Sabtu, 05 April 2014

Antara Masalah dan Kesuksesan


Banyak orang mengatakan bahwa selama kita hidup selalu ada masalah, dan sebagian orang mengatakan bahwa masalah yang kita hadapi adalah tantangan dimana kalau kita dapat menghadapi tantangan tersebut kita akan bertumbuh dan tentunya akan menuju ke kesuksesan.
Pekerjaan saya sekarang ini menyebabkan saya sering sekali bertemu dengan teman-teman baru, dan pada saat saya berkenalan dengan teman baru, banyak hal yang menarik. Saya sering sekali menanyakan latar belakang, tujuan hidup dan tentunya keadaan mereka sekarang. Dari perbincangan tersebut saya banyak sekali mempelajari tentang kehidupan, dan yang menarik adalah sebagian orang menganggap bahwa masalah yang dihadapi itu sangat berat, dan hampir setiap saat selalu menceritakan masalahnya. Ada sebagian orang lagi yang menurut saya mereka mempunyai masalah yang cukup rumit, tetapi menghadapinya dengan penuh ceria, tanpa terlihat ada beban.
Kalau saya amati lebih jauh lagi teman-teman saya yang selalu menganggap mempunyai masalah yang besar, dia tidak pernah terlepas dari masalah. Karena memang kenyataannya masalah akan selalu datang dalam kehidupan kita, apapun masalahnya pasti ada yang harus kita hadapi.
Sebagian teman saya yang sukses rata-rata, mereka menganggap bahwa masalah itu adalah suatu tantangan yang harus dihadapi, dan bila penyelesaiannya sudah didapatkan, maka fokusnya adalah pada penyelesaiannya, masalahnya tidak dipikirkan lagi.
Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti suatu seminar dimana pembicaranya masih muda, umurnya dipenghujung 30 an, sudah menikah tetapi belum di karuniai anak, kehidupan mereka sudah menjadi global citizen, artinya mereka bisa tinggal di mana saja, di tempat-tempat yang mewah, padahal mereka ini dari keluarga yang boleh dibilang miskin pada saat dia masih kuliah. Jadi kesuksesan yang dia dapatkan adalah dari hasil usahanya sendiri bukan berasal dari orang tua.
Pembicara seminar mengatakan kalau kita mempunyai goal yang besar maka permasalahan yang ada tidak terlihat, dan bila masalah kita lebih besar dari goal kita, maka yang kita lihat adalah masalah. Jadi penyelesaiannya adalah buat goal yang lebih besar, kemudian kita kejar goal tersebut maka masalah yang kita lihat akan menjadi kecil. Seperti terlihat pada gambar diatas. Selesai seminar saya mulai refleksi diri, dan ternyata benar sekali. Pada saat saya mempunyai goal yang besar, maka fokus saya pada goal dan karena goalnya besar, pada saat saya mengejar goal tersebut mempunyai semangat yang tinggi, team juga ikut semangat maka permasalahan yang dihadapi menjadi kecil, bahkan seringkali masalahnya tidak terlihat lagi, karena waktu kita terisi penuh dengan aktifitas yang menunjang untuk tercapainya goal tersebut.

Pelajaran yang saya dapatkan
Pada saat saya merasa mempunyai masalah besar, saya sadar bahwa saya sedang tidak punya goal, yang saya lakukan adalah saya review ulang goal besar saya apa. Kemudian dilihat lagi apa yang harus saya capai dalam bulan atau tahun ini. Dengan melihat kembali goal besarnya, maka saya melihat banyak hal yang perlu di kerjakan. Permasalahan yang timbul dalam mencapai goal selalu ada, tetapi dengan permasalahan yang ada selalu kami belajar hal baru. Biasanya makin besar goal yang akan kita kejar, maka permasalahan yang timbul akan semakin banyak, tetapi penyelesaiannya akan terlihat lebih mudah dibandingkan kalau kita tidak punya goal.
Saya teringat pada saat saya sekolah di SMA dulu, ada percobaan mekanika, dimana kita membuat papan yang dimiringkan, kemudian diberikan beban diatasnya, maka beban tersebut akan meluncur, makin cepat bebang meluncur maka panas yang di timbulkan akan semakin besar.

Tidak ada komentar: