Recruitment

Create your own user feedback survey

Jumat, 31 Agustus 2012

Antara Tujuan dan Cara


Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku tentang tujuan dan cara, pada awalnya saya susah sekali untuk membedakan antara tujuan dan cara. Sering sekali saya merasa bahwa saya mempunyai tujuan yang jelas, dan ternyata tujuan yang saya maksudkan adalah merupakan cara. Kesulitan untuk membedakan ini memang benar karena sifat dari tujuan dan cara itu, kadang tercampur. Cara dapat menjadi tujuan kecil, pada saat saya mau masuk ke universitas, saya merasa bahwa menjadi sarjana adalah tujuan saya, tetapi sebenarnya saya masuk ke universitas, agar saya mendapatkan ilmu dan ilmu tersebut dapat saya gunakan untuk membangun usaha, dan membangun usaha menjadi tujuan saya kedua, padahal membangun usaha adalah suatu cara untuk saya mendapatkan uang, dan ternyata mendapatkan uang juga merupakan tujuan perantara, karena saya berpikir kalau saya sudah dapat uang saya dapat membangun keluarga bahagia. Jadi sebenarnya tujuan akhir saya adalah membangun keluarga bahagia.
Sangatlah penting kita dapat membedakan antara tujuan dan cara, karena biasanya cara hanya satu, seperti misalkan tujuan saya adalah lulus universitas dan mendapatkan gelar, saya akan melakukan apa saja agar saya lulus dan mendapatkan gelar, saya bisa nyontek, saya bisa membayar agar saya lulus, atau saya bisa bekerja keras untuk belajar dan mendapatkan nilai yang bagus. Kalau saya punya tujuan yang jelas mengapa saya sekolah seperti pada cerita diatas, tentunya saya tidak akan nyontek, saya tidak akan membayar agar saya lulus, karena dengan cara tersebut saya tidak akan mendapatkan pelajaran yang berguna untuk membangun usaha saya. Karena saya akan tahu bahwa tujuan saya masuk ke universitas bukan gelar yang akan saya cari, melainkan saya akan mencari ilmu agar dapat digunakan dalam membangun usaha.
Sangatlah jelas bahwa tujuan akan membedakan cara kita melakukan sesuatu, sehingga tujuan sangatlah penting didalam kehidupan. Kalau kita tidak mempunyai tujuan yang jelas kehidupan kita juga akan menjadi tidak jelas karena kita tidak mempunyai arah, tetapi mempunyai tujuan juga tidak berarti kita akan selalu sukses, dan kalau tidak mempunyai tujuan sudah dipastikan tidak akan sukses. Berikut ini adalah hasil survey dari Harvard University, hanya ada 3% orang yang kehidupannya sangat makmur, mereka adalah yang dapat menuliskan tujuannya dengan jelas dan ditulis, 10 % orang kehidupannya diatas rata rata, mereka yang mempunyai tujuan yang jelas dan tidak di tulis, 27 % mereka yang kehidupannya rata rata, adalah orang yang mempunyai tujuan yang samar samar, dan 60% orang kehidupannya dibawah rata rata, mereka tidak mempunyai tujuan yang jelas.

