang ini, dan sekarang banyak perusahaan software besar mengikuti model bisnis ini, bahkan Microsoftpun sedang menuju ke model bisnis ini. Untuk dapat memulai bisnis model multi sided harus mempunyai customer base yang jumlahnya besar, dengan jumlah customer yang kecil model bisnis ini tidak akan berjalan. Model bisnis ini seperti bisnis mall, dimana mall menarik pengunjung dengan mengundang tenant yang ada, tetapi bila tenantnya tidak ada maka pengunjungpun akan sepi, maka seringkali mal memberikan harga diskon yang besar sekali untuk anchor tenant, tujuannya adalah untuk menarik pengunjung, dan setelah pengunjungnya banyak maka tenant akan berdatangan membuka tokonya.
Perubahan bisnis model ini juga merupakan proses kreatif yang terjadi didalam tim Andal Software, proses ini sudah berjalan cukup lama, banyak hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari produk, infrastruktur untuk menunjang bisnis model tersebut, serta go to market strategy nya.