Recruitment

Create your own user feedback survey

Jumat, 28 Juni 2013

Mind of An Entrepreneur



Sering sekali saya mendengar teman saya bercerita bahwa dia ingin sekali menjadi entrepreneur, tetapi masalahnya adalah uang, tidak punya uang yang cukup untuk modal kerja. Disisi lain saya mempunyai kawan yang selesai kuliah di berikan modal yang cukup oleh orang tuanya, dan mereka menyewa ruang kantor yang cukup pretigius, dan bisnisnya tidak bertahan lama paling lama dua tahun mereka sudah tutup.
Kalau saya membaca cerita para pengusaha sukses sekarang ini seperti Bill Gate dan Steve Job, mereka memulai bisnis nya dari garasi mereka, dan sekarang perusahaannya menjadi besar sekali. Dalam perenungan saya selalu timbul pertanyaan-pertanyaan yang menarik untuk di cari jawabannya. Apakah memang ada perbedaan utama seorang entrepreneur dengan yang bukan entrepreneur ? Apakah seorang entrepreneur harus di lahirkan dari keluarga entrepreneur juga ? Apakah sestiap orang mempunyai kesempatan untuk menjadi entrepreneur ?

Kendala dan Solusi
Setelah sekian lama saya bergaul dengan berbagai macam teman dan dari berbagai latar belakang, banyak hal yang saya pelajari dari mereka. Orang-orang yang sukses selalu memikirkan solusi, bagaimana caranya mengatasi kendala yang dihadapi. Seperti misalnya untuk memulai usaha seorang entrepreneur tidak pernah mengatakan saya tidak punya modal untuk menjadi pengusaha, pemikiran seperti ini tidak akan pernah dipikirkan oleh pengusaha. Karena memang menjadi seorang entrepreneur harus menghasilkan uang, sehingga bila yang dipikirkan tidak dapat menghasilkan uang maka namanya bukan usaha.
Berbeda dengan anak seorang dari keluarga pengusaha, yang sejak kecil sudah dilibatkan dalam melakukan usaha, diajarkan untuk mengambil keputusan, sehingga pada saatnya sudah dapat memegang usaha yang cukup besar untuk dikembangkan. Mereka belajar dan mengambil keputusan kecil-kecil hingga pada saatnya sudah mengetahui dasar pemikiran dalam melakukan bisnis.
Latar belakang keluarga memang membantu, tetapi bukan jaminan juga bahwa anak seorang usahawan yang sukses menjadi sukses juga. Banyak contohnya di Indonesia seorang anak pengusaha yang sukses kemudian di sekolahkan ke luar negeri, setelah pulang mulai menerapkan ilmunya di usaha orang tuanya yang sudah besar, tidak berapa lama usaha yang sudah dibangun puluhan tahunpun hancur. Sebetulnya yang terjadi bukan masalah ilmu, dan bukan juga masalah modal tetapi yang terjadi adalah anak tersebut belum cukup pengetahuan di lapangan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Kembali lagi cara berpikir menjadi penting dalam mengembangkan usaha.

Lingkungan Pergaulan dan Bekal Pengetahuan
Karena memang perbedaannya ada pada pola pikir, tentunya yang mempengaruhi kita untuk mempunyai pola pikir yang berbeda adalah lingkungan sekitar kita dan juga bekal pengetahuan yang kita miliki.
Biasanya seseorang merasa sudah cukup belajar setelah selesai kuliah, banyak sekali teman saya yang sudah tidak pernah membaca buku lagi setelah selesai sekolah. Saya juga merasakan hal yang sama, pada saat saya selesai sekolah, apalagi saya lulus Master of Business Administration, maka saya merasa bahwa saya mempunyai bekal yang cukup. Tetapi apa yang terjadi, kesombongan merasa sudah tahu dan akibatnya tidak mau belajar lagi menyebabkan bisnis saya jatuh terpuruk dan hampir tenggelam. Saya terperangah pada saat saya menemukan buku yang berjudul the Secret of Software Success di sebuah toko buku, setelah saya baca ternyata penyebab kejatuhan usaha saya dituliskan persis di buku itu, dan perusahaan yang mengalaminya di Amerika tutup. Kemudian saya merenung, seandainya saya mau membaca buku, dan seandainya saya mendapatkan buku tersebut lebih cepat lagi, mungkin saya tidak mengalami kejatuhan.
Tetapi memang Tuhan baik, rupanya saya diberi pelajaran yang sangat berarti dalam hidup saya, untuk mau merendahkan hati belajar lebih baik lagi, dan sejak saat itu saya banyak membaca buku, terutama buku pengalaman orang-orang yang sukses, buku yang bercerita tentang leadership, dan banyak buku yang ditulis oleh pengarang yang cukup ternama. Saya merasakan banyak perbedaan setelah membaca banyak buku. Saya dapat mengambil keputusan lebih baik, saya dapat mengetahui keadaan bisnis lebih jernih, dan saya dapat melihat jauh kedepan untuk membawa usaha yang saya rintis lebih ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Lingkungan pergaulan saya juga sudah berubah, banyak teman-teman saya sekarang ini yang sukses dibidangnya, dan mereka selalu optimis, mereka hampir tidak pernah mengeluh, lingkungan positif seperti ini memberikan saya energi yang luar biasa besarnya. Di salah satu buku yang saya baca, saya ingat sekali kata-katanya “your future depends on the people you meet and the books you read”.