Mimpi menjadi kenyataan
Pada suatu pagi Monty Robert mengundang temanya untuk datang ke rumahnya yang cukup luas sekitar 10 hektar, di rumah tersebut ada ranch kuda, beserta kuda kuda yang bagus. Dan disitu ada banyak anak anak sekolah sedang bermain dan ada John guru mereka yang sudah tua.
Kemudian Monty Robert bercerita kepada temannya tersebut bahwa, ia adalah seorang anak tukang kuda di Amerika, pekerjaan ayahnya adalah memelihara kuda dari ranch satu ke ranch lainnya, serta kuda balap. Kehidupannya sangat sederhana bahkan tergolong miskin. Monty Robert bersekolah di sekolah dasar kelas terakhir, dan gurunya memberi tugas pada anak anak dikelasnya untuk menuliskan apa yang dicita citakan dalam hidupnya.
Monty Robert menuliskan apa yang dia cita citakan didalam 7 halaman, dia menginginkan punya ranch diatas tanah seluas 10 acre, dan digambarkan secara detail bentuk rumah dan juga ranchnya, serta jalan yang dibuat di dalam tanah seluar 10 acre tersebut. Setelah tugas tersebut diserahkan kepada John, besoknya semua tugas dikembalikan pada para murid, dan Monty Robert mendapatkan nilai C, terus dikasih keterangan untuk bertemu dengan John gurunya setelah kelas berakhir. John mengatakan pada Monty Robert, bahwa apa yang dituliskan itu adalah hal yang tidak mungkin dapat kesampaian mengingat Monty Robert adalah anak seorang pengurus kuda yang kehidupannya cukup miskin. Dan John mengatakan seandainya Monty Robert mau menggantikan ceritanya yang lebih nyata, maka John akan mengganti nilai Monty Robert. Sepulang ke rumah Monty Robert konsultasi pada ayahnya, dan ayahnya menyerahkannya pada Monty untuk mengambil keputusan. Keesokan harinya Monty menemui gurunya dan dia bersikeras untuk tidak mengubah tulisannya dan berkata kepada gurunya, “Pak John dapat menyimpan nilai C nya untuk saya, tetapi saya akan meyimpan impian saya”
Tugas tersebut masih tergantung diatas perapian rumah Monty Robert yang sesuai dengan apa yang di cita citakan, dan John gurunya memanggil murid muridnya yang dibawah ke rumah Monty dan mengatakan “Anak anak dulu saya sudah banyak mencuri impian murid murid saya, sekarang kamu dapat menyimpan impian mu erat erat, seperti Monty Robert ini”. Sebuah kisah nyata yang terjadi di Amerika, dan sangat menginspirasi. 
Saya juga baru selesai membaca buku The Compass of Fulfillment yang ditulis oleh Kazuo Inamuri, mengatakan bahwa “what you can see in your mind, you can do; what you can’t see, you can’t do. If you desire a specific outcome, you must concentrate on its realization with a fierce tenacity until it becomes a passionate desire, at which point you will be able to see what success looks like in minute detail.” Monty Robert dapat menggambarkan dengan jelas ranch yang dia ingin miliki, dan sekarang telah menjadi kenyataan, dia menjadi Horse trainer yang terkenal, serta penulis buku dan juga motivational speaker. Untuk informasi lebih lanjut tentang Monty Roberts Klik disini

Tidak ada jalan pintas
Pada saat kita bekerja untuk mencapai tujuan kita, karakter kita akan terbentuk dengan bekerja keras. Karena pada saat kita kerja keras akan membentuk karakter kita, kita dipersiapkan untuk dapat menikmati kesuksesan dengan benar.
Ada suatu cerita, seorang anak sedang melihat kepompong yang akan menjadi kupu-kupu, kepompong tersebut dengan susah payah keluar dari kepompongnya, karena lubang kepompong sangat kecil dibandingkan dengan kepompongnya sendiri. Karena si anak kecil tersebut merasa kasihan kepada si kepompong, maka anak kecil tersbut ingin membantu si kepompong, dengan mengambil gunting, bungkus kepompong di gunting sehingga si kepompong dengan mudah keluar. Setelah keluar ternyata bentuk badannya besar, sehingga si kepompong tidak dapat terbang menjadi kupu-kupu, dan akhirnya mati.
Ternyata pada saat kepompong itu berusaha untuk keluar dengan lubang yang sempit, akan memeras isi perutnya, dan cairan tersebut akan menyebar keseluruh tubuhnya untuk memberikan kekuatan.
Dalam kehidupan ini tidak ada jalan pintas, Kazuo Inamori juga mengatakan didalam bukunya  “There is no shortcut to the destination we have painted in our minds. A great distance can be traveled only one step at a time, and a great dream is reached little by little, day by day.” Tulisan buku Kazuo ini sangat menginspirasi saya, tidak heran kalau Kazuo mempunyai perusahaan yang cukup besar di Jepang bernama Kyocera dan perusahaan telekomunikasi KDDI. Dia banyak mendapatkan penghargaan dan juga dia mempunyai dana abadi yang digunakan untuk memberikan hadiah pada orang orang yang berinvosi.

Dengan bekerja keras akan membangun karakter
Di Jepang pada tahun 1787 – 1856 hiduplah seorang petani yang tidak berpendidikan yang bernama Ninomiya Sontoku, dia dibesarkan dari keluarga miskin; setiap hari ia bekerja keras dari pagi hingga petang,  menggarap ladang dengan hanya menggunakan pacul dan sekop. Dari hasil kerja kerasnya dia banyak mengubah pedesaan yang miskin menjadi pedesaan yang makmur. Atas hasil jerih payahnya dalam membangun desa, ia diundang oleh pemerintahan Tokugawa ke kerajaan, dimana dia bercampur dengan orang orang kalangan atas di dalam kerajaan. Walaupun dia tidak didik di kalangan atas dia dapat bergaul dengan orang kalangan atas, di buku tersebut Kazuo mengatakan “Those long days toiling in the fields, covered in dirt and sweat, had nurtured his inner being, cultivated his character, purified his heart, and honed his soul, raising him to a higher plane of existance.”. Pada saat kita kerja keras, kita juga harus mencintai pekerjaan kita dan berikan upaya yang maksimal. Dan dikatakan juga didalam bukunya “it is through hard work that a person can perfect her character.”.

Kamis, 23 Agustus 2012

Andal Software sebuah perjalanan (refleksi diri selama libur)


Libur lebaran telah lewat, dalam masa liburan biasanya adalah waktu yang tepat untuk mengenang masa lalu, berintrospeksi diri, dan memikirkan apa yang akan diraih pada masa yang akan datang. Saya percaya bahwa seseorang harus selalu bertumbuh dan berkembang, pertumbuhan dan perkembangan seseorang dapat dilakukan melalui karya atau hasil kerja. Orang tidak akan bertumbuh dan berkembang kalau tidak menghasilkan suatu hasil karya, apapun hasil karyanya. Karena pada saat melakukan pekerjaan untuk menghasilkan suatu karya kita akan bertemu banyak hal yang menyebabkan kita akan belajar. Hasil karya tidak harus terkenal, bisa juga dilakukan oleh seorang office boy misalnya, pekerjaan seorang office boy adalah membuat kantor menjadi bersih, kalau dia mengerjakan dengan hati, sehingga kantor yang ditempati menjadi bersih sehingga menimbulkan suasana yang nyaman untuk bekerja maka ia juga sudah menghasilkan suatu karya, yaitu bagaimana caranya membuat kantor menjadi bersih.
Saya sangat beruntung dilahirkan didalam keluarga yang sangat liberal dalam arti kata memberikan kebebasan dalam cara berpikir, walaupun ayah saya hanya lulusan SD, dan Ibu saya juga lulusan SD, tetapi mereka bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Saya bertumbuh dilingkungan dimana saya sering sekali duduk bersama keluarga kemudian kita banyak bercerita tentang usaha ayah saya, dan juga saya sering bertanya hal hal yang saya ingin tahu. Dari hasil banyak perbincangan ini, sejak masa remaja saya sudah mempunyai ambisi untuk mempunyai usaha sendiri.