Biaya dan Investasi
Dalam berusaha pada awalnya saya tidak dapat membedakan antara biaya dan investasi, pada saat perusahaan masih kecil kita harus menekan biaya, bahkan pada saat besarpun kita perlu menekan biaya, tetapi saya tidak pernah menekan investasi. Saya akan melakukan investasi sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Saya mengaggap buku adalah investasi, karena dengan membaca banyak buku saya akan mendapat pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Memberikan training pada karyawan merupakan salah satu bentuk investasi. Kantor yang mewah dan fasilitas yang mewah merupakan biaya sehingga perlu di tekan, pernah teman saya mengatakan bahwa mobil yang kita gunakan dan kantor kita akan menunjukkan kemampuan kita, sehingga kita bisa mendapatkan proyek yang besar. Saya tidak pernah percaya dengan hal ini, karena saya pernah membuktikan pada saat kantor saya masih kecil, saya pernah di datangi tamu dari luar negeri yang akan meninjau kantor kami untuk memutuskan menggunakan produk kita.  Pada awalnya saya merasa tidak yakin. Tetapi apa yang terjadi ? perusahaan tersebut memutuskan untuk menggunkan jasa kita, dan sampai sekarang masih menggunakan jasa kita, sudah lebih dari lima tahun.
Pelajaran yang didapat dari kejadian tersebut adalah bukan fasilitas apa yang dapat kita tunjukan tetapi bagaimana kita dapat menyelesaikan pekerjaan kita dan kemampuan kita yang perlu kita buktikan pada mereka. Kepercayaan dibangun bukan dari kesombongan melainkan dari kerendahan hati dan kemampuan yang kita miliki, pada akhirnya setiap orang akan mengetahui kemampuan kita dari cara kita berbicara dan berdiskusi, hal tersebut tidak dapat di tutupi dengan fasilitas.

Selasa, 25 Juni 2013

Information is Power



Masa kecil saya di besarkan di kota kecil, disana hampir semua pedagang emas mempunyai hubungan saudara. Mereka mempunyai ikatan yang sangat kuat dalam mendapatkan informasi naik atau turunnya harga emas, sangat sulit untuk orang diluar lingkungan tersebut menjadi pedagang emas, karena mereka tidak mendapatkan informasi. Sehingga dengan mempunyai informasi mereka mempunyai kekuatan, dalam membangun bisnis.


Perubahan dunia
Internet mengubah segalanya, semua informasi yang kita perlukan dapat diperoleh di internet, terutama dengan bantuan Google, kita bisa bertanya hampir apa saja pada google, dan jawabannya hampir pasti bisa diberikan. Dengan banyaknya informasi yang tersedia kita tidak bisa lagi berbisnis yang mengandalkan kerahasiaan informasi seperti pada contoh cerita diatas. Semua orang akan tahu dengan segera bila ada kenaikan atau penurunan harga emas. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berdagang emas, karena informasinya sudah terbuka, hal ini mengubah cara kita merebut pasar.

Banyak Peluang Baru Muncul
Oren Etzioni lulusan dari Harvard University jurusan computer science pada tahun 1986, pada tahun 2003 diundang oleh sepupunya untuk menghadiri pesta perkawinannya di Los Angeles, sedangkan Etzioni sendiri tinggal di Seatle. Dia harus membeli tiket pesawat terbang untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupunya. Pada saat bertemu dengan penumpang lainnya dia mulai bertanya harga tiket yang mereka bayarkan dan ternyata tidak sama, dan banyak yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang Etizioni harus bayar.
Sebagai seorang computer Science, diatas pesawat dia mulai melakukan search untuk harga tiket dia dapat mengumpulkan sebanyak 12.000 data yang dapat dianalisa, kemudian dia lihat selama periode 41 hari. Hasil penelitian tersebut dia medapatkan bahwa keterbatasan pada tempat duduk pesawat terbang dapat menimbulkan harga tiket bergerak naik atau dapat juga bergerak turun pada saat pesawat mendekati keberangkatan. Hasil analisa tersebut dia membuat suatu program untuk memprediksi apakah harga tiket pesawat dengan tujuan yang dikehendaki bergerak naik atau bergerak turun, dan kapan waktu yang tepat untuk membeli tiket.  Etizioni dapat meng-ekstrak sekitar 200 milyar data untuk dianalisis, dan hasilnya mendekati 99 % ketepatan, dengan menggunakan program tersebut setiap penumpang yang ingin membeli tiket dapat menghemat sekitar 75 % atau sekitar $ 50.00 per tiket. Penghematan yang cukup besar untuk orang  yang sering bepergian.
Program tersebut akhirnya di beli oleh Microsoft senilai US$ 110 juta, suatu angka yang cukup besar, dari hasil iseng-iseng mengamati harga tiket pesawat terbang.
Terjadi suatu pergeseran cara bersaing, pada saat informasi menjadi banyak dibandingkan pada saat informasi masih tertutup rapat. Dan data yang banyak ini dapat dijadikan triger untuk innovasi, seperti dituliskan oleh Viktor Mayer-Schonberger dalam bukunya yang berjudul Big Data “Data can be cleverly reused to become of innovation and new services.

Persaingan dalam mengumpulkan data
Salah satu pemilik data terbesar didunia adalah google, google dapat mengetahui dalam waktu singkat trend apa yang terjadi didunia hanya dengan mengumpulkan data yang sering ditanyakan pada google. Tempat wisata yang sering ditanyakan, gadget apa yang sering ditanyakan, permasalahan apa saja yang banyak di cari penyelesaiannya ?
Banyak sekali informasi yang didapat dari google ini, kemudia dia analisis, untuk mendapatkan trend dunia, kekuatan informasi yang dimiliki oleh google ini menjadi kekuatan google untuk membesarkan perusahaannya.
Perusahaan lainnya seperti Facebook, banyak sekali mengumpulkan data pribadi perorangan, trend fashion, dan trend lainnya dapat dibaca dengan mudah oleh facebook, dengan mengumpulkan data yang berkaitan dengan Fashion. Twitter juga mempunyai data yang besar juga dan banyak perusahaan-perusahaan sekarang ini sadar akan kemampuan data yang besar. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan data besar tersebut ?

Bagaimana Dengan Pengalaman Andal Software ?
Mempunyai data yang banyak dapat digunakan sebagai pendorong inovasi di Andal Software. Salah satu produk baru yang akan kami luncurkan Andal Kiosk (namanya masih sementara) adalah produk yang diciptakan berdasarkan data dari pelanggan yang dapat kami kumpulkan. Setiap ada telepon untuk meminta support, selalu kami catat permasalahannya dan kami kelompokan berdasarkan pekerjaannya (modul didalam program), kemudian berapa lama permasalahan tersebut dapat diselesaikan.
Secara periodik data tersebut kami evaluasi, dan permasalahan dengan waktu penyelesaian paling lama akan mendapatkan prioritas utama untuk di evaluasi, dari hasil tersebut kami mendapatkan permasalahan yang paling banyak terjadi di perusahaan adalah
1.       Surat Perintah Lembur yang sering terlambat diterima oleh bagian pengelolaan payroll
2.       Perpindahan shift oleh karyawan yang tidak diberitahukan ke bagian pengelolaan payroll pada waktunya
3.       Penarikan data dari mesin absen yang sering tertinggal, atau tidak dapat ditarik ke komputer yang menyebabkan data kehadiran tidak lengkap.
Permasalahan ini sering terjadi di lapangan, dan tentunya kami mencari cara bagaimana untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil dari kajian permasalahan tersebut, kami membuat suatu produk baru yang disebut dengan Andal Kiosk, yang digunakan untuk melakukan pencatatan kehadiran yang dapat berinteraksi dengan komputer, sehingga bila ada karyawan yang pindah shift dapat diketahui seketika, dan bila ada karyawan lembur dan tidak memiliki Surat Perintah Lembur akan ditanyakan selanjutnya sistem akan merekam langsung data tersebut, dan yang terakhir karena mesin dapat berinteraksi langsung dengan komputer maka tidak diperlukan lagi penarikan data dari mesin ke komputer, melainkan langsung ke komputer, sehingga akan mengurangi banyak pekerjaan.
Kami terus menggunakan data-data yang didapatkan dari pelanggan untuk dapat mengembangkan  dan memperbaiki produk, dan dari situlah terjadi inovasi produk.

Kamis, 20 Juni 2013

keadilan yang tidak adil



Akhir-akhir ini sangat ramai masalah kenaikan premium, dimana pemerintah akan mengurangi subsidi premium. Bila subsidi tersebut dicabut maka dampaknya adalah harga bahan pokok akan naik, karena transportasi akan naik, dan yang akan terkena imbasnya adalah golongan kurang mampu, akan terbebani dengan harga bahan pokok yang naik. Secara sekilas pernyataan tersebut memang sangat benar dan semua orang akan setuju.
Kemudian saya mulai merenung apakah benar demikian dampaknya, dan terakhir ini saya sering membaca spanduk, subsidi premium yang diberikan tidak tepat sasaran, karena yang menikmati lebih banyak orang kelas menengah dibanding orang yang kurang mampu. Karena harga premium murah maka banyak orang membeli mobil dan motor yang lebih nyaman karena dibandingkan dengan kendaraan umum maka menggunakan mobil dan motor dengan bahan bakar bersubsidi akan lebih murah.
Yang menjadi tidak adil sebenarnya adalah menggunakan kendaraan pribadi lebih murah dibandingkan dengan menggunakan kendaraan umum, tidaklah heran banyak orang yang membeli motor karena motor harganya murah, dan harga bahan bakarnya juga murah, maka kalau pergi kekantor akan lebih murah naik motor daripada naik kendaraan umum. Dari kedaan ini orang yang kurang mampu, yang tidak mampu untuk membeli motor harus naik kendaraan umum dan biayanya lebih mahal.

Ada biaya terselubung yang tidak terlihat
Pada saat golongan mampu membeli sepeda motor, maka populasi sepeda motor dan mobil menjadi banyak, maka dampaknya adalah polusi menjadi lebih besar, apa lagi sepeda motor dan mobil yang tidak terpelihara dengan baik, maka asap yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor tersebut menjadi polusi udara, dan bagi yang kurang mampu membeli kendaraan akan menghirup polusi tersebut karena mereka berjalan kaki, menggunakan kendaraan umum yang terbuka sehingga terkena polusi. Akibat dari polusi ini adalah pada kesehatan, mereke akan dengan mudah terkena penyakit yang berhubungan dengan polusi seperti paru-paru dan lain sebagainya. Mereka akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi, sedangkan golongan mampu akan naik mobil yang tertutup dengan AC didalam, sehingga tidak terkena polusi, atau naik motor menggunakan helm, kemudian berjalan dengan cepat dapat menghindari polusi.

Apa langkahnya
Jadi saya setuju dengan pencabutan subsidi premium, uang subsidi bisa dialihkan ke tempat lain, seperti pengetatan peraturan emisi gas buang kendaraan, program pengobatan gratis seperti yang di jalankan oleh pemda DKI, Pendidikan gratis untuk anak usia dini, langkah ini dalam jangka panjang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Fasilitas transportasi umum dipermudah, saya gembira mendengar kereta api (commuter line) menurunkan harga dari Rp. 8.000 menjadi 5.000 dan tentunya jumlah kereta perlu di banyak, juga busway dapat diperbanyak lagi sehingga rakyat yang kurang mampu dapat menikmati transportasi umum dengan harga murah dan nyaman, mudah-mudahan Indonesia  dapat menjadi seperti uangkapan jawa yang terkenal gemah ripah loh ji nawi, toto tentrem kerto raharjo