Memulai Usaha Sendiri
Pada saat saya hampir lulus kuliah ditahun 1980, pada saat itu komputer masih terbilang barang baru dan cukup mahal, kursus komputer mulai tumbuh untuk belajar membuat program komputer besar yang dikenal dengan nama IBM. Dan komputer kecil baru diperkenalkan yang namanya Radio Shack. Saya dengan teman teman di kampus mencetuskan suatu gagasan untuk membuat kursus komputer dengan target sekolah SMA. Sesuatu hal yang baru, bisnis ini bertumbuh dengan sangat pesat, tetapi akhirnya saya harus melepaskan bisnis ini karena saya melanjutkan kuliah di Amerika, untuk bekal masa depan, saya mengambil jurusan Bisnis dengan major Information System.
Saya berpikir pada saat itu, kalau memang saya mampu untuk membangun usaha, maka saya juga harus dapat memulai usaha baru dari awal. Pengalaman membangun usaha akan sangat berharga, dan bila dilakukan beberapa kali, maka saya akan mahir membangun suatu usaha. 
Maka setelah selesai kuliah, saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengembangkan bisnis baru dalam bidang software.  

Memulai Andal Software
Perjalanan Andal Software sangat panjang dimulai dari tahun 1988, dari perusahaan software yang dimulai dari nol, saya masih membuat program sendiri dan dipasarkan sendiri. Perusahaan ini berkembang cukup pesat, karena memang belum banyak yang melakukan pada saat itu. Pada tahun 1992, kami mulai menuju ke Industri software dengan membuat aplikasi akuntansi yang bernama PRESISI, sekaligus memperkenalkan nama Andal Software. Awal yang tepat memulai membuat produk PRESISI dan dalam  perjalanannya Andal software beberapa kali mengganti bisnis modelnya, walaupun masih tetap di bidang software. Pada akhir tahun 2002 Andal Software mengalami kejatuhan. Kejatuhan Andal Software bukan karena tidak dapat menjual produknya tetapi justru pada saat penjualan sedang meningkat, hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah penjualan yang sangat besar, maka jumlah programmer yang melakukan kastemisasi tidak cukup.Kesalahan ini terjadi karena bisnis modelnya tidak tepat kami membuat produk dan juga melakukan kastemisasi, saya mengetahui kesalahan ini setelah membaca buku the Secret of Software Success yang ditulis oleh Cyriac R. Roeding, Gert Purkert, Sandro K. Kinder dan Muller Ralph dan editornya Deltiv J. Hoch. buku tersebut sangat menginspirasi saya, saya dapat mempelajari bagaimana membangun industri software yang sukses.
Kejatuhan Andal Software di tahun 2002 dan 2003 merupakan titik balik, dimana saya diberi pelajaran yang sangat berharga untuk membawa Andal Software naik lebih tinggi lagi. Pengalaman inilah yang menarik Mas Teguh S. Pambudi untuk menulis buku yang berjudul “Riding the wave Strategi Andal Menaklukan Industri Software”, buku tersebut mulai ditulis pada awal tahun 2009, dan baru dapat diterbitkan pada bulan Juli 2010. Waktu yang sangat panjang untuk menulis buku. Tetapi pada saat saya baca buku tersebut, saya sendiri banyak belajar. Karena Mas Teguh dapat menuangkan perjalanan Andal Software dengan baik ditambah dengan analisa kejadian penting di Andal Software, dan analisanya berdasarkan referensi-referensi yang didapatkan. Dari analisa dan referensi yang diberikan oleh Mas Teguh, pada saat saya membaca buku tersebut saya belajar banyak, banyak hal yang tidak saya ketahui pada saat mengambil keputusan, setelah membaca buku tersebut saya baru tahu latar belakangnya mengapa keputusan tersebut harus diambil, dan mengapa memilih mengambil keputusan yang ini bukan lainnya. 
Pelajaran yang saya dapatkan adalah "untuk mengembangkan usaha menjadi besar memerlukan pengetahuan yang cukup untuk membawa perusahaan tersebut naik keatas" sekarang saya membiasakan diri setiap tahun saya mengambil 2 -3 bulan dimana saya sangat intens untuk membaca buku, dan hasilnya biasanya strategi yang akan diterapkan pada tahun yang akan datang.
Buku tersebut saya lampirkan dalam tulisan ini dan dapat di download untuk dibaca, saya sudah minta ijin untuk dibagikan ke pembaca blog saya ini, harapan saya, buku tersebut dapat dijadikan referensi bagi mereka yang ingin atau sedang membangun usaha Teknologi Informasi khususnya software.

Pelajaran yang didapat
Pada saat kita mengalami masalah yang cukup berat, kalau kita bisa lalui, kita akan melihat sesuatu yang sangat indah. Pada saat Andal Software jatuh di tahun 2002 akhir, dan di tahun 2003 adalah tahun yang paling berat untuk saya, bahkan saya sempat berpikir untuk menutup Andal Software. Tetapi sekarang ini saya sangat bersyukur, karena banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan untuk membawa Andal Software naik seperti sekarang ini, seandainya itu tidak terjadi mungkin Andal Software akan datar saja, pertumbuhannya tidak akan terlihat.
Pengetahuan sangat penting dalam membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, pengetahuan ini bisa didapat dari membaca buku buku, dan berkumpul dengan orang orang yang mempunyai kemampuan lebih dari kita. Saya juga belajar orang yang sukses biasanya mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang yang kurang sukses, maka untuk menjadi sukses, saya harus mengubah pola pikir saya, seperti pola pikir orang sukses, dan saya percaya bisnis kita akan naik sejalan dengan perubahan pola pikir tersebut.
Pelajaran terakhir yang saya dapatkan adalah kita harus dapat bersyukur dalam keadaan apapun, dan yang paling susah adalah kita harus tetap bersyukur dalam keadaan yang tidak baik. Dari pengalaman yang ada maka pada saat mempunyai masalah yang dianggap besar pertanyaannya adalah “Pelajaran apa yang aku dapatkan dari masalah ini ?”, kemudian dilanjutkan dengan “Apa solusinya untuk keluar dari masalah ini ?”
Setelah mendapatkan solusinya saya akan bekerja keras sehingga solusi yang telah dipikirkan dapat tercapai.

Download buku Strategi Andal Menaklukan industri software 
Buku Strategi Andal bab pembuka 

Kamis, 16 Agustus 2012

Selamat Hari Raya Iedul Fitri


Setiap hari raya Iedul Fitri kita saling memaafkan, makna yang terkandung dalam memaafkan sangat dalam bila kita jalankan. Pertanyaannya apakah memang benar kita dapat memaafkan seseorang dengan tulus, sekalipun orang tersebut telah menyakiti hati kita.

Memang kita harus dapat memaafkan seseorang dari hati kita yang paling dalam, sehingga kita tidak ada lagi rasa benci, rasa kesal bila bertemu atau memikirkan teman kita yang telah menyakiti hati kita. Kalau kita bisa benar-benar memaafkan, maka kita akan meresakan kedamaian di hati, dan kebahagiaan.

Saya pernah mendengarkan suatu cerita, ada seorang anak TK katakan bernama Rini yang tidak disukai oleh seorang temannya yang bernama Rina. Pada suatu saat teman lainnya bernama Tina mengundang mereka ke pesta ulang tahun di rumahnya. Pada saat Rina dan Ibu datang ke pesat ulang tahun tersebut, mereka melihat Rina sudah ada didalam rumah Tina.

Maka ibu nya Rina mengatakan pada ibunya Tina bahwa mereka akan pulang kerumah kalau Rini masih ada di rumah itu, dan mereka akan membawa pulang juga kue ulang tahunnya. Dalam rasa kebingungan ibunya Tina memutuskan untuk menyuruh Rini pulang ke rumah.

Sampai di rumah Rini melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya, dan saat itu juga ibu Rini naik pitam. Kemudian Ibu Rini menceritakan kejadian tersebut ke teman dekatnya apa yang terjadi. Dan teman dekatnya menasehati bahwa “bila dia membenci seseorang dan tidak dapat memaafkan maka ibarat meminum racun tetapi menghendaki orang lain yang meninggal”

Setelah saya pikirkan nasehatnya benar sekali, karena pada saat kita membenci seseorang, maka kita akan merasakan enerji kita terkuras habis, kita merasa capai. Tetapi orang yang kita benci tenang-tenang saja, mereka bahkan dapat ber senang senang. Rasa benci dapat membuat kita tidak dapat berpikir dengan baik.
Marilah di saat yang indah ini kita belajar memberikan maaf yang tulus pada teman teman kita, tanpa kita pikirkan lagi perbuatan mereka di masa lalu, kita buka lembaran baru di tahun baru ini.



Senin, 06 Agustus 2012

Who moved my Cheese ?

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan para distributor koran dan majalah, mereka mulai bercerita tentang masa kejayaan mereka di era tahun 80 – 90 an, wilayah yang mereka cakup cukup luas. Dari hasil mengerjakan distribusi majalah dan koran, mereka dapat membiayai anak mereka untuk sekolah hingga ke perguruan tinggi. Perlahan tapi pasti jumlah pelanggan koran semakin tahun semakin menurun, karena sudah dikerjakan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun lamanya, mereka mulai galau, apa yang akan mereka perbuat ? untuk kembali ke masa keemasan mereka rasanya tidak mungkin karena dunia sudah berubah. Pada saat mendengarkan cerita mereka saya teringat sebuah buku yang saya pernah baca beberapa tahun yang lalu yang berjudul who moved my chees, ceritanya tikus berpesta ria karena menemukan tempat penyimpanan keju. Mereka berpesta dan bersenang-senang karena mereka merasa bahwa penyimpanan keju yang mereka temukan akan berlangsung lama sekali, secara perlahan tapi pasti bahwa keju yang mereka nikmati makin lama makin berkurang. Ada tikus yang pandai mereka mulai mencari makan ditempat lain, memang sulit, tetapi akhirnya mereka dapat menemukan tempat makanan lainnya. Sedangkan tikus yang tidak mau berubah, mereka mati kelaparan karena pada saat kejunya habis, tikus-tikus itu harus mencari tempat makan lain yang memerlukan waktu sedangkan persediaan makan sudah habis. Dunia yang kita tempati ini selalu mengalamai perubahan, dan Tekhnologi Informasi sekarang ini mengubah secara cepat proses bisnis, banyak sekali bisnis-bisnis yang besar akhirnya tidak dapat bertahan lagi karena digantikan dengan digital.

Perubahan distribusi digital
Pertumbuhan internet dan alat yang dapat mengakses internet seperti komputer dan smartphone memudahkan orang untuk mengakses ke internet. Kemudahan mengakses ke internet membuat distribusi digital bergeser, dari secara fisik ke virtual, sekarang ini orang membeli musik tidak lagi melalui toko musik, tetapi download dari toko toko musik digital, sama halnya dengan film, buku, majalah, dan news. Semua dapat di download lewat web dan ada yang membayar ada juga yang diberikan secara Cuma Cuma. Distribusi melalui digital ini juga mengubah proses bisnis dunia musik, film, koran, majalah dan buku. Secara perlahan dan pasti bisnis mereka mengalami penurunan, karena memang lebih nyaman danlebih murah bila kita membeli musik, film, koran, majalah dan buku melalui online. Sebagai contoh beberapa tahun yang lalu di hampir setiap mall ada toko musik penjual CD, bahkan mempunyai gerai di hampir setiap mal besar, sekarang sudah tidak kedengaran lagi tokonya, digantinkan oleh toko musik yang kecil dan masih tetap bertahan sampai sekarang, dan lambat namun pasti orang yang mampir ke tokonya makin lama makin jarang. Yang lebih menarik lagi sebetulnya publisher, bisnis utama dari publisher adalah distribusi, naskah yang ditulis oleh penulis, disetting kemudian di terbitkan dan disebarkan ke toko toko buku. Adanya publisher karena seorang penulis tidak dapat melakukan setting bukunya, dan harus mencetak dalam jumlah banyak, kemudian harus mendistribusikan bukunya melalui toko toko buku, dimana seorang penulis tidak memiliki jaringan ke toko buku. Sekarang ini seorang penulis dapat dengan mudah membuat buku, design buku dapat dilakukan dengan mudah, setelah disetting sendiri, tanpa harus dicetak, buku yang berbentuk digital tersebut dapat disebarkan ke masa dengan menggunakan media digital. Atau toko toko buku online juga sudah mulai banyak. Kemudahan untuk menerbitkan buku sendiri akan mengacam para publisher mereka harus mendefinisikan ulang bisnis modelnya.

Mendefinisikan ulang bisnis model
Dalam mengembangkan suatu bisnis, saya percaya bahwa bisnis model akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis yang akan digelutinya. Kalau kita kaji lebih dalam bisnis dia koran atau media cetak pada awalnya mereka mendapatkan uang dari hasil penjualan koran atau majalah. Tetapi dalam perkembangannya ternyata hasil dari penjualan iklan jauh lebih besar dibandingkan dengan penjualan majalah atau korannya. Sehingga koran atau majalah yang mempunyai iklan yang banyak akan dapat bersaing, jadi persaingannya bukan lagi beritanya, melainkan berapa besar oplag (jumlah yang dapat didistribusikan) koran atau majalah tersebut. Karena makin besar oplagnya berarti nilainya makin besar untuk para pengiklan, koran atau majalah yang jumlah iklannya sedikit akan sulit berkembang. Dari model bisnis iklan ini, maka sekarang ada beberapa majalah yang diberikan secara Cuma Cuma tetapi dapat menjadi besar, karena jumlah iklan nya banyak. Semakin banyak majalah Cuma Cuma disebarkan semakin banyak pula yang akan memasang iklan di majalah tersebut. Jadi kunci keberhasilan majalah atau koran yang diberikan Cuma Cuma adalah berapa besar oplagnya.

Bentuk majalah/koran digital 
Dari bisnis model tersebut maka koran atau majalah bukan lagi menjual konten tetapi yang dijual adalah halaman untuk memasang iklan. Sama halnya media didalam dunia digital, Google adalah mesin pencari yang banyak digunakan, dan google memberikan layanannya secara gratis. Kemudian dari mana google mendapatkan uangnya ? dari para pengiklan, bila ada seseorang menggunakan mesin pencari google, maka iklan yang ditampilkan disesuaikan dengan kata yang sedang dicari. Model iklan seperti ini sangat menguntungkan bagi pengiklan dan google. Maka sekarang ini google merupakan media iklan yang paling besar di dunia.

Bisnis model apa yang cocok untuk media masa ?
Ada beberapa media masa digital di Indonesia yang mendapatkan penghasilannya dari langganan, artinya, setiap orang yang akan membaca konten dari media digital tersebut harus berlangganan. Pertanyaannya sekarang ini sudah banyak sekali media masa yang diberikan Cuma Cuma terutama berita, tentunya orang lebih memilih yang gratis daripada yang membayar. Model berlangganan digital ini dapat dilakukan kalau isinya merupakan ulasan atau analisis atau hasil research, ada beberapa research company yang menjual hasil researchnya dengan harga yang cukup mahal tetapi sangat berguna bagi para pengusaha, sehingga mereka mau membelinya. Dari pengamatan saya untuk model bisnis media yang berisi berita lebih cocok menggunakan third party market, dimana produser memberikan kontennya secara gratis kepada konsumen, dan advertiser yang membayar kepada produser sebagai gantinya produser mengiklankan produk dari advertiser.